Pura Tirta Sudamala Terapkan Protokol Kesehatan | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 5 July 2020 19:11
A.A. Samudra Dinata - Bali Tribune
Bali Tribune / SUHU TUBUH - Pemeriksaan suhu tubuh pemedek yang akan melukat di Tirta Sudamala, Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli, Minggu (5/7).

balitribune.co.id | BangliSebagai tempat melukat (membersihkan diri) Tirta Sudamala di Banjar Sedit, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli cukup ramai didatangi pemedek, bertepatan dengan  Rahina Banyupinaruh, Minggu (5/7). Sementara Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan, ditengah pandemic Covid-19  pengelola menerapkan  protokol kesehatan bagi pemedek yang datang. 

Kelian Banjar Adat Sedit, Jro Mangku Nengah Armada mengatakan walaupun untuk objek wisata relegi belum dibuka namun bertepatan dengan Rahina Banyupinaruh, pemedek  yang tangkil  ke Pura Tirta Sudamala sangat ramai.  Pemedek yang tangkil  selain lokal Bangli juga datang dari luar daerah seperti Gianyar, Karangasem. "Memang suasananya tidak seramai Banyupinaruh sebelumnya, namun demikian mereka yang datang ada juga dari luar Bangli," ungkapnya. 

Mengantisipasi ramainya pemedek yang tangkil, pengelola wisata religi ini sudah melakukan berbagi persiapan. Menurut Jro Mangku Armada, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, seperti menyiapkan tenaga untuk melakukan pemantauan dalam penerapan protokol kesehatan. Selain itu disiapkan pula sarana pendukung seperti hand sanitizer, masker."Kami sudah mempersiapakan fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan," sebutnya. 

Untuk penerapan protokol kesehatan, sebelum memasuki areal Pura Tirta Sudamala, pemedek dicek suhu tubuh. Selanjutnya diarahkan ke lokasi penglukatan. Para pemedek diatur jarak saat melukat maupun melakukan persembahyangan. "Jumlah dibatasi, satu kloter kisaran 20-25 orang, sehingga jarak pemedek dapat diatur," kata Jro Mangku Armada. 

Kata Jro Mangku Armada untuk obyek wisata relegi Pura Tirta Sudamala memang belum dibuka dimana pengelola mengikuti intruksi pemerintah. ”Selama masih belum dibuka secara resmi pemedek yang tangkil tidak dipungkut biaya. Jika sebelumnya dikenakan dana kebersihan. "Moment Banyupinaruh kami jadikan acuan menyongsong new normal, jika dalam pelaksanaan ada kekurangan tentu nantinya akan kami evaluasi,” sebut  Jro Mangku Armada.