Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Pungutan Bertubi, Orang Tua Siswa SDN 7 Gianyar Berkeluh

pungutan
KELUHKAN - Orangtua siswa SDN 7 Gianyar keluhkan pungutan bertubi-tubi.

BALI TRIBUNE - Sejumlah orangtua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 7 Gianyar, mengeluhkan pungutan untuk biaya renovasi serta kelengkapan  sekolah. Mereka menilai, jumlah pungutan sebesar Rp 1 juta per orangtua murid itu memberatkan. Padahal sebelumnya, mereka sudah dikenakan uang sukarela yang dibayar dengan besaran beragam.

Orangtua siswa kelas I SDN 7 Gianyar yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pungutan itu diberitahukan pihak sekolah melalui rapat dengan seluruh orang tua murid dan komite sekolah, seminggu lalu. Setiap orang tua murid dibebani biaya Rp  juta. “Bagi saya yang hanya buruh serabutan, uang sejumlah itu sangat besar,” katanya, Senin (1/8).

Dia menuturkan, uang sejumlah itu terdiri dari dua kebutuan. Masing-masing Rp 680.000untk pengadaan bangku dan rehab rumah dinas kepala sekolah yang akan diginka sebgai ruang kelas. Dan senilaia Rp 320.000 untuk seragam endek dan olahragaserat segala atributnya. “Saya heran, karena renovasi sekolah kelengkapan bangku yang seharusnya dibiayai anggaran pemerintah justru malah dibebankan kepada orang tua,” herannya.

Diakuinya,  sebelum dilakukan pungutan, orangtua murid diundang rapat bersama di sekolah. Namun bukan rapat yang dilaporkan, malah mereka diminta mendengarkan hasil rapat yang dilakukan pihak komite dan sekolah. Pada rapat itu, merasa keberatan namun banyak  orangtua yang diam saja.  Apalagi, mereka yang  warga pendatang, yang sedikit kesulitan mencarikan anaknya sekolah. “Saat awal pendaftaran kami juga disodorkan blangko pernyataan sumbangan sukarela. Saat itu saya bayar Rp 200 ribu, sekarang nilainya  Rp 1 Juta, sangat berat bagi saya” terangnya.

Sayang, ditemui di sekolah, Kepala SDN 7 Gianyar, Pudji Winarni sedang izin. Sedangkan beberapa guru yang ditemui enggan berkomentar dan mengarahkan ke kepala sekolah  dan ketua komite dengan menyodorkan nomor telpon. Namun, penjelasan beluam juga didapat, karena telpon   kepala sekolah yang diberikannya tidak aktif.

Atas pungutan ini, anggota Komisi IV DPRD Gianyar,  Cokorda Gede Putra Pemayun, sangat geram. Pihaknya menyayangkan jika masih saja ada pembebanan biaya pengadaan infrastruktur  sekolah yang dibebankan ke orangtua siswa. Meskipun sudah dilakukan melalui rapat komite dan mendapat persetujuan orangtua, tetap tidak benar. “Pengadaan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah. Saya akan koordinasikan ke  Disdik Gianyar, setidaknya meminta penjelasan pihak sekolah dan komite,” terangnya.

Secara terpisah,  Kepala Disdik Gianyar, Made Suradnya mengaku terkejut atas hal terebut. Dia sependapat jika iuran atau sumbangan  apapa pun bentuknya tidak dibenarkan. Apalagi  pengadaan bangku, dan rebah sekolah merupakan tanggung jawab pemerintah. “Secepatnya, kami akan panggil kepala sekolahnya. Apalagi, ini sudah meresahkan orang tua siswa,” terangnya singkat.

wartawan
redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.