Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Lewat Proyek Karbon Hutan Kopi Kintamani sebagai Wadah Alami Menyerap dan Menyimpan CO2

kopi
Bali Tribune / Founder Coop Coffee Foundation, Reza Fabianus bersama ibu-ibu tani kopi di Desa Catur Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli saat panen kopi beberapa waktu lalu

balitribune.co.id | Bangli - Coop Coffee Foundation mengajak awak media di Bali untuk melihat secara langsung proyek pemulihan hutan kopi Kintamani di Desa Catur, Kabupaten Bangli, Kamis (9/7) yang telah menjadi desa pilot pelaksanaan proyek karbon program Tropical Landscape Grant Funding (TLGF). 

Pelaksanaan proyek karbon program TLGF oleh Lembaga UNEP dimulai Oktober 2023 yang lalu pada keberhasilan 4 output yaitu peningkatan peran hutan kopi lewat penanaman pohon dan peran Farmers Support Center bagi petani kopi, digitalisasi, terciptanya hutan kopi sebagai wadah alami menyerap dan menyimpan CO2 dari atmosfer serta penambahan investasi bisnis hijau. Kehadiran awak media ini untuk monitoring serta evaluasi aktivitas kegiatan Coop Coffee Foundation sebagai pelaksana program TLGF UNEP.

Founder Coop Coffee Foundation, Reza Fabianus mengatakan, kegiatan Coop Coffee Foundation secara global bertujuan zero carbon melibatkan pembuatan biochar alami, program pemberdayaan ibu-ibu tani atau Women Empowerment, digitalisasi eksosistem rantai pasok kopi termasuk pemetaan lahan petani kopi, penanganan sampah, pembuatan pupuk dari limbah kopi, pembibitan pohon kopi untuk proyek penanaman pohon kopi. Foundation ini berperan sebagai mitra pembangunan dalam rangka implementasi Peraturan Presiden (PP) Nomor 110 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan Pengedalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional.

Reza menjelaskan, Juli merupakan musim panen kopi di Kintamani yang juga menjadi agenda melanjutkan rencana perdagangan karbon hijau. Hutan kopi di Kintamani  mempunyai manfaat lingkungan yang besar di tengah perubahan iklim global, termasuk di Kintamani terjadi perubahan iklim yakni kenaikan suhu hampir 2 derajat disebabkan oleh emisi rumah kaca. Foundation tersebut sebagai pelaksana program TLGF menghadirkan jalan keluar menyikapi perubahan iklim ini dengan memberikan solusi alami. Salah satunya memberikan bantuan bibit kepada petani, mengingat semakin banyak pohon kopi semakin banyak karbon yang diserap. 

"Bukan hanya sekadar karbon yang diserap oleh pohonnya. Tapi kegiatan ini memberikan nilai buat petani lokal. Ibu-ibu kita libatkan mulai dari membibit pohon kopi, mendistribusikan sampai membuat proses kopi mengeluarkan sampah (kulit kopi). Kita membuat kulit kopi supaya tidak menjadi sampah emisi. Itu ada caranya, itu bisa dibuat biochar," jelasnya. 

Kata dia, petani Kopi Kintamani diedukasi untuk mengolah kulit kopi menjadi sumber biochar, kemudian menjadi nutrisi tanah yang akhirnya berdampak pada perdagangan karbon yang baik. "Nanti keuntungannya akan dibagikan kepada petani. Itulah kegiatan kita," ujar Reza. 

Ia menuturkan, proyek ini untuk memulihkan hutan kopi Kintamani yang seluas 23.480 hektare. Berdasarkan perhitungan Coop Coffee Foundation, hutan kopi seluas 23.480 hektare idealnya ditanami 8 juta pohon kopi. Namun fakta di lapangan yang terjadi pada beberapa tahun lalu sebelum Foundation ini melakukan program proyek karbon, banyak petani kopi di Kintamani menebang pohon kopinya. Pohon kopi yang dihilangkan saat itu hampir setengah dari 8 juta pohon.

"Beberapa tahun lalu petani sangat prustasi karena tidak ada pembeli dan petani harus bertahan hidup jadi seringkali mereka merelakan kopinya dijual ke tengkulak karena petani merasa tidak mendapatkan keuntungan yang cukup, maka pohon-pohon kopi ditebang. Kemudian program ini masuk di tahun 2018 sudah hampir setengahnya. Sekarang ini berdasarkan data karena kita sudah lakukan perhitungan, pemetaan juga lewat program distribusi bibit, 3,8 juta pohon berarti setengahnya itu sudah hilang. Itulah kenapa kita sambung dengan program penanaman kembali," bebernya. 

