balitribune.co.id I Mangupura - Ribuan umat Hindu di Kabupaten Badung memadati Pantai Munggu, Kecamatan Mengwi, untuk melaksanakan prosesi Melasti, Senin (16/3/2026). Prosesi melasti merupakan upacara penyucian pratima dan sarana upacara menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948.
Berdasarkan pantauan, iring-iringan krama desa adat terlihat silih berganti mendatangi pesisir Pantai Munggu, Kecamatan Mengwi. Salah satunya adalah krama Desa Adat Gulingan yang telah bergerak menuju pantai sejak pukul 07.00 WITA. "Kami berangkat pagi hari agar seluruh rangkaian penyucian di pantai bisa berjalan khidmat," ujar Made Indrawan, salah seorang warga Desa Adat Gulingan.
Berbeda dengan wilayah pesisir, sejumlah desa adat di dataran tinggi seperti Desa Adat Getasan, Kecamatan Petang, memilih melaksanakan pemelastian di sumber mata air (beji) terdekat. Langkah ini diambil untuk memudahkan partisipasi seluruh krama tanpa harus menempuh jarak jauh ke laut.
Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Widiana, menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak mengatur jadwal Melasti secara kaku. Teknis pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada kebijakan bendesa adat masing-masing. "Kami serahkan kepada bendesa adat untuk berkoordinasi langsung dengan pengelola tempat pelastian," kata Widiana.
Setelah prosesi Melasti usai, rangkaian hari raya akan dilanjutkan dengan upacara Tawur Kesanga yang dipusatkan di Pura Puspem Mangupraja Mandala pada Rabu (18/3/2026). Upacara besar tersebut rencananya akan dipuput oleh lima sulinggih secara bergiliran, sesuai tradisi tahunan di lingkungan Pemkab Badung.
Kondisi arus lalu lintas menuju jalur-jalur pantai utama di Badung terpantau padat namun tetap tertib di bawah pengawasan petugas kepolisian dan pecalang setempat.