Rencana Buka Pasar Setiap Hari Terbentur Covid-19 | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Desember 2021
Diposting : 30 July 2020 01:27
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Wayan Gunawan
balitribune.co.id | Bangli - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli sejatinya sebelum pandemi Covid-19  memilki agenda bakal membuka pasar setiap hari. Namun rencana tersebut untuk sementara ditunda karena keburu digucang pandemi Covid-19. Pelaksanaan pasar buka tiap hari menunggu kondisi kembali normal.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bangli I Wayan Gunawan mengatkan sejatinya pihaknya memilki rencana bakal membuka pasar setiap hari. Untuk saat ini hanya pasar Kidul saja yang buka setiap hari, sementara untuk pasar Singamandawa Kintamani dan pasar Kayuambua, Susut bukanya  setiap tiga hari sekali. ”Kami ingin pasar buka setiap hari, namun karena situasi Covid-19 rencana tersebut ditunda untuk sementara waktu sambil menunggu situasi normal kembali,”  ujarnya Rabu (29/7).
 
Kata  Kadis, dasar pertimbangan dibukanya kedua pasar setiap hari karena melihat  kondisi pasar setiap hari pasaran, dimana  transaksi berlangsung sangat  ramai. Baik pedagang maupun pembeli yang datang  bukan saja dari  warga lokal  namun juga banyak yang berasal dari luar daerah. “Kalau di Pasar Kayuambua mereka yang datang banyak dari daerah Tampaksiring Gianyar, begitupula untuk pasar Kintamani,” jelas Wayan Gunawan.
 
Selain itu dengan dibukanya pasar setiap hari akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Semisal masyarakat yang biasanya menjual hasil pertanian setiap tiga hari sekali, namun dengan dibukanya pasar, maka  petani bisa menjual hasil pertaniannya setiap hari. “Transaksi akan setiap hari berlangsung dan tentu berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian,” sebut Wayan Gunawan.
 
Disinggung terkait pos pantau di Pasar Kidul, kata Wayan Gunawan didirikanya pos tersebut untuk memantau pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di pasar terbesar di Kabupaten Bangli itu. Sesuai rencana pos akan dibuka hingga tanggal 31 Juli. 
 
Mencuatnya, kasus Covid-19 yang terjadi di Pasar Kidul sangat berpengaruh terhadap aktifitas  pasar secara keseluruhan. Sampai saat ini  aktifitas pasar belum pulih karena masyarakat masih diselimuti rasa takut untuk datang ke pasar. ”Kondisi pasar sampai saat ini belum pulih, ini dapat dilihat dari kondisi pasar yang masih sepi, mudah- mudahan kondisi pasar bisa segera pulih seperti sediakala,” ungkap Wayan Gunawan.