Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Prof Dibia ; I Made Sanggra Sastrawan Modern Bali

Almarhum I Made Sanggra
Almarhum I Made Sanggra

BALI TRIBUNE - Seorang budayawan dan seniman handal Bali, Prof Dr I Wayan Dibia SST MA menilai sosok, sastrawan I Made Sanggra (almarhum) mewariskan karya sastra daerah Bali modern yang inspiratif, dikagumi dan diteladani generasi muda sekarang. "Semasa hidup atas seizin almarhum salah satu karya sastra daerah Bali berjudul 'Ketemu ring Tampaksiring' saya angkat dalam pementasan tari arja, hasilnya luar biasa mendapat simpati dan kekaguman masyarakat," kata Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Wayan Dibia di Denpasar, Rabu (20/6) kemarin. Ia mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara bersama Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Udayana Prof Dr I Nyoman Darma Putra pada peluncuran buku kumpulan cerpen dan puisi Bali Anyar "BIR Bali" karya Made Sanggra. Made Sanggra menambahkan, sastrawan kelahiran Sukawati Gianyar itu meninggal dunia pada usia 82 tahun atau tepatnya tanggal, 10 Juni 2007. Karya-karya sastra daerah Bali kini dibukukan dan diluncurkan oleh Yayasan "Dharma Budhaya" Banjar Gelulung, Sukawati, Kabupaten Gianyar. Menurut Prof Dibia, almarhum Made Sanggra kelahiran 1926 selain dikenal sebagai sastrawan daerah Bali modern, juga sebagai seorang pejuang dalam mengusir penjajah dari muka bumi Indonesia. Karya sastra "yang disalin" ke dalam dunia pentas "Ketemu ring Tampaksiring" itu mampu memadukan unsur budaya barat dan budaya timur yang menggarapannya melibatkan seniman mancanegara yang tergabung dalam Sanggar Sekar Jaya Amerika Serikat. Tari arja yang sempat dipentaskan ke luar negeri meraih sukses yang luar biasa, karena mampu mempertemukan dua unsur budaya barat dan budaya timur. "Sukses dalam pementasan seni arja, karya sastra daerah Bali modern kini diangkat dalam pementasan kesenian Drama Gong, dan mudah-mudahan berhasil," ujar Prof Dibia. Sementara Prof Darma Putra mengatakan, banyak yang pantas dikagumi dan diteladani dari sastrawan rendah hati Made Sanggra yang juga sastrawan serba bisa. Selain menulis sastra Bali tradisional seperti geguritan, dia juga menulis sastra Bali modern seperti puisi dan cerita pendek. Tahun 1950-an, dia malah pernah menulis sejumlah puisi dalam bahasa Indonesia. Walaupun menekuni berbagai sastra, nama Made Sanggra lebih harum terpatri dalam dunia sastra Bali modern. Prestasi kreativitasnya mulai bersinar lewat cerita "Ketemu ring Tampaksiring" (KrT) yang ditulisnya awal 1970-an. Hal itu merupakan cerpen sastra Bali modern terbaik dan belum ada yang bisa menandingi sampai kini. Siapa pun hendak mengetahui sastra Bali modern wajiblah membaca cerpen ini. "KrT" melukiskan pertemuan secara kebetulan wartawan Belanda dengan ibunya, orang Bali, di daerah Tampaksiring. Wartawan ini datang ke Bali mengikuti kunjungan kenegaraan Ratu Juliana. Struktur naratifnya indah, nilai pesannya dalam. Tampilnya tokoh Barat dalam cerpen ini menambah sifat modern sastra Bali modern. Buku "KrT" pernah diterbitkan pengarangnya sendiri pada 1970-an, namun stensilan karena terbatasnya biaya. Tahun 2004, lagi atas usaha sendiri, kumpulan cerpen ini dicetak ulang lebih mewah dan terbit dalam tiga bahasa -- Bali, Indonesia, dan Inggris. Kini, buku itu sudah terlihat menjadi koleksi beberapa perpustakaan luar negeri seperti Amerika dan Australia. Penampilan buku tiga-bahasa ini memungkinkan sastra Bali modern untuk dinikmati oleh mereka yang tidak bisa berbahasa Bali. Sastrawan I Made Sanggra (almarhum) memiliki tujuh putra-putri, salah seorang di antaranya Prof Dr I Wayan Windia, ketua pusat penelitian subak Universitas Udayana dan Made Suarsa, dosen Fakultas Sastra Unud. Pada pelaksanaan ritual kemarin dihadiri belasan seniman, budayawan, pencinta sastra termasuk tokoh Puri Kesiman Anak Agung Ngurah Kusuma Wardhana dan pimpinan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) Bagus Ngurah Rai, SH, MBA. Seperti diketahui bersama, Bali kehilangan salah satu sastrawan terbaiknya., I Made Sanggra berpulang pada Rabu (20/6) kemarin. Di masa hidupnya, sastrawan kelahiran Sukawati, Gianyar, tahun 1926 ini sering mengeluarkan biaya sendiri untuk menerbitkan karya-karyanya. Banyak yang pantas dikagumi dan diteladani dari sastrawan rendah hati ini. Made Sanggra merupakan sastrawan serba bisa. Selain menulis sastra Bali tradisional seperti geguritan, dia juga menulis sastra Bali modern seperti puisi dan cerita pendek. Tahun 1950-an, dia malah pernah menulis sejumlah puisi dalam bahasa Indonesia. Penghargaan penting yang sekarang pantas diberikan atas prestasi kreativitasnya pastilah dengan menerbitkan karya-karya yang ditinggalkan.rls  

