Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Program Diskon Dapat Merangsang Penggunaan Uang Elektronik

Bali Tribune/DARI KIRI KE KANAN - Manajer Fungsi Analisis Sistem Pembayaran dan Keuangan Inklusif, KPw BI Prov. Bali, Achmad; Deputi Direktur KPw BI Prov. Bali, Teguh Setiadi; Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah, Djainul Arifin; Direktur Bisnis Non Kredit BPD Bali, Nyoman Sumanaya.

balitribune.co.id | Denpasar - Dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Kordinasi yang digelar KPw BI Bali yang mengambil tema "Peningkatan Elektronifikasi Pembayaran (Transaksi Non Tunai) di Toko Ritel dan Pusat Pembelanjaan," terungkap jika program diskon yang kerap dilakukan pusat pembelanjaan ataupun shopping mall ternyata dianggap ampuh untuk merangsang penggunaan uang elektronik atau non tunai. Hal itu dikatakan Sekretaris Pusat Pengelola Pusat Belanja Indonesia DPD Bali, Zenzen Guisi Halmis di Kantor KPw BI Bali, Rabu (10/7). 

Dari asosiasi sebenarnya dikatakan Zenzen mendorong dan menghimbau para tenan untuk menggunakan non tunai dalam menerima transaksi, namun semua kebijakan tergantung para tenan. Pihaknya tidak bisa memaksa, karena hanya menyediakan tempat saja. "Program ini sebenarnya bagus karena didukung oleh beberapa bank, artinya benefitnya bisa ke bank juga ke tenant, apalagi ada kemudahan dalam transaksi," katanya. 

Dukungan dari masing-masing tenan memang diperlukan, akan tetapi perlu disadari tenant yang ada hampir 70 persen berkantor pusat di Jakarta. "Kita minta kepada Bank Indonesia mengeluarkan surat edaran agar tenant yang ada bisa ikut mendorong terciptanya transaksi non tunai atau program Gerakan Non Tunai," imbuhnya. 

Seperti diketahui Pemerintah melalui Bank Indonesia terus mendorong penggunaan uang non tunai, hal ini sesuai dengan PBI No. 20/6/PBI/2018 tentang uang elektronik. Sosialisasi terus dilakukan baik kepada perbankan, merchant ataupun masyarakat. Deputi Direktur KPw BI Bali, Teguh Setiadi disela Focus Group Discussion dengan perbankan di Bali bersama para tenan mengatakan tujuan dari pertemuan ini yaitu adanya peningkatan transaksi non tunai agar lebih membudaya lagi.

"Kalau untuk generasi milenial penggunaan uang elektronik sudah "well accepted" atau bisa diterima, tapi untuk generasi sebelumnya yang masih perlu di dorong kesadarannya," ucap Teguh. 

Dihadapkan pada budaya atau tradisi memegang uang tunai itu masih ada dan porsinya cukup besar, tapi data yang ada di BI menunjukkan transaksi non tunai mengalami peningkatan. Teguh menyebutkan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) di Bali mencapai 2.995.520., yang terdiri dari ATM (3.17.744 kartu), debet (2.316.714 kartu), kartu kredit (361.059 kartu), sedangkan nilai transaksi hingga Mei 2019 mencapai Rp2,2 triliun. 

"Cenderung meningkat transaksi non tunai dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Lantas Teguh juga mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi terkait sosialisasi penggunaan uang elektronik antaranya soal kebiasaan, artinya kalau tidak memegang duit dirasa kurang pas, terutama bagi masyarakat yang di pelosok dan generasi sebelumnya. Infrastruktur juga mempengaruhi, terutama jaringan signal dari provider, lantas juga soal biaya yang dikenakan oleh perbankan atas penggunaan kartu (perbankan-issuer). 

"Satu hal yang menggangu jika sering gagalnya transaksi non tunai akibat infrastruktur yang rusak, malahan masyarakat kembali ke pembayaran tunai, masyarakat kapok jadinya," ungkapnya sembari berharap terciptanya satu mesin EDC untuk semua bank. "Jadi ndak perlu diatas meja kasir banyak ada mesin EDC," sebutnya lagi. 

Apa yang disampaikan Teguh bukan tanpa sebab, pasalnya ketika masyarakat tidak menggunakan tunai lagi, jadi banyak kartu dengan banyak PIN, tentu ini problem tersendiri yang mesti dipecahkan. 

"Untuk itu kita ingin satu mesin EDC bisa digunakan oleh semua bank, dengan satu kartu juga," tandasnya. /uni

 

wartawan
Arief Wibisono
Category

Proyek Dermaga Gilimanuk Picu Antrean Panjang, Polisi Siaga di Gilimanuk

balitribune.co.id | Negara — Pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga Mobile Bridge (MB) 2 di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitarnya. Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa terpantau mengekor hingga keluar kawasan pelabuhan.

Baca Selengkapnya icon click

Menuju 70 Tahun, Astra Rilis Logo Baru Serta Galang Donasi untuk NTT

balitribune.co.id | Jakarta - Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, and kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

FIFGROUP Peduli Salurkan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

balitribune.co.id | Kupang - Bencana Gempa bumi yang melanda wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026). 

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp3.6 miliar lebih.

Baca Selengkapnya icon click

Menolak Bantuan Asing Saat Flores Menangis

balitribune.co.id I Bencana alam selalu menjadi cermin paling jujur untuk melihat kesiapan sebuah negara. Ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus 2026 ini, riak yang muncul bukan sekadar urusan patahan tektonik, melainkan patahan birokrasi yang akut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.