Reza menjelaskan, lewat proyek karbon, Coop Coffee Foundation dan koperasi mengurus keanggotaan petani kopi Kintamani untuk memberikan uang pembelian diawal yang dimulai dulu dengan kredit usaha rakyat. Kemudian PT Koop Kopi Indonesia mengolah kopi sampai masuk pasar ekspor. Foundation ini yang menyediakan bibit termasuk memperkenalkan solusi karbon.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia sudah menempatkan bahwa harus menurunkan sekian ton CO2. Coop Coffee Foundation melakukan aksi mitigasi, sedangkan yang dilakukan petani-petani kopi Kintamani selain bertani secara umum juga menjual kopinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Padahal mereka itu pahlawan lingkungan karena kegiatan mereka itu sebenarnya di dalam hutan kopi bisa menyerap emisi karbon. Dalam hal ini Coop Coffee menjadi agregator. Kamilah yang mengumpulkan kegiatan petani lalu mendaftarkan ke dalam platform SRN PPI. Kami sudah resmi di dalam platform ini dengan nama Aksi Mitigasi itu adalah pemulihan hutan kopi arabika Kintamani. Kita ada target bisa menyerap hampir 5 juta CO2 dan semua bidang-bidang petani atau lahan-lahannya dipetakan. Tugas kami membina, membantu petani untuk mengadministrasi kegiatan bertanamnya petani. Sehingga bisa memberikan dampak lingkungan yang akhirnya diperdagangkan secara internasional yang bisa memberikan manfaat penambahan pendapatan petani," paparnya.

wartawan
YUE
Category

BRI Life Tekankan Pentingnya Manajemen Keuangan dan Proteksi Menjaga Aset

balitribune.co.id | Denpasar - Memiliki rumah dan aset dinilai belum cukup untuk menjamin ketenangan finansial. Masyarakat perlu menerapkan manajemen keuangan yang baik dengan menyeimbangkan alokasi dana untuk investasi, kebutuhan hidup, dan proteksi agar aset yang telah dikumpulkan tidak terkuras ketika menghadapi risiko.

Baca Selengkapnya icon click

Lewat Proyek Karbon Hutan Kopi Kintamani sebagai Wadah Alami Menyerap dan Menyimpan CO2

balitribune.co.id | Bangli - Coop Coffee Foundation mengajak awak media di Bali untuk melihat secara langsung proyek pemulihan hutan kopi Kintamani di Desa Catur, Kabupaten Bangli, Kamis (9/7) yang telah menjadi desa pilot pelaksanaan proyek karbon program Tropical Landscape Grant Funding (TLGF). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

World Climbing Series 2026, Desak Made Kembali Persembahkan Emas

balitribune.co.id I Denpasar - Atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi kembali mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dari nomor speed putri di ajang World Climbing 2026.

Setelah sebelumnya meraih emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia, Sabtu (4/7/2026) pekan lalu, atlet asal Bali ini kembali meraih emas di World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis pada Minggu (12/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Sisir Penerima Bansos Hingga ke Banjar-Banjar, Pemkab Jembrana Kerahkan Ribuan ASN

balitribune.co.id I Negara - Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana tak lagi hanya berkutat di balik meja kantor. Mulai Jumat (10/7/2026), mereka turun langsung menyusuri desa, lingkungan, hingga banjar-banjar untuk mendata dan memverifikasi kondisi masyarakat. Misi yang diemban bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan memastikan bantuan sosial benar-benar diterima warga yang berhak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Atasi Kemacetan di Gilimanuk, Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Alternatif Penyeberangan Bali–Jawa

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah terus melakukan upaya untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana – Ketapang, Banyuwangi terutama saat menjelang idul fitri maupun natal dan tahun baru. Salah satunya dengan membuka jalur alternatif layanan penyeberangan guna mengurai kepadatan di lintas Gilimanuk–Ketapang. Salah satunya dengan membuka akses baru lewat Pelabuhan Celukan Bawang.

Baca Selengkapnya icon click

Usung Tema "Kriya Loka", Kerambitan Creative Space 2026 Beri Ruang Inklusif bagi Lansia

balitribune.co.id | Tabanan- Ribuan lanjut usia (lansia) yang tergabung dalam Forum Lansia Kerambitan (Laketan) memeriahkan rangkaian Kerambitan Creative Space 2026. Acara yang mengusung tema "Kriya Loka" ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Kerambitan bersama seluruh pemerintah desa se-Kecamatan Kerambitan di Lapangan Desa Kerambitan, Minggu (12/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.