Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Prodi Kimia FMIPA Unud melaksanakan Pengabdian di Desa Selumbung

Bali Tribune / PENGABDIAN - Tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Kimia FMIPA Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pengabdian, Kamis (6/7) di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali.

balitribune.co.id | Amlapura - Tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Kimia FMIPA Universitas Udayana melaksanakan kegiatan pengabdian pada hari Kamis (6/7) di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka melaksanakan salah satu kegiatan Tri Dharma Pendidikan Tinggi.

Kegiatan PkM yang diketuai oleh Prof. Dr. Dra. Wiwik Susanah Rita, M.Si ini berjudul “Pelatihan Pembuatan Sabun Mandi Antiseptik Alami Dengan Bahan Aktif Ekstrak Kulit Pisang (Musa x paradisiaca) dan Gel Lidah Buaya (Aloe vera)”. Pada kegiatan ini, tim PkM Program Studi Kimia memperkenalkan bagaimana memanfaatkan kulit pisang hijau lumut dan gel lidah buaya sebagai bahan aktif dalam sabun antiseptik, dan dilakukan praktek langsung pembuatan sabun tersebut. Kegiatan dipandu oleh ketua BPD, bapak I Gede Kartika Wijaya dan dibuka oleh Kepala Desa, Bapak I Wayan Sudiarta.

Ekstrak kulit pisang hijau lumut sangat baik digunakan sebagai bahan tambahan sabun karena dapat mencerahkan kulit dan mengurangi kerutan, pelembab, agen antibakteri, dan memudarkan bekas jerawat. Sementara gel lidah buaya telah dikenal sebagai bahan kecantikan kulit karena gel tersebut dapat menghaluskan, mencerahkan, dan melembabkan kulit, meredahkan peradangan, sebagi antioksidan, dan antibakteri. Dengan penambahan bahan-bahan ini maka dapat meningkatkan kualitas dari sabun yang dihasilkan.

Sabun dibuat dengan mereaksikan minyak kelapa, minyak sawit, minyak zaitun, dan minyak jarak dengan suatu basa (NaOH), selanjutnya ditambahkan bahan-bahan lain seperti gliserin, susu, untuk menjaga kelembutan kulit, ekstrak kulit pisang dan gel lidah buaya sebagai bahan aktif, serta cocamide DEA sebagai pembentuk dan penstabil busa. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu PKK Desa Selumbung untuk berwirausaha dalam skala home industry dengan memanfaat bahan alam di sekitar rumah, dan bisa juga digunakan sebagai souvenir sehingga dapat menambah income ibu-ibu.

Ketua Tim Pengabdian, Prof. Wiwik Susanah Rita memaparkan bahwa kegiatan PkM ini merupakan Program Udayana Mengabdi, salah satu skim PkM yang dimiliki oleh Universitas Udayana. Kegiatan ini juga difasilitasi oleh LPPM Unud. Lebih lanjut, Prof Wiwik menjelaskan bahwa kegiatan ini dibantu oleh 7 orang anggota PkM yang terdiri dari empat orang dosen yakni Putu Suarya, S.Si., M.Si., Dr. Drs. I Wayan Suirta, M.Si., Dra. Emmy Sahara, MSc. (Hons), dan Dr. Drs. I Made Sukadana M.Si. serta tiga orang mahasiswa yakni Bilwatakasa Pusanta, Aqilah Nadhifatul Hayah dan Ni Kadek Novita Yulandari. Anggota PkM berasal dari Program Studi S1 dan S2 Kimia FMIPA Universitas Udayana.

wartawan
ARW
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dinas Pertanian Buleleng Gencarkan Vaksinasi Rabies Gratis, Ribuan Dosis Vaksin Masih Tersisa

balitribune.co.id I Singaraja - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Buleleng melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus mengintensifkan pelayanan vaksinasi rabies sebagai upaya rutin melindungi kesehatan hewan dan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Badung Kekurangan 15 Ribu Lampu Penerangan Jalan

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mencatat kekurangan sekitar 15.000 unit lampu penerangan jalan (LPJ) pada ruas jalan kabupaten. Kekurangan tersebut terungkap berdasarkan evaluasi terhadap data sebaran LPJ yang dibandingkan dengan kebutuhan ideal dalam masterplan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.