Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Puluhan Hektare Padi Rebah Akibat Angin Kencang, Petani Jembrana Rugi

Bali Tribune/pam
Tanaman padi rebah akibat hujan dan angin kencang.

Negara | Bali Tribune.co.id - Cuaca ekstrim yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir dampaknya kini dirasakan oleh petani padi di Jembrana. Akibat hujan disertai angin kencang puluhan hektare padi siap panen rebah. Petani pun terancam merugi karena harga jual gabah akan semakin murah dan hasil panen menurun.

Seperti yang kini dialami oleh para petani di wilayah Kecamatan Jembrana. Kondisi tanaman padi di areal persawahan kawasan Subak Pendem di Kelurahan Pendem, serta areal persawahan kawasan Subak Tegallantang di Keluarahan Dauhwaru, yang telah siap panen justru rata dengan tanah. Tanaman padi yang rebah setelah diguyur hujan dan diterjang angin ini mencapai puluhan hektar. Bahkan pantauan diareal persawahan dikawasan subak tersebut tampak hamparan tanaman padi yang sudah menguning nyaris tidak ada yang berdiri tegak.

Petani krama subak menyebut lebih dari 45 hektare padi jenis Chierang  yang siap dipanen kini kondisinya rebah. Salah seroang petani krama Subak Pendem, Made Karta mengaku tanaman padinya seluas 60 are hampir seluruhnya rebah. ”Musim hujan yang  masih berlangsung, membuat  tanaman  padi  rebah. Seminggu  ini  hampir seluruh petani  mengeluhkan  padinya rebah disapu  hujan  angina,” ungkapnya. Kendati menurutnya tanaman padi yang rebah itu masih bisa dipanen namun akan menyulitkan saat panen lantaran bulir padi melekat ke tanah.

Para petani mengaku sudah menerima panjar (uang muka) pembelian gabah dari para saudagar. Namun dengan kondisi tanaman padi yang rebah seperti saat ini dipastikan harga jual gabah akan menurun. Salah seorang petani padi dikawasan Subak tegalantang, I Wayan Merta mengaku tanaman padinya  sudah dipanjar suadagar Rp 325 ribu per are, “Kalau sudah keadaan rebah yang pasti harganya akan dipotong saudagar. Kalau dipanen sekitar minggu ini, biasanya saudagar tak tanggung memotong harga  hingga Rp 50 ribu per arenya,” ujarnya.

Menurutnya, tanaman padi jenis invari disubak seluas 20 hektare ini hampir seluruhnya rebah sejak hujan mengguyur beberapa pekan belakangan ini. “Imbasnya harga padi akan dikurangi  dari harga normal,” keluhnya. Dengan kondisi hampir semua petak sawah di areal persawahan yang lokasinya dibarat Komplek Civic Center Pecangakan Jembrana ini terkena dampak hujan angin, para petani krama subak ini kini berharap petugas pertanian bisa turun mendata kerusakan tanaman padi akibat cuaca ekstrem ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama mengatakan kendati padi yang kondisi rebah karena guyuran hujan dan tersapu angin masih bisa dipanen, namun pihaknya khawatir apabila kembali turun hujan deras yang menyebabkan bulir padi akan terendam. “Kondisi ini jelas dimainkan oleh para saudagar untuk melakukan penawaran kembali dan menurunkan harga beli pada. Kami berharap petani tidak lagi menjual padi, tetapi petani menjual gabah sehingga harga tidak dimainkan,” tandasnya. pam

wartawan
habit
Category

GIPI Bali Harap Proyek PFII di Bali Membawa Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

balitribune.co.id | Denpasar - Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali atau Bali Tourism Board (BTB) berharap segala program pemerintah pusat yang bertempat di Bali membawa dampak positif bagi masyarakat lokal. "Program pemerintah ini (Bali sebagai Pusat Finansial Internasional Indonesia/PFII) harus berguna buat masyarakat jangan sampai kita tertinggal," ucap Ketua GIPI Bali/BTB, Ida Bagus Agung Partha Adnyana di Denpasar, Sabtu (8/8).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Salah Paham, Pemuda Asal NTT Dikeroyok Sekelompok Orang di Klungkung

balitribune.co.id | Semarapura - Kasus pengeroyokan yang melibatkan pendatang kembali terjadi di wilayah Kabupaten Klungkung. Setelah sebelumnya sempat viral insiden keributan di barat Pasar Galiran, peristiwa serupa kini menimpa seorang pemuda asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Lepas Peserta Honda ADV160 Jelajah 2 Alam

balitribune.co.id | Denpasar - Astra Motor Bali secara resmi melepas para peserta kegiatan "Honda ADV160 Jelajah 2 Alam" di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Jumat (7/8/2026) sore. Pelepasan yang dilakukan pukul 16.00 Wita ini menandai dimulainya perjalanan para pencinta skutik penjelajah untuk merasakan pengalaman berkendara menaklukkan dua karakter alam dan budaya Pulau Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

balitribune.co.id | Jakarta – Astra Honda Racing Team (AHRT) siap menghadapi putaran keempat Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) 2026 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 7–9 Agustus 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sasar Warga Rentan, Denpasar Siapkan Rp1,152 Triliun

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,152 triliun untuk mengintervensi sekitar 18.000 warga kelompok rentan yang berada di ambang garis kemiskinan. Langkah strategis ini diambil guna menjaga masyarakat yang berada pada kelompok desil 5 dan 6 tersebut agar tidak merosot ke kategori miskin.

Baca Selengkapnya icon click

Lewat Program TPBIS, Siswa Belajar Aksara dan Masatua Bali

balitribune.co.id I Denpasar – Upaya melestarikan Bahasa dan Aksara Bali terus diperkuat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Tahun ini, sebanyak 63 siswa kelas IV dan V SD Negeri 17 Dangin Puri mendapat pelatihan menulis Aksara Bali serta Masatua atau mendongeng menggunakan Bahasa Bali yang berlangsung selama Agustus hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.