Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sanggar Manik Suari Magnet Pengunjung PKB

GONG KEBYAR
GONG KEBYAR- Penampilan Sanggar Manik Suari, Batuyang, Batubulan Kangin, Sukawati yang menjadi Duta Parade Gong Kebyar Dewasa Gianyar di PKB.

BALI TRIBUNE - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Parade Gong Kebyar Dewasa pada Pesta Kesenian Bali (PKB) selalu ditunggu para penikmat seni. Parade yang menampilkan dua duta seni dari dua Kabupaten/Kota di Bali ini seperti magnet yang menjadi daya tarik tersendiri. Kondisi tersebut, terlihat pada Parade Gong Kebyar Dewasa yang menampilkan duta Kabupaten Gianyar dan duta Kabupaten Klungkung, Selasa (13/6) malam.

Mengusung tema “Jati Mula” (Kembali ke asal), Sanggar Manik Suari, Batuyang, Batubulan Kangin, Sukawati sebagai Duta Kabupaten Gianyar pada Parade Gong Kebyar Dewasa, Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXIX mampu menghipnotis penonton. Dengan mencoba menampilkan karya yang sederhana, namun mengedepankan tekhnik dan skil para pelaku seni yang berkwalitas.  “Kami coba tampilkan karya dengan tampilan sederhana dan elegan. Kaya ide inovatif serta kreatifitas tinggi,” terang Jero Perbekel Desa Batubulan Kangin, I Wayan Swarjaya selaku penanggung jawab.

Sanggar Manik Suari, Batuyang, Batubulan Kangin sebagai Duta Kabupaten Gianyar menampilkan 4 garapan. Sebagai penampilan pertama, Sanggar Manik Suari menampilakn tabuh kreasi “Loloan”. Tabuh karya I Nyoman Windha tersebut tersinspirasi dari curahan air dari pegunungan mengalir menelusuri anak-anak sungai yang pada akhirnya bermuara ke laut. Proses pertemuan air tawar dan air laut yang saling tarik menarik sehingga terjadi perpaduan dua rasa. Penampilan ke dua mempersembahkan Tari Kreasi “Giwang Arnawa”. Dilanjutkan dengan persembahan Tari Palawakya.

Hingga persembahan terakhir, pragmentari “Sakuntala” para penonton tidak beranjak dari tempat duduk. Pragmentari ini mengisahkan, tentang kisah Sakuntala yang merupakan putri angkat dari Resi Kanwa dengan Prabhu Duswanta raja Astina. Dikisahkan, keduanya akhirnya memadu kasih dan akhirnya Sakuntala melahirkan seorang anak. Anak tersebut kemudian diberi nama Bharata.

wartawan
redaksi
Category

Aksi Buang Sampah Sembarangan Kian Marak, Sungai Semakin Tercemar

balitribune.co.id I Negara - Persoalan sampah masih menjadi masalah pelik, khususnya sampah yang mencemari aliran sungai. Masih rendahnya kesadaran masyarakat serta pelaku usaha dalam mengelola sampah rumah tangga dan usaha menjadi tantangan utama yang sampai saat ini terus ditangani secara intensif.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Banggar DPRD Denpasar dan Pemkot Bahas Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar menggelar rapat kerja membahas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Rapat kerja berlangsung di Gedung DPRD Kota Denpasar, Kamis (23/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Ikuti Turnamen Kerti Bali Soccer, SSB Star Kencana Diminta Tak Gentar

balitribune.co.id I Negara - Sekolah Sepak Bola (SSB) Star Kencana Jembrana dipercaya membawa nama daerah dalam ajang Turnamen Kerti Bali Soccer IV Tahun 2026 yang mempertemukan tim-tim sepak bola usia dini dari seluruh kabupaten dan kota di Bali. Meski berasal dari wilayah barat Pulau Dewata, semangat para pesepak bola muda Jembrana tidak surut untuk bersaing di level yang lebih bergengsi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Badung Jajaki Perluasan Kerjasama dengan Kota Fujisawa Jepang

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menjajaki perluasan kerja sama dengan Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, Jepang. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan kolaborasi di bidang budaya, pariwisata, hingga pengelolaan kawasan pesisir secara terpadu.

Baca Selengkapnya icon click

Siswa SD di Denpasar Dikenalkan Muatan Lokal 'Masolah' dan 'Magending'

balitribune.co.id I Denpasar - Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar dikenalkan dengan muatan lokal sebagai bagian dari penyempurnaan proses pembelajaran di sekolah. Selain mata pelajaran Bahasa Bali, para siswa juga diperkenalkan materi 'masolah' (menari) dan 'magending' (bernyanyi) sebagai wahana pelestarian budaya dan tradisi sejak usia dini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.