Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rahina Tumpek Wariga Bank BPD Bali Gaungkan Green Ekonomi dan Taksonomi Hijau

Bali Tribune / PERSEMBAHYANGAN - Bank BPD Bali bersama tim PPATK melaksanakan penghijauan, usai persembahyangan bersama di Pura Luhur Silayukti, Kecamatan Manggis, Karangasem, Sabtu (14/5).

balitribune.co.id | KarangasemBertepatan dengan “Rahina Tumpek Wariga” jajaran Direksi dan Komisaris Bank BPD Bali, bersama rombongan PPATK  melaksanakan kegiatan penghijauan dengan menanam bersama sekitar 400 bibit pohon bunga dan buah, seperti Cempaka dan Sandat serta pohon Kelapa di sekitar kawasan Pura Luhur Silayukti dan Pura Luhur Andakasa, Karangasem, Sabtu (14/5). Pada kesempatan itu juga Bank BPD Bali menyerahkan dana punia masing-masing Rp10 juta, 

Kegiatan ini, digelar seiring adanya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2022 tentang Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali Berdasarkan Nilai Nilai Kearifan Lokal Sad Kerthi Dalam Bali Era Baru. Gubernur Bali, DR.Ir. Wayan Koster, MM., juga telah mengeluarkan Intruksi Gubernur Bali Nomor 06 Tahun 2022 Tentang Perayaan Rahina Tumpek Wariga Sebagai Upacara Wana Kerti. Pada perayaan Tumpek Wariga atau Tumpek Bubuh yang jatuh pada Sabtu, 14 Mei 2022 mengajak seluruh komponen masyarakat Bali, mulai dari Pemerintah Provinsi Bali, lembaga vertikal, bupati/walikota se-Bali, majelis desa adat, lembaga pendidikan, desa kelurahan, organisasi kemasyarakatan, dan swasta seBali untuk dapat melaksanakan upacara atau perayaan Rahina Tumpek Wariga secara niskala dan sekala.

Saat itu, hadir Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH., MH bersama Direktur Operasional, Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., MM., dan Direktur Kredit, Made Lestara Widiatmika, SE., beserta Komisaris Utama, Ida Bagus Putu Anom Redhi, SH., MM., Komisaris Non Independen Wisnu Bawa Temaja, SH., MH., dan Komisaris Independen Ida Bagus Wibawa turun bersama para Kepala Divisi dan Kepala Cabang Bank BPD Bali, sekaligus memberikan Laba Wenara atau makanan kera di Pura Luhur Silayukti sebagai wujud menjaga hubungan antara manusia dengan alam dan isinya. 

Dalam tata pelaksanaan Tumpek Wariga, masyarakat diajak untuk menanam dan merawat pohon yang telah memberikan sumber kehidupan. "Serangkaian surat edaran Gubernur Bali tentang Tata Titi Kehidupan Masyarakat Bali yang kebetulan bertepatan dengan Tumpek Wariga melaksanakan persembahyangan bersama dan melakukan kegiatan Wana Kerthi dengan penghijauan pohon yang berguna di sekitar pura dan masyarakat, berupa pohon bunga, dan buah-buahan," ujar Sudharma, seraya menyebutkan kegiatan ini serangkaian HUT ke-60 Bank BPD Bali yang juga dikaitkan dengan Indonesia sebagai Tuan Rumah G20, sehingga sebagai Presidensi G20 juga di dalamnya ada kegiatan penghijauan. "Jadi kita mendukung program pemerintah daerah dan pusat maupun global. Tujuannya agar Bumi ini bisa dijaga dan diselamatkan," imbuh direksi asal Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung ini. 

Selain itu, dikatakan sebagai lembaga perbankan, Bank BPD Bali juga diharapkan oleh regulator, agar ikut menggenjot kegiatan green economy dan taksonomi hijau, sehingga produk dan layanan Bank BPD Bali ke depan akan berkaitan dengan alam. Ekonomi hijau ini, adalah gagasan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakat, sekaligus secara signifikan mengurangi risiko kerusakan lingkungan. Kegiatan ekonomi hijau mengacu pada beberapa prinsip utama, antara lain rendah emisi karbon, selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan, berbasis sumber daya dan energi terbarukan, hemat sumber daya alam, dan berkeadilan sosial. Apalagi urgensi untuk mengimplementasikan praktik ekonomi hijau semakin tinggi. Pandemi Covid-19 juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi pentingnya penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam seluruh aktivitas pembangunan. 

