Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

RSUP Sanglah Tolak Bayi Lahir Kejang

RSUP Sanglah
Bayi yang lahir kejang-kejang mendambakan bantuan.

Semarapura, Bali Tribune

Bayi anak ketiga dari pasangan Kadek Supradnya Yasa dengan Luh Yasti, warga asal Banjar Gelagah Desa Bunga Mekar, Nusa Penida ini mengalami kejang-kejang sejak lahir pada Sabtu (27/8) di Puskesmas I Nusa Penida.

Melihat keanehan ini, oleh Puskesmas I Nusa Penida dirujuk ke RSUD Klungkung, namun karena keterbatasan peralatan pihak RSUD Klungkung menyuruh kedua orangtua bayi tersebut membawanya ke RSUP Sanglah Denpasar.

Namun anehnya,  pihak  RSUP Sanglah tidak bisa menerima bayi malang tersebut dengan alasan  penuh. Manajemen RSUP Sanglah sempat juga menganjurkan agar bayi tersebut dibawa ke salah satu RS Swasta, yang dianggap memiliki peralatan memadai.

Menurut penjelasan Luh Yasti, Senin (29/8), saat dirinya akan melahirkan pada bukaan kesepuluh, ketuban belum pecah. Akhirnya ketuban dipecah secara bantuan medis oleh pihak Puskesmas I Nusa Penida.

Setelah anaknya lahir,  kata dia, bayi tidak bisa menangis dan kejang-kejang. Pihak Puskesmas kemudian merujuk ke UGD RSUD Klungkung beberapa saat setelah bayi itu lahir. Namun karena pihak RSUD Klungkung angkat tangan, maka disuruhnya bayi itu dibawa ke RSUP Sanglah, hingga akhirnya terjadilah penolakan oleh RSUP Sanglah.

Yasti mengatakan dirinya harus meminjam uang demi bayinya agar mendapatkan penanganan medis di rumah sakit swasta. Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dengan kondisi keadaan terpaksa, mereka akhirnya merawat bayinya itu di salah satu RS swasta  di Denpasar dengan biaya melangit sekitar  Rp5 juta lebih per hari. “Itupun belun termasuk obat-obatan dan biaya lainnya,” ujarnya.

Ia mengaku sempat minta bantuan lewat telepon kepada kepala dinas terkait yang ada di Provinsi Bali, dan disanggupi akan menelepon pihak RSUP Sanglah agar pasien bisa diterima dengan pelayanan JKBM.

“Namun sampai saat ini belum ada informasi apa-apa dari dinas terkait. Kami sebagai keluarga kurang mampu semakin  resah, cemas dan bingung untuk mencari biaya perawatan anak saya ini, mohon  bantuan dan perhatian Bapak Wakil Gubernur Bali serta yang lainnya yang mengetahui kondisi kami ini,” ujarnya memelas.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Sanggar Seni Kasturi Rekonstruksi Tari Baris Paku, Penari Pantang Konsumsi Daging Babi

balitribune.co.id I Bangli - Sanggar Seni Kasturi, Banjar Sabang, Desa Adat Selulung, menggelar revitalisasi kearifan lokal melalui rekonstruksi Tari Baris Paku, Minggu (12/7/2026). Rekonstruksi digelar sebagai  upaya pelestarian terhadap tari sakral yang ada di wilayah Kintamani bagian barat ini.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Life Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan dan Proteksi Menjaga Aset

balitribune.co.id | Denpasar - Memiliki rumah dan aset dinilai belum cukup untuk menjamin ketenangan finansial. Masyarakat perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik dengan menyeimbangkan alokasi dana untuk investasi, kebutuhan hidup, dan proteksi agar aset yang telah dikumpulkan tidak terkuras ketika menghadapi risiko.

Baca Selengkapnya icon click

Lewat Proyek Karbon Hutan Kopi Kintamani sebagai Wadah Alami Menyerap dan Menyimpan CO2

balitribune.co.id | Bangli - Coop Coffee Foundation mengajak awak media di Bali untuk melihat secara langsung proyek pemulihan hutan kopi Kintamani di Desa Catur, Kabupaten Bangli, Kamis (9/7) yang telah menjadi desa pilot pelaksanaan proyek karbon program Tropical Landscape Grant Funding (TLGF). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

World Climbing Series 2026, Desak Made Kembali Persembahkan Emas

balitribune.co.id I Denpasar - Atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dari nomor speed putri di ajang World Climbing 2026.

Setelah sebelumnya meraih emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu (4/7/2026) pekan lalu, atlet asal Bali ini kembali meraih emas di World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis pada Minggu (12/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sisir Penerima Bansos Hingga ke Banjar-Banjar, Pemkab Jembrana Kerahkan Ribuan ASN

balitribune.co.id I Negara - Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana tak lagi hanya berkutat di balik meja kantor. Mulai Jumat (10/7/2026), mereka turun langsung menyusuri desa, lingkungan, hingga banjar-banjar untuk mendata dan memverifikasi kondisi masyarakat. Misi yang diemban bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima warga yang berhak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.