Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ratusan Anak Terlantar di Gianyar

Bali Tribune / Salah satu anak Gianyar berkatagori terlantar

balitribune.co.id | Gianyar - Dibalik gemerlap pariwisata kemiskinan masih menjadi momok. Ironisnya lagi, anak-anak yang masuk katagori anak terlantar. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari seratus anak bahkan diantarnya masih balita.

Dari data  Dinas Sosial Gianyar yang dihimpun, Selasa (27/5), sebanyak 131 orang anak ditelantarkan oleh orangtuanya. Tujuh diantaranya masih balita. Kecamatan Gianyar sebanyak dua orang balita, Ubud sebanyak 1 balita, Blahbatuh sebanyak 3 balita dan Sukawati sebanyak 1 orang Balita. Sedangkan anak terlantar tersebar di berbagai kecamatan. Rinciannya, sebanyak 50 orang ada di Kecamatan Gianyar, di Tegalalang sebanyak 6 orang, di Ubud sebanyak 12 orang, di Blahbatuh sebanyak 10 orang, Sukawati sebanyak 42 orang dan di Payangan sebanyak 11 orang.

Tidak hanya itu, Kabupaten Gianyar juga mrngantongi 4.640 orang anak yang terdata sebagai fakir miskin. Rinciannya, sebanyak 1.202 anak berada di Kecamatan Gianyar, sebanyak 1.038 di Tegalalang, sebanyak 470 di Ubud, sebanyak 288 orang di Tampaksiring, sebanyak 449 di Payangan, sebanyak 455 orang di Blahbatuh dan 738 orang di Sukawati.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Gianyar, Anak Agung Gede Rai mengatakan, anak-anak yang dalam kategori terlantar dan fakir miskin, selama ini telah diberikan bantuan rehabilitasi sosial dasar, terdiri dari kebutuhan pokok seperti makanan, dan program yang bertujuan agak anak bisa hidup layak di kemudian hari.

Bantuan tidak hanya datang dari Pemkab Gianyar, tetapi juga pemerintah pusat. Kata dia, pihaknya di Kabupaten Gianyar selama ini telah mengantisipasi supaya anak-anak yang masuk dalam kategori terlantar hingga fakir miskin, tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. "Kami di Gianyar, sesuai dengan bidang, sudah memberikan bantuan rehabilitasi sosial dasar, seperti memberikan makanan, dan program untuk bisa hidup layak. Bantuan juga rutin diberikan oleh pemerintah pusat," pungkasnya.

wartawan
ATA
Category

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Imbas Program MBG, Perumda Swatantra Amankan Rantai Pasok di Buleleng

balitribune.co.id I Singaraja - Rencana pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait potensi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok (bapok). Merespons situasi tersebut, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Swatantra memastikan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengamankan rantai pasok pangan di wilayah Buleleng.

Baca Selengkapnya icon click

Ngutil di Toko Modern Berjejaring, Dua Pria Dibekuk

balitribune.co.id I Amlapura - Aksinya tertangkap kamera pengawas, dua orang warga asal Bondowoso, Jawa Timur, akhirnya dibekuk oleh Unit Reskrim Polsek Karangasem, setelah berhasil mengutil sejumlah barang di Toko Modern Berjejaring di wilayah Kota Amlapura, tepatnya di Jalan Veteran Jalur 11 Karangasem.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.