Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Ribuan Warga Melukat di Bawah Guyuran Hujan

melukat
BANYU PINARUH - Umat Hindu di Tabanan melakukan ritual Banyu Pinaruh di Pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan, Minggu (26/6).

Tabanan, Bali Tribune

Sehari setelah Hari Raya Saraswati, umat Hindu di Bali melakukan ritual Banyu Pinaruh dengan mendatangi pesisir pantai untuk melukat atau membersihkan diri. Namun ritual Banyu Pinaruh di Kab. Tabanan, Khususnya di pesisir Pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan, Minggu (26/6), terasa sedikit berbeda.

Ini karena berlangsungnya upacara pengelukatan Baruna Astawa yang diikuti sekitar 3.000 siswa SMP, SMA, maupun masyarakat yang jumlahnya lebih banyak dari 6 bulan sebelumnya. Mereka bukan hanya datang dari Kecamatan Tabanan saja, melainkan hampir dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan dan ada juga yang dari Kabupaten Jembrana. Bahkan, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga hadir di kesempatan yang suci tersebut.

Upacara pembersihan diri secara niskala atau batin yang tiba enam bulan sekali ini dipimpin oleh tujuh orang sulinggih. Di antaranya, Sri Bagawan Ludra Pramadaksa dari Griya Srongga Kerambitan, IPM. Kherta Dhyanaparamita dari Griya Sulawesi, Ida Yang Bagawan Agung Ananda Narendra Kusuma dari Griya Agung Penarukan Kerambitan, IPM. Daksa Giyana Samyoga Manuaba dari Griya Agung Sempidi, IPM. Ciwa Putra Parama Manik Kusuma Manuaba dari Griya Agung Baturiti Kerambitan, IPM Prinata Daksa Manuaba dari Griya Kukuh Kerambitan, dan IPM. Ciwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Griya Utu Penebel.

Upacara yang diprakarsai Paiketan Daksa Dharma Sadhu (PDDS) Kabupaten Tabanan ini juga dihadiri Empat Anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI-P, dan satu dari Fraksi Golkar, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikmudora) Kabupaten Tabanan I Putu Santika, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Tabanan I GN Supanji, Kabag Humas Tabanan I Putu Dian Setiawan, Camat Tabanan dan sejumlah tokoh masyarakat, serta Perbekel setempat.

Usai melakukan ritual dan persembahyangan bersama, Wakil Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi positifnya terhadap kegiatan yang diprakarsai PDDS Kabupaten Tabanan tersebut. Dikatakan, upacara ini merupakan yang ketiga kalinya digelar di Kabupaten Tabanan. “Meskipun PDDS Tabanan masih seumur jagung namun bisa melaksanakan kegiatan yang sangat suci ini, saya tetap memberikan apresiasi serta dukungan. Karena sudah m  embuat gebrakan seperti ini. Apalagi tujuan upacara ini adalah menyucikan pikiran dan hati,” ujarnya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada para peserta yang sebagian besar siswa SMP atau SMA. Karena sejak pagi hari telah bersemangat mengikuti upacara ini. Meskipun kehujanan kehadiran mereka, menurut Wakil Bupati Sanjaya, tidak menyurutkan niat anak-anak untuk melakukan ritual banyu pinaruh. Ini menjadi sebuah jawaban atas kekhawatiran para orang tua di tengah isu degradasi moral yang akan dialami generasi muda mendatang sebagai pengaruh negatif dari globalisasi. “Ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran itu. Saya terharu dan berharap, kita para orang tua tetap memberikan arahan dan tuntunan kepada adik-adik atau anak-anak kita kedepanya agar berbuat sesuai dengan kebaikkan,” imbuhnya.

Memaknai ritual yang berlangsung kemarin, Wakil Bupati Sanjaya mengungkapkan, bahwa upacara yang digelar PDDS tersebut merupakan kesempatan yang baik untuk membersihkan hati dan pikiran. Terlebih sehari sebelumnya merupakan hari turunnya ilmu pengetahuan yang biasa disebut Hari Suci Saraswati. Karena itu, sambungnya, kegiatan pengelukatan massal tersebut  bisa dikembangkan lagi ke seluruh kecamatan lainnya. Untuk itu dirinya meminta seluruh anggota PDDS agar meningkatkan koordinasinya dengan Pemerintah. “Saya selaku pemerintah akan terus mengawal kegiatan ini apalagi saya merupakan pembina paiketan PDDS ini. Tingkatkan lagi kesatuan dan persatuan antar anggota paiketan, serta dengan Pemerintah agar program-program sosial yg diagendakan kedepan bisa berjalan lancar dan terinci,” tuturnya.

Ketua PDDS Tabanan I Ketut Suriarta mengatakan hal yang sama yaitu tujuan dari penglukatan ini adalah untuk memasukkan segala kewuruhan/kebaikan karena kemarin adalah hari turunnya ilmu pengetahuan. Baruna Astawa intinya memohon keselamatan dunia beserta isinya, dengan mengambil segara (pesisir pantai) sebagai tempat karena di Segara merupakan tempatnya Tirta Kamandalu. Agar Sang Baruna memberikan anugrahnya kepada seluruh umat manusia, jelasnya.

“Dengan diadakannya kegiatan ini untuk yang ketiga kalinya di tempat yang sama, kedepan kami berharap agar umat yang ada di bali khususnya yang beragama Hindu tetap bakti dan meningkatkan keimanannya kepada Ida Sang Hyang Widhi melalui amal perbuatan yang baik,” harap Suriarta.

wartawan
Arta Jingga
Category

59 Anak Ikuti Khitanan Massal di Masjid Keramat Kuna

balitribune.co.id I Singaraja - Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengapresiasi pelaksanaan Khitanan Ceria yang digelar di Masjid Keramat Kuna Kampung Kajanan, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Hadirkan Fitur Test Ride di Aplikasi Motorku X

balitribune.co.id | Denpasar - Di tengah tren konsumen muda yang menginginkan layanan cepat dan serba digital, Astra Motor menghadirkan solusi inovatif melalui aplikasi Motorku X yang kini dilengkapi fitur Test Ride. Fitur ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan generasi milenial dan Gen Z yang ingin merasakan sensasi berkendara sepeda motor Honda impian secara langsung sebelum membeli, tanpa proses yang rumit.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sudamala Dialogues 2026 Mempertemukan Lima Perempuan Inspiratif dari Berbagai Bidang

balitribune.co.id | Denpasar - Salah seorang seniman perempuan yang merupakan maestro tari Bali, Cokorda Istri Ratih Iryani menyadari sebagai seniman tidak bisa menjadi kaya. "Tapi sejalan dengan waktu penghasilan saya selalu dari seniman.

Baca Selengkapnya icon click

Petani Kopi di Kintamani Memenuhi Syarat Proyek Perdagangan Karbon Kebun Kopi

balitribune.co.id | Bangli - Ibu-ibu petani kopi di Kintamani Kabupaten Bangli bersiap melakukan perdagangan karbon. Mengingat, petani kopi setempat telah mengimplementasikan pertanian dengan menggunakan pupuk organik yang menjadi salah satu syarat untuk perdagangan karbon kebun kopi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.