
balitribune.co.id | Tabanan – Rumah salah seorang warga di Jalan Gatot Subroto 3 Nomor 1, Banjar Sanggulan, Desa Banjaranyar, Kecamatan Kediri pada Selasa (25/2) siang.
Aksi si maling itu bahkan sempat terekam CCTV. Dari rekaman CCTV yang ramai beredar di media sosial itu juga terlihat pelaku berusaha membobol pintu rumah hingga berhasil masuk. Begitu juga saat pelaku kabur dengan cara melompati pagar rumah dengan suara latar gonggongan anjing.
Saat ini, pelaku yang terlihat menggunakan helm dan masker itu masih buron. “Pelakunya masih dalam penyelidikan,” jelas Kapolsek Kediri, Kompol I Nyoman Sukadana, yang mengkonfirmasi kejadian ini pada Rabu (26/2).
Sesuai laporan pemilik rumah yang bernama I Made Suartana (58) aksi pencurian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 Wita. Korban yang berasal dari Banjar Pajahan, Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg itu menyebutkan bahwa saat itu ia baru tiba dari bepergian.
Sampai di depan rumah, ia kemudian membuka gembok pada pintu gerbang. Kemudian bergegas menuju pintu rumah. Saat akan membuka pintu, ia melihat seseorang menggunakan helm dan masker lari dari kamar tamu menuju pintu belakang rumah.
Suartana sempat mengejarnya. Namun, si maling berhasil kabur melalui pintu belakang kemudian melompat ke tembok yang ada di belakang rumah korban sebelah utara.
Lantaran gagal mengejar si maling tersebut, Suartana kemudian menelepon menantunya yang saat itu sedang berada di luar rumah. Singkat cerita, Suartana dan menantunya kemudian memeriksa barang-barang yang ada di dalam rumahnya.
Mereka mendapati kamar menantunya di lantai dua sudah berantakan. Terutama pada lemari yang barang-barangnya sudah berserakan. Mereka memastikan si maling itu berhasil membawa kabur seuntai kalung perak dengan berat setengah gram. Selain itu, mereka juga mendapati satu tempat badong kalung juga hilang. “Korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta,” kata Sukadana.
Ia juga mengungkapkan, dari hasil olah TKP atau tempat kejadian perkara, pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban dengan cara melompati pagar belakang rumah korban di sisi utara. “Dan, membobol pintu belakang rumah korban dengan menggunakan linggis,” imbuhnya.
Saat ini, sambung Sukadana, pihaknya masih mempelajari detil ciri-ciri pelaku sesuai rekaman CCTV yang ada maupun rekaman serupa di lingkungan sekitar lokasi kejadian. “Kami juga berkoordinasi dengan Unit Opsnal Satreskrim Polres Tabanan untuk mengungkapnya,” pungkas Sukadana.