Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ribuan Umat bakal Ikuti Prosesi Homa Yadnya di PPB Beng

TUNJUKKAN - Yajamana Karya, Ida Peranda Gunung Ketewel menunjukan lokasi titik pelaksanaan Prosesi Homa Yadnya.

BALI TRIBUNE - Karya Pamarisuda jagat Kali Sanghara (Homa Yadnya) yang akan digelar Pedanda se-Nusantara, di Pasraman Prakerti Bhuana (PPB), Kelurahan Beng, Gianyar, 22 Desember 2018 dipastikan akan disesaki ribuan umat dari seluruih Nusantara.  Tidak hanya umat Hindu, umat laian juga memastikan turut ambil bagian sebagai wujud toleransi   dan secara bersama-sama mendoakan agar Bumi Bali khususnya, terhindar dari musibah. Yajamana Karya, Ida Peranda Gunung Ketewel dari Griya Bakbakan Gianyar, Rabu (19/12), ritual yang dianggarkan menghabiskan biaya Rp 1,5 miliar, saat ini sudah mecapai 95 persen. Syukurnya pula, banyak umat dari berbagai agama yang turut ambil bagian berpunia dengan menghaturkan   beragam piranti yang berkaitan dengan ritual ini. Ditegaskna pula, jika prosesi Homa Yadnya atau Homa Tirta atau Agnisala maupun Surya Kanta bukanlah ritual Agni Hotra. “Homa Yadnya hanya digelar setiap dunia ‘gunjang-ganjing’, yakni terjadinya bencana gempa, gunung meletus, hingga terdegradasinya moral manusia,” wejangnya. Di Bali, kata dia, ritual yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah yang kedua. Ritual pertama dilksanakan abad ke XVI pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Sebelumnya ritual ini yang sama  juga dilaksankan  pada abad ke IX di Jawa Tengah. “Ritual ini memiliki konsep Tri Yoga. Melalui yoga kami akan meminta alam dan isinya agar kembali ke posisinya degdeg,” ujarnya. Ida Peranda menegaskan, pelaksanaan ritual ini juga tetap memadukan kerarifan lokal, yakni seni dan budaya. Jika berbicara seni dan budaya, kata dia, berarti di dalamnya ada ferstival, seremonial dan spiritual. Dalam hal ini, festivalnya berupa tarian seperti rejang sutri, rejang renteng, rejang dewa dan baris gede. Seremonialnya berupa dharmawacana. Sementara spiritualnya ialah ritua Homa Yadnya dimana para wiku yang berjumlah tujuh orang peranda Siwa-Budha, serta Raja Kertha yang tak lain Ida Dalem Semaraputra dari Puri Agung Semaraputra, yang duduk mengitari agnipakundan selebar 99 cm. “Api di dalam agnipakundan akan menyala sampai tiga hari. Setelah padam, semua umat diharapkan datang ke sini untuk mengambil arang, agar diberikan perlindungan oleh Ida Sang Hyang Widhi,” ujarnya. Dalam menyukseskan ritual ini, Ida Peranda juga mengimbau semeton brahmana se-Nusantara dan umat pengemong Ida Bhatara Sakti Wawurawuh supaya mengaturkan praspejati, sodan putih kuning di merajan/sanggah masing-masing. “Kami sangat mengharapkan partisipasi umat, tak hanya umat Hindu tapi semua umat. Sebab ini untuk kepentingan semesta. Jangan sampai dunia ini kiamat. Kami sangat meyakini ritua ini akan berhasil. Biasanya dampak positif dari ritual ini sampai ratusan tahun,” tegasnya. Penanggung jawab karya, Ida Bagus Putu Adi Suparta mengungkapkan, selama ini partisipasi masyarakat dalam mempersiapkan ritual ini relatif besar. Bahkan dirinya tak tahu mereka berasal dari mana saja. Sebab mereka datang berkelompok secara spontan. Bahkan tak sedikit warga entis Tiong Hoa Bali, datang ke sini untuk membantu persiapan prosesi. “Seperti sudah diatur Yang di Atas. Bantuan ide, tenaga dan finansial datang mengalir, tanpa terduga. Astungkara, ritual ini terjadi seperti yang kita harapkan,” ucapnya.

wartawan
redaksi
Category

Dokumen Calon Pekerja Migran Ditahan LPK, Disnaker Buleleng Turun Tangan

balitribune.co.id I Singaraja - Sejumlah dokumen pribadi milik calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ditahan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Analisa Bali College, Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Adanya penahanan dokumen tersebut langsung disikapi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng. 

Baca Selengkapnya icon click

Gunakan Regulasi Baru, Perbekel 2 Periode Bisa Dicalonkan Lagi di Pilkel Serentak

balitribune.co.id I Gianyar - Pelaksanaan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak 2026 di Kabupaten Gianyar memasuki tahapan pendaftaran bakal calon yang berlangsung pada 10–18 Juli 2026. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Pilkel tahun ini menggunakan regulasi baru yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sanggar Seni Kasturi Rekonstruksi Tari Baris Paku, Penari Pantang Konsumsi Daging Babi

balitribune.co.id I Bangli - Sanggar Seni Kasturi, Banjar Sabang, Desa Adat Selulung, menggelar revitalisasi kearifan lokal melalui rekonstruksi Tari Baris Paku, Minggu (12/7/2026). Rekonstruksi digelar sebagai  upaya pelestarian terhadap tari sakral yang ada di wilayah Kintamani bagian barat ini.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Life Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan dan Proteksi Menjaga Aset

balitribune.co.id | Denpasar - Memiliki rumah dan aset dinilai belum cukup untuk menjamin ketenangan finansial. Masyarakat perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik dengan menyeimbangkan alokasi dana untuk investasi, kebutuhan hidup, dan proteksi agar aset yang telah dikumpulkan tidak terkuras ketika menghadapi risiko.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.