Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Residivis Pencabulan Anak Perkosa Mahasiswi

CABUL - Tersangka I Kadek Kartika Yasa (kiri) dan asistennya I Ketut Oka Soenatha saat diperlihatkan kepada awak media, kemarin.

BALI TRIBUNE -  Residivis kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, I Kadek Kartika Yasa (40) diduga kembali melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap seorang mahasiswi berinisial NKMA (18). Menariknya, untuk memuluskan aksi bejatnya itu ia memakai modus sebagai dukun untuk mengobati korban. Bahkan, pria yang divonis 4 tahun penjara dan baru menghirup udara bebas pada tahun 2016 itu membawa seorang asisten bernama I Ketut Oka Soenatha (38). Akibatnya, kedua pelaku dibekuk anggota Reskrim Polresta Denpasar di tempat tinggal mereka masing-masing di Jalan kawasan Pecatu Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Minggu (7/10) malam.  Aksi pemerkosaan yang dilakukan kedua tersangka ini berawal saat hendak melakukan persembahyangan di Pura Gua Gong dan Pura Jagat Nata, Kuta Selatan, Badung pada pukul 10.00 Wita. Kala itu, kedua tersangka berjanjian dengan kakek korban yang akrab disapa Pak Sipeng untuk pergi sembahyang bersama. Namun setibanya di rumah korban, kakeknya sedang dalam keadaan sakit dan tidak bisa menemani kedua tersangka ke pura. Sehingga kedua tersangka mengajak korban mengantarnya menggunakan mobil korban. Dalam perjalanan, kedua tersangka merayu korban dengan modus keahlian mereka bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang tidak bisa dilakukan secara medis. "Korban yang termakan rayuan kedua tersangka ini mengiyakan saja untuk diobati. Sehingga mobil yang dikemudikan tersangka I Ketut Oka Soenatha tidak bergerak ke pura, melainkan berbelok arah dan langsung menuju ke sebuah penginapan di kawasan Ubung, Denpasar," ungkap Kasat Reskrim Polresta Kompol I Wayan Artha Ariawan, SIk di Denpasar, Jumat (12/10). Kedua tersangka membawa korban ke sebuah penginapan di Jalan Pidada Nomor 2 tiba pada pukul 12.00 Wita. Selanjutnya tersangka I Ketut Oka Soenatha langsung booking kamar nomor 4 penginapan tersebut. Kemudian tersangka I Kadek Kartika Yasa melakukan persiapan untuk ritual. Saat itu, tersangka Kartika Yasa menyarankan mahasiswi tersebut untuk menuruti setiap ucapannya termasuk melucuti pakaian yang melekat di tubuh korban. Awalnya, korban yang menaruh curiga dengan ritual itu berusaha untuk menolak. Namun tersangka justru mengeluarkan pisau dan mengancam korban. "Karena ketakutan, korban kemudian pasrah dan tidak berdaya. Setelah itu, tersangka menyetubuhi korban sebanyak 2 kali secara bergantian," terangnya. Setelah puas melancarkan aksinya, tersangka bergerak kembali ke kawasan Pura Goa Gong. Namun korban berusaha mengajak adiknya berinisial NK MP agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan lagi. Tersangka bersama korban dan adiknya pukul 17.00 Wita melanjutkan doa di Pura Goa Gong. Sepulangnya dari Pura, kedua tersangka kembali mengajak korban  ke pantai di seputaran Ungasan. Ternyata, tersangka kembali memiliki niat untuk menyetubuhi korban lagi. Untungnya, kakek korban menghubungi kedua tersangka untuk segera kembali ke rumah. "Sehinga di Pantai itu memang sempat diraba-raba oleh kedua tersangka ini. Tersangka berusaha untuk melakukan aksinya lagi, tetapi gagal karena ditelepon oleh kakek korban," urai mantan Kapolsek Kuta Utara ini. Setibanya di rumah, korban langsung mengadukan kejadian yang menimpanya itu kepada pihak keluarga. Oleh keluarga kemudian melaporkan kasus pemerkosaan itu ke Mapolresta Denpasar. Gerak cepat anggota Sat Reskrim memeriksa keterangan saksi serta mengumpulkan alat bukti di lapangan, sehingga kedua tersangka langsung diamankan malam itu juga di tempat tinggal mereka masing-masing. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan dan langsung digiring ke Mapolresta Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Keduanya mengakui perbuatan itu. Sehingga tim langsung mengamankan mereka beserta barang bukti berupa pakaian," tuturnya.  Hasil pemeriksaan, tersangka I Kadek Kartika Yasa pernah ditangkap polisi pada tahun 2013 lantaran melakukan pencabulan terhadap sseorang anak di bawa umur. Ia divonis 4 tahun penjara di Lapas Kelas IIA Denpasar di Kerobokan dan baru menghirup udara bebas pada Desember 2016 lalu. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka I Kadek Kartika Yasa dijerat dengan pasal berlapis Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 286 KUHP dan atau Pasal 289 KUHP. Sementara tersangka I Ketut Oka Soenatha berperan turut serta dalam aksi pemerkosaan itu. Ia belum pernah dihukum ataupun terlibat kasus lainnya. Ia dijerat dengan pasal 285 KUHP Jo pasal 56 KUHP dan atau pasal 286 KUHP Jo pasal 56 KUHP dan atau pasal 289 KUHP Jo pasal 56 KUHP. "Kedua tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Denpasar. Kita masih dalami dan juga korek informasi terkait korban lainnya dari modus dukun cabul ini," pungkasnya.

