Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Respon Kekhawatiran Warga

wagub
TINJAU – Wagub Ketut Sudikerta mendapat penjelasan dari Kadis PU Bali Astawa Riadi terkait proyek tapping box di Banjar Kancil, Kerobokan, Kamis (14/5).

Kuta, Bali Tribune

Wakil Gubernur Ketut Sudikerta mengumpulkan sejumlah pihak, seperti Kepala Lingkungan Banjar Kancil, Babinsa, Camat Kuta Utara dan rekanan proyek terkait kekhawatiran warga Banjar Kancil, Desa Kerobokan terhadap dampak pemasangaan tapping box yang akan berfungsi dalam pendistribusian air minum dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Penet ke Kabupaten Badung dan Kota Denpasar di  Kantor Camat Kuta Utara, Badung Kamis (14/7).

Warga sekitar pembangunan tapping box khawatir dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan infrastruktur tersebut seperti timbulnya ledakan, peluapan air, serta berbagai dampak lainnya yang dapat merugikan masyarakat sekitar.

Secara garis besar Kadis PU Bali, Astawa Riadi,  yang mendampingi Wagub Sudikerta di lokasi menjelaskan, nantinya tapping boxmerupakan tempat penyerahterimaan air berasal dari SPAM Penet  dengan kapasitas 300 liter/detik, yang akan dialirkan dari  jaringan induk reservoar di Munggu, Kabupaten Badung ke wilayah Badung dan Denpasar.

Astawa mengatakan untuk wilayah Denpasar telah di bangun tapping box  di depan Poltabes Denpasar, sedangkan di wilayah Badung rencananya dibangun di depan Banjar Kancil, Desa Kerobokan dengan ukuran panjang 15 meter, lebar 4 meter dan kedalaman 4 meter.

Ia menegaskan masyarakat Banjar Kancil tidak perlu terlalu khawatir terhadap dampak-dampak yang ditimbulkan, karena pembangunan ini telah direncanakan dengan matang, baik dari segi alat yang digunakan maupun perhitungan dampak-dampak yang ditimbulkan.

Menanggapi penjelasan Kadis PU tersebut, Wagub Sudikerta secara tegas menekankan kepada rekanan proyek tapping box agar bekerja maksimal dan rapi, serta selalu mengutamakan keselamatan, kenyamanan dan tidak merugikan masyarakat setempat.

“Saya tekankan kepada rekanan harus mengerjakan proyek dengan jujur, rapi dan bertanggung jawab dan tidak asal-asalan,” tegas orang nomor dua di Bali tersebut sembari menambahkan tapping box sangat memiliki fungsi yang penting dalam penyaluran serah terima air dari ujung wilayah Badung ke ujung Wilayah Denpasar.

Ia juga berharap Dinas Pekerjaan Umum Bali dapat segera  melakukan sosialisasi langsung dengan masyarakat Banjar Kancil terkait fungsi, serta proses operasi  dari tapping box agar masyarakat tidak khawatir lagi, dan pembangunan insfratruktur penyaluran air dapat segera dilaksanakan.

Ia berharap masyarakat sekitar juga turut melakukan pengawasan dalam pengerjaan proyek tersebut. Apabila menemukan kejanggalan dalam pengerjaannya, diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah Kecamatan, maupun provinsi langsung.

wartawan
habit
Category

Inflasi Bali Perlu Diwaspadai, Rantai Pasokan dan Logistik Harus Diperkuat

balitribune.co.id | Denpasar - Tekanan inflasi di Bali memasuki fase yang perlu mendapat perhatian serius menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Bali diminta memperkuat pengawasan terhadap pasokan pangan, kelancaran distribusi, hingga perkembangan biaya transportasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Belanja Gianyar Rp4,3 Triliun, Pendapatan  Rp3,4 Triliun

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan defisit mencapai Rp921,956 miliar lebih.

Rancangan tersebut disampaikan Bupati Gianyar I Made Mahayastra melalui Pengantar Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPRD Gianyar, Senin (7/9), di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar. Rapat dipimpin Ketua DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Huma Cafe Kebobolan Lagi, Barang Berharga Dikuras Maling

balitribune.co.id I Gianyar - Pengusaha di Kabupaten Gianyar kembali dibuat resah oleh aksi pencurian. Huma Cafe di Kecamatan Tegallalang bahkan harus mengalami kejadian serupa untuk kedua kalinya. Kali ini,  pelaku tidak hanya membawa kabur sejumlah barang berharga, tetapi diduga sempat mengacak-acak sistem keamanan kafe untuk memuluskan aksinya.

Baca Selengkapnya icon click

Rekayasa Lalin Ubud Belum Optimal, Dishub Gianyar Turunkan Skenario Anyar

balitribune.co.id I Gianyar - Setelah dua pekan Rekayasa Lalin tahap II diterapkan, ternyata belum efektif meratakan volume kendaraan di kawasan Ubud. Mulai, Selasa ( 8/9/2026) Dinas Pehubungan ( Dishub) Gianyar kembali turunkan  skenario anyar. Dalam Rekayasa Tahap III ini,  Jalan Raya Ubud dari Catus Pata hingga simpang Patung Arjuna satu jalur keluar Ubud dan  Pangosekan dari simpang Pertamina  menuju Ubud.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.