Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sejumlah Wilayah di Karangasem Dilanda Hujan Abu

NGUNGSI –Warga Dusun Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu terlihat masih belum mengungsi kendati semburan kolom abu Gunung Agung mencapai 2.000 meter dan hujan abu melanda sebagian daerah.

 BALI TRIBUNE - Gunung Agung kembali erupsi pada Selasa (22/1) pukul 03.42 Wita. Erupsi yang terjadi kemarin diawali suara gemuruh disertai dentuman cukup keras. Sebagian besar wilayah Karangasem pun dilanda hujan abu. Berdasarkan laporan Magma Volcano Eruption Notice yang dikeluarkan oleh PVMBG Kementerian ESDM, tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas permukaan kawah dengan kolom abu berwarna keabuan pekat dengan amplitudo maksimum 22 milimeter berdurasi 2 menit 25 detik.  Beberapa saat setelah erupsi, warga  di sejumlah desa di lingkar Gunung Agung merasakan paparan hujan abu vulkanik dengan intensitas sedang, utamanya warga di Perbekelan Desa Ban, seperti Desa Temakung, Desa Jatituhu, dan Desa Belong. “Sebelum erupsi kami mendengar suara gemuruh cukup keras disertai dentuman. Setelah itu baru kami melihat ada asap hitam pekat keluar dari kawah Gunung Agung,” ungkap Wayan Merta, salah seorang warga Dusun Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu, saat koran ini memantau daerah sekitar rumahnya yang terpapar hujan abu, kemarin.  Dusun tempatnya tinggal memang berada di KRB III yakni sekitar satu kilometer di lereng Gunung Agung, sehingga seluruh aktivitas kegempaan termasuk erupsi bisa dia saksikan dengan jelas. Dijelaskan pula, jika hujan  abu yang terjadi kemarin itu bercampur material pasir. “Kami juga mencium bau belerang menyengat waktu terjadi erupsi,” akunya, sembari mempertanyakan sebuah alat pendeteksi kegempaan yang dipasang di bagian atap rumah salah satu tetangganya di Dusun Pucang. Alat pendeteksi kegempaan tersebut, kata dia, dipasang oleh peneliti dari ITB, untuk mendeteksi kegempaan yang terjadi di Gunung Agung dan Gunung Batur. “Alat itu dipasang lebih dari satu bulan, dan katanya yang masang, akan datang setiap bulan sekali untuk mengecek hasilnya. Tapi belum ada yang datang kesini mengecek sehingga kami belum mengetahui apa hasilnya,” ujarnya. Terkait erupsi kemarin, Kepala Pos Pengamatan Gunung Agung, Dewa Made Mertayasa, kepada koran ini menjelaskan jika terjadinya erupsi dengan kondisi Gunung Agung saat ini tidak lagi diperlukan gempa vulkanik dengan frekwensi atau jumlah yang banyak. “Aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini masih mengalami peningkatan dan potensi terjadinya erupsi kedepannya masih cukup tinggi,” tegasnya. Saat ini volume lava dalam kawah Gunung Agung sudah mencapai 28 juta meter kubik dari total volume kawah sebesar 65 juta meter kubik. Dan saat ini pihaknya masih terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap seluruh aktivitas vulkanik Gunung Agung.

wartawan
Redaksi
Category

Ketua WHDI Karangasem Ny. Anggreni Pandu Lagosa Hadiri Sosialisasi Peran Strategis di Bidang Publik

balitribune.co.id | Amlapuira - Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Lagosa, mengajak ibu-ibu di Karangasem untuk meningkatkan perannya. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan sosialisasi yang digelar di Gedung MPP Karangasem pada Senin (10/11/2025) lalu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hingga Oktober 2025 Bank BPD Bali Catat Kinerja Cemerlang

balitribune.co.id | Denpasar - Bank BPD Bali hingga Bulan Oktober 2025 kembali mencatatkan kinerja cemerlang di seluruh indikator utama, sebuah bukti efektivitas strategi bisnis yang diterapkan dengan pencapaian asset  Rp42,4 triliun, melampaui target yang dipatok sebesar Rp41,10 triliun  atau mencapai 103,13% dan mencatatkan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 6,60% dibandingkan Oktober 2024 sebesar Rp39,76 triliun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tiga Pelaku Perusakan Hutan Ditangkap Polsek Kintamani

balitribune.co.id | Bangli - Jajaran Polsek Kintamani  berhasil mengungkap kasus perusakan hutan di kawasan Banjar Dinas Pengejaran, Desa Pengejaran, Kecamatan Kintamani. Dalam kasus ini petugas  mengamankan tiga pelaku masing-masing berinisial KS (62), NL (54), dan WSW (33), semuanya warga setempat

Baca Selengkapnya icon click

Sudah Tiga Bulan Ditangkap Imigrasi Malaysia, Nasib PMI Asal Bangli Belum Jelas

balitribune.co.id | Bangli - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ni Luh Tina Yanti (37) asal Banjar/Kelurahan Kawan, Bangli diberitakan ditangkap pihak otoritas Malaysia. Pascaditangkap, pihak keluarga tidak bisa menghubungi Ni Luh Tina Yanti sejak tiga bulan terakhir. Diketahui jika Ni Luh Tina Yanti sampai bekerja ke Negeri Jiran ini atas ajakan rekannya berinisial S, yang sudah bertahun-tahun kerja di Malaysia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.