Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rumahnya Sudah Tergerus Banjir Lahar Dingin, Keluarga Sendo Dievakuasi Paksa Aparat Desa dan BPBD Klungkung

evakuasi
DIEVAKUASI - Pemilik rumah yang tenggelam akhirnya dievakuasi paksa oleh aparat desa dan BPBD Klungkung, Kamis (28/12).

BALI TRIBUNE - Banjir lahar yang membawa pasir dan lumpur menyebabkan alur Sungai Unda terjadi pendangkalan serius. Situasi ini menyebabkan alur Sungai Unda makin rendah dan rawan jika terjadi banjir lahar dingin maupun banjir bandang. Kamis (28/12) pukul 11.20 s/d 12.30 wita, sebuah gubug di Desa Tangkas, Kec/Kab. Klungkung terbenam akibat luapan Sungai Unda yang membawa lahar dingin dari sisa erupsi Gunung Agung.

Air sungai yang disertai lumpur menggenangi rumah milik I Ketut Kota (42 th) di Banjar Tegal  Desa Tangkas, membuat Tim Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung bereaksi cepat dengan mendatangi pemilik rumah untuk dievakuasi ke tempat lain yang berada tidak  jauh dari gubug tersebut. I Made Sebita (Sendo) beserta istri dan 2 anaknya yang selama ini menempati gubug tak layak huni tersebut yang posisinya tepat di bibir Sungai Unda di bawah jembatan panjang, Desa Tangkas, Klungkung.

Kepala BPBD Klungkung Putu Widiada S.Sos membenarkan BPBD Klungkung mendatangi warga yang mendiami gubug yang terendam lahar dingin tersebut. Padahal menurutnya kondisi gubug sudah terendam air sungai yang berlumpur dan mereka menempati bangunan milik I Ketut Kota (42), Banjar Tegal Desa Tangkas juga berada tak jauh dari gubug tersebut.

Upaya BPBD Klungkung untuk mengantisipasi korban jiwa jika terjadi luapan banjir bandang sewaktu waktu maupun banjir lahar dingin sewaktu waktu pihak BPBD Kab. Klungkung beserta Perbekel Desa Tangkas, Kadus Peken, Babinkamtibmas Desa Tangkas serta pecalang dan beberapa warga setempat melakukan tindakan tegas memindahkan I Made Sebita (sendo) beserta istri dan 2 anaknya kerumahnya dimana rumah tersebut  adalah hasil bedah desa (bedah rumah) yang dilakukan oleh Bupati Klungkung  Nyoman Suwirta di Desa Tangkas beberapa waktu lalu.

Setelah dievakuasi, pihak BPBD menyerahkan fasilitias pemenuhan kebutuhan dasar sehingga I Made Sebita (Sendo) beserta istri dan 2 anaknya bisa tetap tinggal di rumah serta tidak tinggal di sempadan aliran Sungai Unda lagi.

Perbekel Desa Tangkas Ketut Tilem, Kadus maupun masyarakat lainnya menyatakan selama ini pihaknya sudah menasehati I Made Sebita (Sendo) beserta istri dan 2 anaknya agar pindah dari gubug tersebut karena dianggap membahayakan jiwanya beserta keluarganya. ”Kita sudah menasehatinya saat erupsi Gunung Agung, juga sudah sempat dipindahkan ke bale banjar untuk tinggal sementara, namun malah kembali menempati gubug tersebut, bukannya kembali ke rumah. Dan diketahui kedua anaknya memang mengalami gangguan psykologi,” jelas Ketut Tilem.

Saat ini I Made Sebita (Sendo) beserta istri dan 2 anaknya  yang sudah berada di rumah dan diawasi oleh warga sekitar dan Linmas untuk memastikan keamanannya.

wartawan
Ketut Sugiana
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.