Karena itulah, sektor jasa keuangan punya peran signifikan dalam mengakselerasi progres menuju terwujudnya ekonomi hijau. Kebijakan dan strategi yang jitu pun diperlukan sebagai panduan untuk menggeser pola bisnis konvensional menjadi berkelanjutan. Salah satu komponen penting dalam peta jalan tersebut adalah kebijakan Taksonomi Hijau untuk mempercepat program pembiayaan dengan prinsip berkelanjutan di sektor jasa keuangan. Taksonomi hijau adalah klasifikasi sektor berdasarkan kegiatan usaha yang mendukung upaya perlindungan lingkungan hidup serta mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Hal ini diharapkan dapat menjadi acuan lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik dalam menyamakan persepsi tentang kegiatan usaha yang tergolong hijau.

Untuk itu, ke depan Bank BPD Bali juga telah mengimplementasikan Surat Edaran Gubernur Bali mengenai Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai secara bertahap yang mulai dilaksanakan di tahun 2022. Untuk itu, kegiatan ini untuk mendukung program pemerintah menumbuhkan kembangkan dan mengapresiasi masyarakat untuk menjaga alam dan lingkungan dengan sebaik-baiknya, agar tidak terjadi perubahan iklim. Seperti suhu udara di Kuwait yang telah diklaim sebagai suhu tertinggi di dunia yang mencapai 52,2 derajat Celcius pada sore hari dan 63 derajat Celcius di bawah sinar matahari langsung. "Baca running teks berita di Kuwait panasnya sampai 63 derajat (Celsius, red), kita saja 38 derajat, makanya kalau alam tidak dijaga dari emisi karbon kejadiannya akan seperti itu," beber peraih TOP Leader On CSR Commitment 2022 itu.

Dijelaskan, selain aksi sosial dan penghijauan lingkungan, selanjutnya akan dilaksanakan kegiatan kelestarian adat dan budaya, seperti lomba busana pakaian endek, serta kegiatan e-sports yang berkaitan dengan digital. "Jadi kegiatan digital jalan, dan kegiatan alam juga jalan," sebutnya. Kemudian juga ada pertandingan tenis, dan lomba band untuk menumbuhkan kreatifitas seni anak sekolah. "Karena selama dua tahun ini kan vakum, sehingga kami memberikan ruang untuk generasi muda, sekaligus memperkenalkan Bank BPD Bali kepada kaum milenial, terutama anak sekolah, agar lebih meningkat kapasitasnya setelah 10 atau 20 tahun lagi akan menjadi pengusaha dan nasabah Bank BPD Bali," imbuh Sudharma.

wartawan
ARW
Category

Pecatu Darurat Air dan Marak Pencurian Meteran, Made Sumerta Desak Progres Nyata PDAM Badung

balitribune.co.id | Mangupura -  Anggota DPRD Kabupaten Badung, I Made Sumerta, memberikan atensi serius terhadap rentetan kasus pencurian meteran air (water meter) milik Perumda Tirta Mangutama (PDAM) Badung yang kian masif di wilayah Kuta Selatan. Selain masalah kriminalitas, politisi PDI Perjuangan ini juga menyoroti krisis distribusi air yang tak kunjung teratasi di Desa Pecatu.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Hadiri Prosesi Ngodak Pelawatan di Pura Dalem Bebalang Carangsari

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri sekaligus menjadi upasaksi dalam rangkaian Karya Ngodak Pelawatan Ida Sesuhunan di Pura Dalem Bebalang, Desa Adat Carangsari, Kecamatan Petang, Rabu (25/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mahkamah Agung Ambil Sumpah Dewan Komisioner OJK Baru, Perkuat Stabilitas Sektor Keuangan Nasional

balitribune.co.id | Jakarta - Tujuh Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengucapkan sumpah jabatan di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). Pengambilan sumpah dilakukan langsung oleh Ketua Mahkamah Agung Sunarto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Anggota Dewan Komisioner OJK.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kadisparbud Bangli Tegaskan Pungutan Retribusi Kintamani yang Viral Adalah Resmi dan Sesuai SOP

balitribune.co.id | Bangli - Pungutan retribusi wisata Kintamani, Bangli kembali viral dan menuai pro-kontra. Pasalnya, pungutan retribusi dilakukan di badan jalan. Menyikapi realita tersebut, Kadis Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli I Wayan Dirgayusa angkat bicara. Mantan Camat Kintamani ini mengatakan bahwa petugas yang melakukan pungutan adalah petugas resmi Pemkab Bangli. 

Baca Selengkapnya icon click

Proyek Shortcut 9-10 Terancam Mandek, Warga Pegayaman Tolak Ganti Rugi Lahan

balitribune.co.id I Singaraja - Pembangunan proyek jalan pintas (shortcut) titik 9 dan 10 yang melintasi Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, masih menyisakan persoalan pelik. Sejumlah warga pemilik lahan menyatakan keberatan dan menolak nilai ganti rugi yang ditetapkan pemerintah karena dianggap tidak adil dan jauh dari harapan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.