Pujawali,Pemedek Pura Goa Lawah Sterilisasi Sampah Plastik | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 19 September 2020
Diposting : 12 August 2019 23:17
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Prajuru Pura GoaLawah saat nedunang pralingga Ida Bhatara yang berstanadi pura tersebut. Puncak karya di puraini berlangsung pada, Selasa (13/8) besok.
balitribune.co.id | Semarapura - Puncak pelaksanaan pujawali di Pura Goa Lawah berlangsung pada rahina Anggara Kliwon wuku Medangsia,Selasa (13/8) besok. 
 
Serangkaian dengan prosesi ritual dimaksud, panitia Pura setempat jauh-jauh hari telah menghimbau semua pemedek yang tangkil nantinya tidak menggunakan tas plastik (kresek) sekali pakai dan membawa tempat tirta saat sembahyang ke Pura Goa Lawah.
 
Himbauan itu disampaikan tidak terbatas pada umat Hindu di Bali saja namun disampaikan juga kepada umat Hindu dari luar Bali yang ingin bersembahyang ke pura itu.
 
“Pada kesempatan ini kami menghimbau kembali kepada pemedek agar tidak memakai kantong plastik (tas kresek sekali pakai,red), tidak merokok di areal pura serta membawa tempat tirtha sendiri,” ujar dr. Bagus Darmayasa selaku Bendesa Pura Goa Lawah, Minggu(11/8)kemarin.
 
Menurutnya, dengan tidak menggunakan atau membawa plastik (kresek sekali pakai,red) merupakan bentuk dukungan terhadap Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai. 
 
Lanjut dr.Bagus Darmayasa, dengan tidak membawa plastik (tas kresek sekali pakai,red) merupakan langkah nyata kepedulian umat dalam menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap kawasan suci.
 
Pujawali di Pura Goa Lawah ini ungkap dr. Bagus Darmayasa dipuput dua sulinggih yakni, Ida Pedanda Keniten dan Ida Pedanda Istri dari Gria Dawan Kelod Klungkung.
 
Adapun Ida Bhatara ring Pura Goa Lawah katuran masineb pada, Jumat (16/8) nanti.
 
Untuk diketahui, Pura Goa Lawah dibangun oleh Ida Pedanda Saksi Wawu Rauh atau yang lebih dikenal dengan nama Danghyang Niratha sekitar abad XVI.(u)