Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Populasi Ayam Buras di Badung Turun 49 Persen

Bali Tribune/Usaha peternakan ayam petelur yang dikembangkan di Desa Getasan, Petang.

balitribune.co.id | Mangupura - Masyarakat petani Kabupaten Badung mulai tak tertarik berternak ayam bukan ras (Buras). Terbukti, jumlah populasi ayam Buras di Gumi Keris turun drastis sampai 49 persen.

Diduga banyaknya alih fungsi lahan untuk kepentingan akomodasi pariwisata membuat ternak ayam Buras kian terpinggirkan. Di sisi lain peternak ayam petelur dan pedaging menunjukkan  kenaikan sekitar 15 persen.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, pada tahun 2017 populasi ayam Buras tercatat 507.424 ekor. Sementara pada 2018 hanya 258.552 ekor. Artinya ada penurunan 248.872 ekor atau 49 persen. 

“Iya, populasi ayam Buras mengalami penurunan cukup tajam sejak tahun 2017,” ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, I Putu Oka Swadiana, Jumat (29/3).

Menurutnya, penurunan populasi ayam ini disebabkan oleh banyak faktor. Diantaranya adalah alih fungsi lahan. Daerah Kuta Selatan yang dulunya banyak peternak ayam Buras kini mulai bergeser ke sektor pariwisata dengan menyulap kandang ayam menjadi tempat akomodasi pariwisata.

Demikian pula di Kecamatan Mengwi, peternak juga banyak yang menyudahi usahanya. Alhasil, populasi ayam buras dari daerah ini juga merosot.  Selain itu jumlah kelahiran, kematian, pemotongan, pemasukan, dan pengeluaran juga tak sebanding. “Minat dan kemampuan peternak sekarang minim. Sehingga jumlah peternak sekarang sangat sedikit. Masyarakat lebih memilih bergerak di sektor pariwisata. Total berdasarkan data seluruh Badung penurunannya mencapai 49 persen," jelasnya.

Pun begitu, Oka Swadiana menyatakan di balik anjloknya ayam Buras,  populasi ayam petelor dan pedaging justru meningkat. Berdasarkan data Dinas Peternakan Badung, pada 2017 populasi ayam ras petelor tercatat 116.181 ekor. Sementara pada 2018 menjadi 132.497 ekor. Artinya ada penambahan 16. 296 ekor atau naik 14 persen.

Sementara ayam ras pedaging, kata dia, naik 15 persen dari 611. 503 ekor pada 2017 menjadi 703.962 ekor pada 2018. "Jadi di satu sisi ayam buras populasinya berkurang, di sisi lain ayam petelor dan pedaging justru meningkat," terangnya.

Khusus ayam petelur, Pemkab Badung juga sudah membuat percontohan. Ada dua kelompok yang digerakkan. Pertama, Kelompok Ternak Giri Landuh Sari Banjar Pelaga, Desa Pelaga, Petang dengan populasi 40.704 ekor. Sementara yang kedua, Kelompok Ternak Manuk Sari Banjar Kauh, Desa Getasan, Petang sejumlah 13.992 ekor ayam petelur.

"Pengembangan ayam petelur ini dalam rangka peningkatan produksi telur di Kabupaten Badung," ujarnya.

Menurut Swadiana, kebutuhan telur di 'Gumi Keris' cukup tinggi. Berdasarkan data Badan Litbang Badung, kebutuhan telur untuk konsumsi masyarakat dan wisatawan 464.172 butir perhari. "Sedangkan produksi berdasarkan data UPT kami di Kecamatan baru mampu menyentuh angka 90.148 butir perhari. Jadi pengembangan agribisnis ayam petelur ini sangat potensial," pungkasnya. 

wartawan
Made Darna
Category

Cek Administrasi Perizinan, Gabungan Komisi I dan II DPRD Badung Sidak Proyek di Tebing Suluban

balitribune.co.id | Mangupura - Gabungan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Badung melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) lapangan terkait tertib administrasi perizinan di kawasan Kuta Selatan, tepatnya pada proyek pembangunan yang berada di atas Tebing Suluban, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (3/2).

Baca Selengkapnya icon click

OJK dan ADB Perkuat Sinergi Pengembangan Keuangan Berkelanjutan di Kawasan ASEAN+3 

balitribune.co.id | Yogyakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asian Development Bank (ADB) terus berupaya mendorong pengembangan keuangan berkelanjutan di Indonesia dan Asia, serta memperkuat strategi penguatan pasar obligasi berdenominasi mata uang lokal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dewan Badung Dorong Tata Utilitas Publik di Kawasan Pariwisata dengan JUT Bawah Tanah

balitribune.co.id | Mangupura - DPRD Kabupaten Badung mendorong pemerintah daerah setempat menata utilitas publik di kawasan wisata dengan Jaringan Utilitas Terpadu (JUT) bawah tanah.

Hal ini penting untuk menjaga estetika dan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.

Baca Selengkapnya icon click

Enam Palinggih Pura Panti Pasek Gelgel Bitra Hangus Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

balitribune.co.id | Gianyar - Musibah kebakaran menimpa Pura Panti Pasek Gelgel yang berlokasi di Jalan Mahendradatta, Gang Cermai, Kelurahan Bitra, Gianyar, pada Senin (2/2). Sedikitnya enam bangunan palinggih hangus dilalap si jago merah dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.17 WITA tersebut. Akibat kejadian ini, krama pemaksan pura diperkirakan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

TPA Sente Resmi Ditutup Permanen, Gunungan Sampah Mulai Diurug Tanah

balitribune.co.id | Semarapura - Proses penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, kini memasuki tahap fisik. Sebagai langkah penutupan permanen, gunungan sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di lokasi tersebut mulai ditutup dengan proses pengurugan tanah, Senin (2/2).

Baca Selengkapnya icon click

Membandel, Belasan Rombong PKL di Jalur Protokol Gianyar Diangkut Satpol PP

balitribune.co.id | Gianyar - Berulang kali ditertibkan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kedapatan masih nekat berjualan di bahu jalan sepanjang By Pass Ida Bagus Mantra dan Jalan Ciung Wenara, Gianyar. Menindaklanjuti pelanggaran yang terus berulang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar bersama Dinas Perhubungan (Dishub) bertindak tegas dengan mengangkut belasan rombong pedagang dalam sidak yang digelar Senin (2/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.