wartawan
Release
Category

Mulai Pekan Depan, Pemkab Badung Terapkan Denda Sampah Maksimal Rp25 Juta dan Sanksi Tipiring

balitribune.co.id | Mangupura - Pemkab Badung memperketat penegakan aturan kebersihan dengan memberlakukan sanksi denda maksimal Rp 25 juta bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan mulai pekan depan.

Kepala Satpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara menegaskan, pelanggar tidak lagi hanya dikenai sanksi sosial, tetapi langsung diproses secara hukum melalui tindak pidana ringan (tipiring).

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Ngaturang Bhakti Penganyar Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih

balitribune.co.id | Denpasar - Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Soma Pon Wuku Sinta, Senin (6/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPK Mulai Audit Terinci LKPD Badung TA 2025, Bupati Adi Arnawa Instruksikan OPD Kooperatif

balitribune.co.id | Mangupura - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali resmi memulai pemeriksaan terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025. Dimulainya tahapan audit ini ditandai dengan entry meeting yang dihadiri langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, di Ruang Pertemuan Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (6/4).

Baca Selengkapnya icon click

Bertepatan Hari Raya Saraswati, Bupati Gus Par Resmikan Penegerian TK Negeri Sidemen

balitribune.co.id | ​Amlapura - Momentum Hari Raya Saraswati tahun ini menjadi catatan sejarah baru bagi dunia pendidikan anak usia dini di Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, didampingi Bunda PAUD Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parw I Gusti Putu Parwata, didampingi Bunda PAUD Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, saat meresmikan penegerian TK Negeri Sidemen pada Sabtu (4/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Raker dengan PDAM Tirta Mangutama, Komisi III DPRD Basung Dorong Penambahan Reservoar di Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Komisi III DPRD Badung menggelar rapat kerja bersama direksi Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, Senin (6/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, DPRD mendesak percepatan infrastruktur untuk mengatasi krisis air di Kuta Selatan.

Baca Selengkapnya icon click

Pererat Silaturahmi, Kacab Auto2000 Probolinggo Hadiri Resepsi Mewah di Sanur

balitribune.co.id | Denpasar – Komitmen dalam menjaga hubungan baik lintas wilayah ditunjukkan secara nyata oleh Tonggi Silalahi, Kepala Cabang (Kacab) Auto2000 Probolinggo. Meski kini tengah mengemban tugas di Jawa Timur, Tonggi menyempatkan diri hadir langsung dalam resepsi pernikahan pasangan Jimmy Susilo dan Gusti Ayu Diah Candradewi yang digelar di The Meru Sanur, Denpasar, Minggu (5/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.