Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sensasi Belanja di “Sunday Market” Ubud

Bali Tribune/Suasana di “Sunday Market” yang menjual berbagai macam produk makanan, perhiasan, pakaian dan kerajinan dari bahan alami.

balitribune.co.id | Gianyar - Sejumlah produk-produk lokal dengan bahan alami meramaikan Sunday Market atau Pasar Minggu yang ada di destinasi Ubud, Kabupaten Gianyar. Pasar yang dibuka setiap satu bulan sekali tepatnya pada Hari Minggu terakhir menjadi atraksi tersendiri bagi para wisatawan yang sedang menikmati liburan di destinasi tersebut.

Founder Sunday Market di Samanera Bowl Ubud, Marina Mouaren saat ditemui, Minggu (28/4) menjelaskan bahwa kehadiran Pasar Minggu ini khusus untuk memberikan kesempatan para usaha mikro dan kecil mempromosikan produknya. Hampir semua produk yang dijual di pasar yang bera da di Rooftop Restoran Samanera Bowl itu menggunakan bahan baku organik baik dari sisa makanan dan tumbuhan. 

"Sunday Market ini untuk membantu pelaku bisnis lokal yang tidak memiliki bujet banyak. Semakin banyaknya bermunculan pembisnis lokal dan diikuti teknologi yang semakin maju mereka bisa juga berjualan melalui media sosial. Dengan adanya Sunday Market yang merupakan monthly event, para pedagang bisa bertemu langsung dengan pelanggannya," tutur Marina. 

Dikatakannya, tidak hanya masyakarat lokal saja yang biasa belanja di pasar, wisatawan pun ketika berlibur di Ubud dapat menikmati sensasi belanja di Pasar Minggu ini. Disamping itu, lokasi pasar yang berada di tempat strategis yakni sering dilewati wisatawan yang berjalan kaki sembari menikmati suasana keramaian destinasi Ubud ini menjadi peluang bagi para pedagang untuk menjual produknya. 

Menurut Marina sebanyak 16 pedagang tersebut menjual berbagai produk diantaranya makanan ringan, aksesoris, pakaian, kerajinan, feeling oil dan lainnya yang berbahan ramah lingkungan. "Saya ingin nantinya para pedagang produk lokal ini bisa ikut jualan di Sunday Market di tempat lainnya seperti di Denpasar, Canggu. Sehingga mendapatkan kesempatan yang lebih besar bertemu dengan pembeli," jelas Marina. 

Selain menjual produk ramah lingkungan, para pedagang di pasar ini kata dia semakin kreatif contohnya menjual sedotan dari bambu dan ada juga produk lilin dibuat dari kedelai. Para pengunjung/wisatawan asing tampak antusias melihat-lihat produk-produk yang ada di Sunday Market. "Dijual juga produk dari bahan-bahan recycle. Pasar Minggu ini buka dari pukul 10.00 pagi hingga 6 sore. Para pengunjung biasanya yang menginap di hotel di Ubud," ucapnya. 

wartawan
Ayu Eka Agustini
Category

Tipikor Polres Bangli Obok-Obok Pengerjaan Proyek Revitalisasi SD dan SMP

balitribune.co.id | Bangli - Guna memastikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Bangli berjalan sesuai dengan juknis, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bangli melakukan klarifikasi dengan menyasar sekolah (SD-SMP) penerima bantuan program pemerintah pusat tersebut. Kegiatan revitalisasi menyasar 20SD dan 4 SMP dengan total anggaran sekitar Rp 24 miliar lebih

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Kembang Tinjau Langsung Perbaikan Sejumlah SD di Jembrana

balitribune.co.id | Negara - Perbaikan sejumlah fasilitas sekolah di Kabupaten Jembrana mendapat perhatian khusus dari Bupati I Made Kembang Hartawan. Tak ingin hanya menerima laporan di atas meja, Bupati Kembang turun langsung meninjau proses perbaikan di SD N 2 Banjar Tengah dan SD N 2 Loloan Barat pada Selasa (15/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Keyakinan Konsumen Bali Tetap Kuat di Tengah Normalisasi Aktivitas Ekonomi

balitribune.co.id | Denpasar - Keyakinan konsumen di Bali tetap berada pada level optimistis pada Agustus 2026. Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bali berada di level 123,1, masih jauh di atas ambang optimistis 100 dan lebih tinggi dibandingkan IKK nasional yang tercatat 118,5.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Petani Garam Karangdadi Kusamba Kembali ke Sistem Tradisional

balitribune.co.id | Semarapura - Petani garam tradisional di pesisir Karangdadi, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, resmi meninggalkan sistem pembuatan garam media tunnel. Metode yang diperkenalkan Kementerian Sosial (Kemensos) sejak tahun 2022 tersebut tidak lagi digunakan lantaran hasil produksinya ditolak oleh pasar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.