Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

REI Lirik Revolusi Bangunan Rumah Bata Sampah Plastik

Soelaeman Soemawinata

BALI TRIBUNE - Real Estat Indonesia (REI) akan melakukan inovasi bangunan kering yang ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan sumber daya alam yaitu pasir dan air. Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata di Nusa Dua, Badung, Kamis (6/12) mengatakan, untuk rumah bersubsidi dikalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dibangun di atas tanah gambut sudah menggunakan material yang ringan seperti aluminium, kayu dah bahan kering lainnya. Dia menyatakan, pembangunan rumah MBR diberbagai daerah ini menggunakan berbagai karakter lahan baik itu di tanah yang keras, lembut dan gambut. Misalnya di Banjarmasin, rumah MBR ada yang dibangun di atas rawa-rawa, namun menggunakan material ringan. "Itu sudah didesain sedemikian rupa, tidak menggunakan pasir tapi aluminium kayu dan bahan ringan. Bata lebih minim dibandingkan rumah-rumah biasa. Memang harus ada revolusi dibidang konstruksi," ungkap Soelaeman. Menurutnya, revolusi konstruksi ini bisa menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Disamping itu bisa juga menggunakan teknologi bata dari sampah plastik yang diolah dengan mesin dijadikan batu bata.  "Siap-siap nanti sampah plastik diseluruh dunia bisa diambil diolah jadi bahan bangunan. Tapi ini masih dalam bentuk penelitian. Kalau sudah bisa masuk industri pasti ini bagus jadi lebih efiensi. Tapi REI sudah memulainya di lahan-lahan gambut meminimalisir penggunaan pasir. Jadi ada keseimbangan," jelasnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.