Sambut Harkitnas, Polda Bali ‘Merajut Kebangsaan Tegakkan NKRI” di Klungkung | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 12 Juli 2020
Diposting : 22 May 2019 14:25
Ketut Sugiana - Bali Tribune
Bali Tribune/ Kapolda Bali Irjen Pol Dr.Drs. Petrus Reinhard Golose.M.M saat kegiatan merajut kebangsaan di lapangan Puputan Klungkung, Senin (21/5) kemarin.
balitribune.co.id | Semarapura - Acara spektakuler merajut kebangsaan yang diprakarsai Kapolda Bali IRJEN POL Dr.Drs. Petrus Reinhard Golose.M.M.dan Gubernur Bali Wayan Koster digelar dipusatkan dilapangan puputan Klungkung Senin(20/5) kemarin.
 
Acara yang dikemas bersamaan peringatan HUT Kebangkitan Nasional ke 111 ini dihadiri seluruh pejabat Propinsi Bali serta dihadiri Ide Dalem Semaraputra dan seluruh pemuka agama dari lima agama yang ada,begitu kompak hadir.
 
Tekad merajut kebangsaan dalam wadah NKRI ini berlangsung semarak dengan diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya ini disamping merekatkan rasa kebangsaan sekaligus mensukseskan pelaksanaan Kinerja KPU dan pelaksaan Pilpres 2019 yang telah berlangsung aman dan damai.
 
Pembicara diawali ketua MUDP Bali Jro Bendesa menyatakan mari kita disini untuk merajut kebangsaan sesuai tekad semua anak bangsa untuk tegaknya NKRI harga mati
Sementara itu Gubernur Bali Wayan Koster yang begitu bangganya dengan inisiatif Kapolda Bali IRJEN POL Dr.Drs. Petrus Reinhard Golose.M.M. seraya memberikan apresiasi dan aplaus atas kinerjanya selama ini.Disamping itu Gubernur juga mengapresiasi kinerja KPU yang melaksanakan Pemilu serentak serta Pilpres 2019 dengan sukses.
 
Sebagai pemungkas tampil Kapolda Bali IRJEN POL Dr.Drs. Petrus Reinhard Golose.M.M.,mengatakan Melalui Doa Bersama merajut  Kebangsaan ini untuk membangun sinergitas dan Kebersamaan, khususnya dalam mengawal penyelenggaraan puncak pesta demokrasi Pada Hari Rabu, Tanggal 17 April 2019 lalu. Dimana dalam pelaksanaannya hingga sampai saat ini, situasi kamtibmas khususnya diwilayah Provinsi Bali sangat kondusif dan kegiatan tersebut dapat berjalan aman dan lancar.
 
"Hal ini adalah hasil komitmen kita bersama pemerintah daerah dan semua elemen masyarakat yang sangat menyadari bahwa rasa aman ini menjadikan Bali sebagai Privinsi yang aman,elegan dan unggul," kata Kapolda bali
Pesta demokrasi adalah sebuah nilai besar yang diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga dengan suksesnya serta amannya pesta demokrasi tersebut, secara tidak langsung kita mengajarkan masyarakat terhadap pentingnya 4 pilar kebangsaan yakni, NKRI, UDD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang dijadikan pola pikir dan landasan hidup bangsa indonesia. 
 
Tahapan pencoblosan telah selesai, quick count dari berbagai lembaga survei pemilu 2019 sudah dapat di lihat dan ada di berbagai media elektronik serta media massa, namun kita memiliki lembaga yang dilindungi oleh Undang-undang yaitu KPU sebagai lembaga independen yang akan secara resmi mengumumkan siapa yang terpilih dalam kontestasi pemilu 2019 ini.
 
Siapapun yang terpilih nanti, tentunya membawa harapan besar bagi kita dalam mewujudkan bangsa indonesia sebagai bangsa besar yang aman dan sejahterah. Dalam perwujudan pesta demokrasi tersebut telah menjadi indikator bagi masyarakat Kalbar yang telah melaksanakan pemilu 2019, yang saat ini sudah memasuki tahap penghitungan/pleno baik di Tingkat Kab/Kota yang mana seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan lancar, ini sebagai tolak ukur bagi kita semua untuk mewujudkan Bali sebagai salah satu Provinsi yang sukses dalam menjalankan agenda-agenda nasional. 
 
"Mari kita jaga Stabilitas Kamtibmas dengan menolak segala bentuk isu-isu/ ujaran kebencian, sara dan berita hoax,” tegasnya.
 
Saya harap, peran serta para tokoh agama dan masyarakat dan seluruh stake holder untuk menciptakan suasana sejuk guna kesatuan dan persatuan NKRI, sehingga situasi dan kondisi perubahan tersebut menjadi sebuah kebaikan bagi kita bersama, masyarakat, bangsa dan negara khususnya di Provinsi bali," sambungnya.
 
Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, S.H., S.I.K., M.H mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan Doa bersama merajut kebangsaan ini adalah untuk merajut kembali hubungan antar komponen masyarakat di wilayah Bali Klungkung pada khususnya.  
 
"Jangan sampai karena Pilpres maupun Pileg, persaudaraan, kerukunan, persatuan dan ukhuwah kita menjadi retak," imbuhnya.
 
Dikatakannya, menjaga kerukunan antar masyarakat merupakan tugas bersama, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik, tokoh adat untuk menjaga agar Bali dan Klungkung tetap sejuk, aman dan damai serta tidak ada konflik sekecil apapun, sehingga pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan program dan terus dapat ditingkatkan. "Terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat KLungkung yang selama ini telah menjaga keharmonisan, hingga dalam keadaan aman dan damai," pungkas.uni