Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Prihatin Keadaan 4 Anak Yatim Piatu Warga Desa Sakti

Bali Tribune/ TRENYUH - Bupati Suwirta didampingi Nyonya Ayu Suwirta terenyuh melihat nasib 4 anak yatim piatu.
Balitribune.co.id | Semarapura - Saat mengikuti kegiatan bedah desa di kawasan Desa Sakti, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menemukan ada siswa TK. Dia begitu sendu melihat nasib anak TK tersebut. Ketika ditanya kehidupan keluarganya, mereka mengaku tidak memiliki ayah dan ibu. Nyoman Intaran (5) siswa TK didampingi kakaknya I Made Wijaya (13) bercerita pada Bupati bahwa ayahnya seorang nelayan yang hilang saat melaut dan jenazah ayahnya tidak ditemukan warga.
 
Sampai saat ini jenazah ayahnya Nyoman Wirasta (45) asal Desa Sakti, Nusa Penida tidak juga ditemukan setelah tenggelam di laut akibat jatuh dari tebing Pantai Gamat empat bulan lalu, Kamis (2/7)yang lalu. Dia bersaudara 4 orang kini telah menjadi yatim piatu. Dan hidup mereka berempat  terpaksa berpisah karena masing-masing diasuh oleh keluarga Desa Sakti yang berbeda. Kepergian Nyoman Wirasta tersebut membuat keempat anaknya hidup tanpa orang tua. Ni Wayan Nila Lovina (16), I Made Wijaya (13), I Nyoman Intaran (5) dan Ketut Sakti (3) hidup berpisah karena masing-masing dirawat oleh saudara dari almarhum. 
 
Nasib naas mereka alami sebelum ditinggal ayahnya  Nyoman Wirasta meninggal, keempat anak tersebut terlebih dulu ditinggalkan ibunya bernama Ni Nyoman Lunatih pada tahun 2019 yang saat itu mengalami kelumpuhan.
 
Salah seorang kerabat almarhum Nyoman Wirasta yaitu Komang Ardiasa saat ditemui di kediaman almarhum Nyoman Wirasta Desa Sakti mengaku kini anak-anak almarhum telah diasuh secara terpisah. Hal tersebut terpaksa dilakukan agar semua keluarga besar mereka  bisa secara bahu membahu membantu keempat anak almarhum. Penuturan Komang Ardiasa yang merupakan keponakan almarhum mengaku telah mengajak anak nomor dua atas nama Made Wijaya sejak ibunya meninggal dunia tahun 2019. Saat itu Made Wijaya yang masih SD ingin tetap tinggal dengan kakak dan adiknya. Namun karena keadaan tidak memungkinkan karena kondisi ekonomi almarhum maka Komang Ardiasa tetap membujuknya. "Saya bujuk terus biar mau ikut saya. Akhirnya mau dan saya rawat," ujar bapak tiga anak tersebut yang kini telah mengangkat Made Wijaya menjadi anak keempat. 
 
Komang Ardiasa mengaku setelah ditinggal kedua orang tuanya, Made Wijaya sudah bisa mandiri. Ia kini bersekolah di SMP 2 Nusa Penida yang jaraknya 4 km dari tempat tinggalnya di Desa Sakti, Nusa Penida. "Kalau sekolah naik motor karena tidak ada kendaraan umum. Tidak bisa jalan karena jauh sekali," bebernya. 
 
 Kakak pertama Nila Lovina bersama adiknya paling kecil Ketut Sakti (3) kini tinggal di Pulau Lembongan Desa Jungutbatu dirawat oleh Made Wirawan yang merupakan kakak almarhum. Sementara I Nyoman Intaran dirawat di rumahnya oleh Wayan Widrawan saudara kandung almarhum yang memang tinggal satu pekarangan dengan almarhum. 
 
