Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pungli di Disdukcapil Buleleng, Bisa Jual Beli Nomor Antrian

Bali Tribune/ Kadisdukcapil Buleleng,Putu Ayu Reika Nurhaeni bersama Kepala Inspektorat Buleleng I Putu Yasa saat memberikan keterangan dugaan pungli jual beli nomor antri di Disdukcapil.
balitribune.co.id | Singaraja - Praktik jual beli nomor antrian terungkap di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng. Ironisnya, pelaku diduga oknum pegawai dengan memanfaatkan siswa magang untuk menjalankan praktik jual beli nomor antrian.
 
Cara culas memanfaatkan situasi kantor Disdukcapil  yang selalu ramai oleh pemohon,sepertinya sudah lama berlangsung.Namun baru terbongkar setelah salah satu warga menumpahkan kekesalannya melalui laman  face booknya.
 
Adalah warga Desa Banyuatis,Kecamatan Banjar bernama Ani Nanny memposting keluhan layanan Disdukacapil lewat laman face booknya.Diawali dengan menyebut prilaku koruptor saat antri  untuk nomor antrian  permohonan KTP.Hanya saja oleh petugas nomor antrian dikatakan sudah habis.Padahal waktu masih menunjukkan pukul 09.00. 
 
Tapi, lima menit berselang ada pegawai yang diduga siswa magang mendatanginya dan menawarkan nomor antrian KTP dengan harga Rp 30 ribu.
 
"Dia mencolek saya  membawa saya keluar kantor tanpa ada rasa khawatir bilang saya ada nomor antrian KTP.Tunggu aja masa kerjamu untuk melayani masyarakat tidak  berlangsung lama,"tulis Ani dalam akun facebooknya.
 
Pasca Ani Nanny memposting kelakuan pegawai di lingkungan Disdukcapil,Jumat (31/1),Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni langsung memanggil stafnya yang dianggap mengetahui kasus pungli itu.
 
Hanya saja,Kadisdukcapil berdalih masih melakukan pendalaman.Termasuk memanggil dua pihak yang dianggap terlibat dalam kasus itu.
 
“Soal dugaan jual beli nomor antrian, kami belum bisa berikan jawaban karena masih mendalami. Kami juga sudah koordinasi dengan inspektorat Buleleng untuk menindaklajuti kasus ini,” katanya.
 
Atas peristiwa itu,Disdukcapil Buleleng langsung memanggil siswa magang termasuk kepala sekolah hingga mengecek rekaman CCTV untuk memastikan kebenaran praktik pungli itu.
 
Reika membenarkan adanya lonjakan pemohon setelah blangko E-KTP  sudah tersedia setelah sebelumnya masyarakat hanya diberikan  surat keterangan (Suket), lantaran blangko E-KTP tidak tersedia sejak Agustus 2019 lalu.  
 
“Rata-rata kami 300 antrian setiap harinya melayani pembuatan E-KTP. Itupun belum termasuk pembuatan KK, AKTA dan lainnya,”ujar Reika.
 
Sedangkan Kepala Inspektorat Buleleng I Putu Yasa meminta waktu untuk mendalami dan menelusuri dugaan pungli nomor antrian untuk pengurusan administrasi kependudukan.Yasa mengaku akan  secepatnya memeriksa kedua belah pihak baik yang mengadu atau yang terlapor. “Termasuk meminta rekaman CCTV,” tandasnya.
wartawan
Khairil Anwar
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Pangkas Waktu Tempuh 78%, Kecepatan Melonjak 5 Kali Lipat

balitribune.co.id | Mangupura - Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukan hasil yang signifikan, berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh kinerja jaringan sebagai berikut, waktu tempuh rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit, sedangkan setelah rekayasa lalu

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

ACK Bualu Terbakar Hebat, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

ACK Bualu Terbakar, Kerugian Ratusan Juta

 

balitribune.co.id | Denpasar - Kebakaran hebat melanda outlet Ayam Crispy Krunchy (ACK) Bualu yang berlokasi di Jalan Kurusetra, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, pada Selasa (20/1) pukul 13.15 WITA. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah ini mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Baca Selengkapnya icon click

Bobol 10 SD di Jembrana, Pencuri Spesialis Laptop dan Proyektor Diringkus Polisi

balitribune.co.id | Negara - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jembrana berhasil membekuk DS, seorang spesialis pencurian barang inventaris sekolah yang telah meresahkan wilayah Bali. Pria asal Kabupaten Tabanan ini diketahui telah menyasar sedikitnya 10 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Jembrana dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.