Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Satpol PP Jaring Siswa Keluyuran saat Jam Belajar di Rumah

Bali Tribune/ TERJARING - Petugas POl PP beri pengarahan kepada siswa yang keluyuraan saat jam belajar di rumah.
balitribune.co.id | Bangli - Sebagai bentuk tindak lanjut atas Surat Imbauan Bupati Bangli terkait pencegahan merebaknya virus Covid-19 (Corona), Satpol PP Bangli turun melakukan pemantauan dengan menyasar beberapa obyek wisata,  toko modern berjejaring, warung siap saji hingga sekolah-sekolah. Hasil pemantauan diketahui masih banyak toko modern dan restoran belum melakukan penyemprotan. Selain itu ditemukan pula beberapa orang siswa berada di luar di saat jam belajar di rumah.
 
Sekretaris Sat Pol PP dan Damkar Bangli Dewa Agung Putu Purnama mengatakan, kegiatan pemantauan dilakukan sebagai bentuk penjabaran dari surat imbauan bupati terkait pencegahan penyebaran virus Corona. Ada beberpa poin dalam surat imbau tersebut diantaranya pemilik tempat usaha seperti restaurant, pasar tradisional, toko modern, tempat keramaian, pelayanan publik wajib melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu kegiatan belajar mengajar bagi siswa-siswi mulai dari PAUD, TK, SD, SMP agar dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring/online. Kemudian tugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan diupayakan dilaksanakan di rumah, 
 
Untuk pemantauan sudah dimulai sejak Selasa dengan wilayah sasaran kecamatan Bangli dan Susut. Petugas menyasar beberapa obyek wisata, toko modern, warung makan siap saji dan sekolah. Hasilnya petugas menemukan seorang siswa berbelanja disalah satu toko modern berjejaring  di Desa Tamanbali saat jam belajar di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring/online. “Siswa yang terjaring langsung kami berikan pembinaan, begitupula orang tuanya dipanggil untuk diber pembinaan,” sebutnya, Rabu (18/3).
 
Sementara saat pemanatuan di wilayah Susut  petugas menemukan dua orang siswa salah satu SMP diwilayah Susut  lagi  asyik bermain game  lewat handphone di SMAN 1 Susut. “Awalnya keduanya mengaku mencari jaringan WI-Fi untuk mengerjakan tugas sekolah, namun ketika petugas mengecek HP-nya ternyata sedang bermain game,” sebut mantan Camat Tembuku ini.
 
Selain itu, dalam pemantauan ternyata masih banyak tempat usaha seperti toko modern, warung makan siap saji dan tempat usaha lainnya belum melakukan penyemprotan dengan cairan desinfektan. Sementara saat turun ke KecamatanKintamani, Rabu (18/3, beberapa restaurant dan  toko modern belum melakukan penyemprotan. “Untuk kegiatan pemantauan akan rutin dilakukan dan jadwalnya dibagi perkecamatan,” jelasnya. 
wartawan
Agung Samudra
Category

Galaxy A37 5G, Samsung Galaxy A Series Terbaru di Indonesia

balitribune.co.id | Denpasar - Samsung menghadirkan Galaxy A series terbaru di Indonesia, Galaxy A37 5G sebagai solusi paling lengkap untuk anak muda, baik untuk menikmati konten maupun menciptakan konten versi mereka sendiri. Ponsel ini menggabungkan kamera canggih dengan kemampuan Nightography, performa stabil, AI unggulan, baterai tahan seharian, dan durabilitas tinggi dalam satu perangkat yang siap dipakai seharian penuh.

Baca Selengkapnya icon click

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.