Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sampah Luapan Got Kotori Jalan Raya Mas

sampah
BERSERAKAN - Setelah luapan air got, sampah berserakan mengotori Jalan Raya Mas, Senin (1/5).

BALI TRIBUNE - Hujan yang sempat mengguyur sejumlah wilayah di Gianyar, langsung menunjukkan dampakya.  Terutama wajah kotor ruas jalan raya akibat sampah kiriman yang meluap. Ironisnya, pemandangan mencolok terjadi di jalur pariwisata. Salah satunya di Jalan Raya Mas, Ubud.

Pantuan Bali Tribune, Senin (1/5), di Jalan Raya  Mas, Ubud, sampah terlihata berserakan di badan jalan. Menyusul banjir luapan saluran air yang terjadi malam sebelumnya. Kondisi terparah terlihat dari depan Rumah Sakit Ari Santi ke selatan. Di sepanjang jalan sampah berserakan, khususnya sampah plastik. Seperti pembungkus makanan hingga pampers bayi. Namun sayang tidak ada satupun warga yang berinisiatif membersihkan.

Kondisi inipun dikeluhkan pengguan jalan, khususnya waraga yang berherak di bidang perjalanan pariwisata. AA Maha Putra (40), seorang pemandu Pariwisata asal Pejeng, Tampaksiring, mengaku ikut malu saat melintas Jalan Raya Mas Ubud.  Terlebih saat memandu wisatawan. “Jalan ini merupakan jalan utama yang menjadi penghubung kawasan pariwisata Sukawati, menuju Ubud, Tampaksiring dan pariwisata Bali timur dan utara,” ungkapnya.

Sementara warga setempat, juga megeluhkan keberadan sampah tersebut. Wayan Sutoyo, dari banjar bantak Ancak Mas menyebutkan, keberada sampah itu, sujatinya  sampah kiriman. “Kemarin malam hujannya cukup lebat. Sampah dari arah utara terbawa ke desa kami, ini selalu terjadi setipa tahunnya,” keluh Sutoyo.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar, Wayan Kujus Pawitra mengatakan, pihak akan segera menurunkan anggota untuk membersihkan sampah tersebut. Dia berharap masyarakat tidak membuang lagi sampah ke tengah jalan. Sebab ketika musim hujan, dampaknya akan seperti demikian. 
“Terimakasih atas informasinya, kami akan langsung turunkan petugas dan armada angkut sampah ke lokasi,” jawabnya.

Namun demikian, pihaknya menekankan, bahwa dalam menciptakan lingkungan bersih tidak hanya bisa berpangku pada pemerintah. Tetapi juga harus ada kesadaran masyarakat. “Tanpa didukung kesadaran masyarakat,  peran kami tidak akan berpengaruh signifikan,” tandasnya.

wartawan
redaksi
Category

Jelang Puncak Karya Agung Ida Betara Turun Kabeh, Belasan Ribu Pemedek Ikuti Upacara Melasti ke Tegal Suci

balitribune.co.id I Amlapura - Jelang puncak karya agung Ida Betara Turun kabeh yang akan berlangsung pada Purnama Sasih Kedasa, Wraspati Wage Watugunung, pada Kamis (2/4/2026) ini, Belasan ribu pemedek tumpah ke Pura Agung Besakih untuk ikut mengiringi Ida Betara Kabeh Melasti ke Tegal Suci, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Selasa (31/3/2026) lalu, atau pada Pinanggal Anggara Paing Watugunung, dalam rangkaian Karya Agung Ida Betara Tur

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Kekroditan Selama Karya Ngusaba Kedasa, Polres Bangli Lakukan Rekayasa Arus Lalin

balitribune.co.id I Bangli - Guna mencegah terjadi kekroditan arus lalu lintas selama berlangsungnya upacara karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Kintamani  Polres Bangli menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas dan mendirikan  sebanyak 21 pos pengamanan

Baca Selengkapnya icon click

Klungkung Mendapat Kehormatan Jadi Tuan Rumah, Penyerahan Sertifikat HAKI oleh Megawati Soekarnoputri

balitribune.co.id I Semarapura - Kabupaten Klungkung mendapat kehormatan menjadi pusat penyerahan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) tingkat Provinsi Bali. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (1/4/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Maestro Tari I Made Djimat Toreh Nugraha Kebudayaan Tertinggi

balitribune.co.id I Gianyar - Maestro tari Bali I Made Djimat dinobatkan sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang kebudayaan di Kabupaten Gianyar, Parama Satya Budaya, di usianya yang kini 84 tahun. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi panjangnya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.