wartawan
Redaksi
Category

Markas Judi Online WNA India di Badung & Tabanan Digerebek, 35 Orang Jadi Tersangka

balitribune.co.id | Denpasar - Direktorat Siber Polda Bali menggerebek dua markas judi online Warga Negara Asing (WNA) India wilayah Canggu dan Munggu, Kabupaten Badung dan Tabanan, Selasa, 3 Februari 2026. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 39 orang namun 35 orang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Bali. Sementara empat orang lainnya berstatus sebagai tersangka.

Baca Selengkapnya icon click

Jalin Silaturahmi dan Perkuat Loyalitas, Dealer Honda Kembang Motor Bali Gelar Gathering Customer 2026

balitribune.co.id | Denpasar – Dealer Honda Kembang Motor Bali kembali menegaskan komitmennya dalam membangun hubungan jangka panjang dengan para mitra melalui kegiatan Gathering Grup Customer 2026 dengan tema “Stronger Together”. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri dari perwakilan LPD, Koperasi, BPR, serta Kantor Desa yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan Dealer Honda Kembang Motor Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hadirkan Helikopter Berteknologi "Hoist" Kolaborasi FINNS, SGI, dan BASARNAS Perkuat Sistem Tanggap Darurat

balitribune.co.id | Mangupura - FINNS Beach Club resmi meluncurkan helikopter pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) pertama di Bali yang dilengkapi kemampuan "hoist" atau evakuasi udara tanpa pendaratan. Kehadiran helikopter ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem tanggap darurat di Pulau Dewata, khususnya di kawasan pesisir dan destinasi wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pegadaian Gelar Gathering dan Awards Agen Nasional 2025

Balitribune.co.id | Mataram - PT Pegadaian kembali menggelar ajang Gathering dan Awards Agen Nasional Tahun 2025 sebagai penghargaan kepada para agen berprestasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan di Prime Park Hotel & Convention Lombok, Kota Mataram, pada Rabu (4/2/2026), dan dihadiri perwakilan agen terbaik Pegadaian dari seluruh Tanah Air.

Baca Selengkapnya icon click

Ketua DPRD Badung Terima Audiensi PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda)

balitribune.co.id | Mangupura - Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, menerima audiensi dari jajaran PT Jamkrida Bali Mandara (Perseroda) pada Jumat (6/2). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas laporan kondisi awal masa kepengurusan dan kinerja terkini perusahaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.