Beruntung kehadiran Bupati Suwirta, Sabtu (7/11), Made Wijaya (13) dan Nyoman Intaran (5). Mereka sangat gembira ketika  Bupati Suwirta hadir seraya  membawakan bingkisan yang berisikan makanan dan sembako kepada mereka. Melihat kondisi memprihatinkan tersebut Bupati Suwirta langsung perintahkan Kadis Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya untuk memberikan bantuan rutin kepada keempat anak yatim piatu itu. "Sudah diupayakan untuk mendapatkan bantuan rutin," jelas Kadissos Gusti Ngurah Agung Mahajaya sesuai perintah Bupati Suwirta kepada dirinya. 
wartawan
Ketut Sugiana
Category

Relokasi PKL Dauhwaru, Upaya Bupati Jembrana Ciptakan Ketertiban Tanpa Matikan Ekonomi Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Ruas jalan Ngurah Rai di selatan lapangan Dauhwaru, Jembrana yang selama ini kerap dikeluhkan pengguna jalan maupun pejalan kaki akan ditertibkan. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan dan di atas trotoar di kawasan tersebut akan direlokasi. Relokasi ini pun mendapat respon dari para PKL

Baca Selengkapnya icon click

Selesaikan Polemik Tata Ruang Jatiluwih, Sanjaya Beri Sinyal Moratorium Bangunan di Sawah

balitribune.co.id | Tabanan – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, memberikan sinyal terkait rencana penerapan moratorium pembangunan di areal persawahan Jatiluwih.

Langkah ini diambil sebagai jalan tengah untuk menyelesaikan polemik tata ruang sekaligus menyelamatkan ekonomi warga yang anjlok drastis akibat penyegelan sejumlah tempat usaha.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PHDI Kota Denpasar Tolak Wacana Nyepi Pada Tilem Kesanga

balitribune.co.id | Denpasar - Menyikapi wacana yang beredar luas tentang pemindahan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan pada Tilem Kesanga Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar menolak keras wacana tersebut. Penolakan tertuang dalam Surat Pernyataan Parisada Hindu  Dharma Indonesia Kota Denpasar tanggal 1 Januari 2026 dengan Nomor : 12/S.P/A/PHDI.DPS/I/2026 Tentang Isu Pergantian Hari Suci Nyepi Pada Tilem ke Sanga.

Baca Selengkapnya icon click

Resahkan Warga, ODGJ Lempar Tanah Kering ke Pemangku Dievakuasi ke RSJ Bangli

balitribune.co.id | Gianyar - Ulah seorang warga Banjar Taman, Desa Bedulu,  Blahbatuh, terhadap seorang pemangku meresahkan warga. Kejadiannya, Sabtu (3/1) pagi lalu,  saat itu Jero Mangku Marsa (70) jadi korban pelemparan menggunakan tanah kering saat berbelanja di sebuah warung. Pelakunya diketahui INS (55) warga setempat yang diketahui penderita kelaianan kejiwaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dana Desa Dipangkas Besar-besaran, Hasil Musdes Bakal Macet

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah kepala desa mengeluhkan pemangkasan Dana Desa (DD) secara besar-besaran oleh pemerintah pusat. Mereka khawatir kebijakan itu akan berdampak serius pada pembangunan di desa, terelebih yang sudah dirancang melalui forum Musyawarah Desa (Musdes). Beberapa usulan masyarakat melalui musdes dipastikan sulit bisa diwujudkan.

Baca Selengkapnya icon click

Dilantik di Kebun Kakao, Pejabat Diminta Pikirkan Isi Perut Rakyat

balitribune.co.id | Negara - Mengawali tahun 2026, sejumlah pejabat di Jembrana mengalami pergeseran. Puluhan pejabat telah dilantik dan diambil sumpahnya. Bahkan pelantikan pejabat di awal tahun ini dilakukan dengan cara yang tak biasa. Seluruh birokrat di Jembrana pun kini kembali diingatkan untuk memikirkan isi perut rakyat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.