Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Raih Medali Emas JDIE 2023, Pelajar Jembrana Berjuang dengan Bekal Minim di Jepang

Bali Tribune / PRESTASI - Ditengah prestasi yang diraih di tingkat internasional, I Putu Agus Restu Astika Putra (18) berangkat ke Jepang dengan biaya pribadi.
balitribune.co.id | NegaraSalah satu pemuda Jembrana berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Namun ditengah perjuangan hingga meraih medali emas, pelajar ini harus berjuang keras untuk bertahan hidup. Terlebih keberangkatannya ke Tokyo, Jepang tidak mendapat biaya dari pemerintah. 
 
Kisah haru dialami salah seorang pelajar SMA Negeri 2 Negara, I Putu Agus Restu Astika Putra (18). Peraih medali emas dalam ajang Japan Design & Invention Expo 2023 (JDIE) di Tokyo pada tanggal 8 Juli 2023 ini juga harus berjuang bertahan hidup selama berada di negeri Sakura. Kendati berhasil mengalahkan peserta dari 25 negara lainnya, ia pun harus berpindah-pindah tempat menginap untuk menghemat biaya karena bekalnya yang minim.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun Bali Tribune, Minggu (9/7), pemuda yang akrab disapa Restu ini berhasil lolos mengikuti kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh World Invention Intelectual Property Association dan Chizal Corporation. Ia berangkat sendirian dari Jembrana pada Selasa (4/7). Bahkan dikabarkan keberangkatannya ke Jepang, baik biaya perjalanan maupun penginapan di negeri Sakura menggunakan dana pribadi.
 
Meskipun kompetisi sudah berakhir, Pemenang medali emas JDIE 2023 ini mengaku dirinya saat ini masih berada di Jepang. Karena harga tiket pulang yang tinggi, ia memilih tiket dengan harga terjangkau pada Selasa (11/7).
 
"Saya masih berada di Jepang karena ingin menghemat biaya, jadi saya memilih tiket pulang yang murah saja. Saya juga harus berpindah-pindah tempat menginap, mencari hotel kapsul murah yang tersedia," ungkapnya melalui media perpesanan Whatsapp. 
 
Siswa kelas XII ini menuturkan dirinya harus berjuang bertahan hidup di Jepang. Bekalnya yang terbatas harus dihemat untuk biaya makan selama di Jepang. Ia mengaku harus putar otak untuk mencari makanan yang memang harganya terjangkau dan tidak menghambur-hamburkan uang, termasuk juga harus mencari jaringan internet gratis.
 
"Saya harus menghemat makanan agar bisa pulang. Saya mengandalkan WiFi gratis untuk berkomunikasi dengan keluarga di rumah," ujarnya.
 
Tidak seperti kontestan perlombaan pada umumnya yang mendapat akomodasi yang nyaman, selama di Jepang ia bermalam di hotel kapsul. Bahkan ia berencana untuk menginap di bandara pada malam terakhirnya di Jepang. Selain untuk menghemat biaya, juga untuk memastikan agar ia tidak terlambat saat keberangkatan pulang ke Indonesia.
 
"Ini adalah malam terakhir di hotel kapsul. Besok saya akan pergi ke bandara dan menginap di sana karena tanggal 11 Juli 2023 pagi saya akan kembali ke Indonesia," tandasnya.
 
Sementara itu, Kepala SMA N 2 Negara, Wayan Sudiarta mengakui siswanya itu mengeluarkan biaya perjalanan ke Jepang secara mandiri. Menurutnya hal itu terjadi lantaran SMA Negeri 2 Negara tidak memungut uang SPP, sehingga tidak memiliki anggaran untuk mendukung perjalanan siswa ke ajang internasional.
 
"Kami sangat mengapresiasi prestasi anak didik kami, namun karena keterbatasan di sekolah, kami berencana untuk mengganti seluruh biaya transportasi," tandasnya. 
 
"Namun, untuk biaya lainnya, kami masih belum dapat melakukannya," imbuhnya. Selain memberikan apresiasi yang tinggi terhadap prestasi salah satu anak didiknya tersebut, ia juga menyatakan berterima kasih kepada orang tua Restu yang telah memberikan dukungan penuh terhadap prestasinya.
 
"Restu memang memiliki prestasi yang luar biasa. Sebelumnya, saat masih di Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia juga ikut dalam ajang internasional di China. Kami sangat mengapresiasi prestasinya," tandasnya.
wartawan
PAM
Category

Kuliner Wisata Bali Dituntut Utamakan Higienitas

balitribune.co.id I Tabanan - Keberadaan kuliner Bali di tempat-tempat wisata di Pulau Dewata sangat diperlukan wisatawan. Selain untuk mengobati rasa lapar setelah lelah mengeksplor destinasi wisata yang dikunjungi, kuliner Bali sebagai salah satu cara mengenalkan keunikan yang ada di pulau ini. Sehingga wisatawan dapat merasakan secara langsung nikmatnya kuliner Bali yang dibuat dengan bumbu-bumbu lengkap ala masyarakat Bali. 

Baca Selengkapnya icon click

TPA Peh Overload, Jembrana Wajibkan Teba

balitribune.co.id I Negara - Hingga kini persoalan penanganan sampah juga menjadi persoalan yang pelik di Jembrana. Terlebih dengan kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Peh kini kondisinya sudah semakin over kapasitas. Penanganan sampah bahkan kini justru dititikberatkan pada partisipasi aktif masyarakat hingga di pedesaan untuk mengelola mandiri sampah di lahan masing-masing.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pascaledakan Trotoar di Darmasaba, Aroma Bensin Masih Tercium

balitribune.co.id I Mangupura - Kondisi pascaledakan trotoar di kawasan Jalan Darmasaba, Banjar Menesa, Kecamatan Abiansemal, Badung, masih menyisakan kekhawatiran bagi warga sekitar. Hingga Rabu (22/4/2026), bau bensin dilaporkan masih tercium cukup menyengat, terutama di area saluran drainase.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Adi Arnawa Teken Kerja Sama PSEL, Ubah Sampah Menjadi Listrik

balitribune.co.id I Mangupura - Kabupaten Badung mengambil langkah besar dalam menangani volume sampah di kawasan pariwisata dengan beralih ke teknologi modern. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.