Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sepatu Baja, Terinspirasi Hiprock 90’an

sepatu baja
Sepatu Baja

EUFORIA Hiprock sempat bergemuruh di era tahun 90an. Virus LimpBizkit, Linkinpark, dan Korn sempat mempengaruhi beberapa musisi di bali untuk memainkan genre musik ini.

Meski tidak begitu banyak band yang mengusung genre ini tetapi penampilan setiap band yang memainkan hiprock bisa dibilang selalu merajai musik indie Bali. Seiring berjalannya waktu transformasi genre terus berputar dan genre Hiprock ini pun mulai tenggelam. Inilah kemudian yang membuat 4 sekawan yang berasal dari Tabanan ini mencoba untuk menancapkan kembali bendera musik Hiprock ataupun Raprock di dunia musik indie Bali.

Terbentuk di awal bulan september 2014, band yang bernama Sepatu Baja ini ingin menawarkan kembali genre yang sempat merajai di tahun 1990an. Mereka beranggotakan Wawan ( vocal ) , Ajunk ( bass ) , Bonenk ( gitar ) dan Balon ( drum ). dalam menggarap setiap lagu band ini sendiri banyak berbicara tentang hal politik maupun sosial. Menurut Wawan, konsep nama Sepatu Baja sendiri dipilih sesuai filosofi Sepatu Baja merupakan sepatu yang terbuat dari baja yang begitu kuat yang akan menuntun setiap langkah mereka dalam eksistensi dunia musik.

Walaupun belum cukup lama, tetapi Sepatu Baja sendiri sudah sering mengisi beberapa event besar maupun kecil di beberapa Kota. Berada di bawah naungan Kamareka studio juga Scream Manajement Sepatu baja sendiri sempat melakukan tour hingga ke Semarang - Jawa Tengah dan menjadi juara ketiga di event battle band yang di buat oleh PICA magz.

Saat ini Sepatu Baja sedang gencar menyelesaikan EP album mereka yang bakalan segera dirilis di pertengahan Tahun 2016. Beberapa lagu dari mereka yang berjudul Bangkit & Langitkan Kepalan feat Wira GoldVoice , Terpuruk feat Thiar & Natha serta Bukan surga penguasa dapat didengar diwww.reverbnation.com/sepatubaja5. atau tonton beberapa video live perform mereka di youtube channel Sepatu baja.

wartawan
Robby Patria
Category

Kasanga Festival 2026 Siap Digelar, 16 Besar Ogoh-Ogoh Akan Ikuti Pawai dan Suguhkan Penampilan Kesenian

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar kembali akan menggelar Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6 - 8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung. Tak seperti tahun lalu, pelaksanaan parade ogoh-ogoh dilakukan dengan sistem parade seperti peed aye saat Pesta Kesenian Bali (PKB). Selain itu, Kasanga Festival tahun ini difokuskan pada penampilan seni, tanpa ada konser musik.

Baca Selengkapnya icon click

7 Proyek Vila Melanggar, Komisi I Rekomendasikan Penghentian Paksa

balitribune.co.id I Tabanan  – Komisi I DPRD Tabanan merekomendasikan penghentian paksa tujuh proyek pembangunan vila liar di Desa Kaba-Kaba dan Desa Cepaka, Kecamatan Kediri.

 

Ketujuh proyek vila milik investor luar daerah itu disetop pengerjaannya karena mencaplok sempadan sungai dan melanggar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkot Denpasar Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Keamanan, Kondusifitas dan Kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi

balitribune.co.id | Denpasar - Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga keamanan, kondusifitas dan kelancaran Rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026. Rangkaian tersebut dimulai dari Pelaksanaan Prosesi Makiyis/Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pangerupukan, Nyepi dan Ngembak Geni.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati ​Gus Par Sebut Karangasem ‘Laboratorium Kerukunan’ Melalui Pagelaran ‘Sunaring Jagat’ di Taman Soekasada Ujung

balitribune.co.id | ​Amlapura - Pesona magis Taman Soekasada Ujung menjadi saksi bisu kemegahan kolaborasi budaya dalam acara Pagelaran Tari "Sunaring Jagat", Minggu (1/3/2026). Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata yang akrab disapa Gus Par, untuk menegaskan bahwa Karangasem adalah daerah yang terbuka dan sangat menghargai perbedaan.

Baca Selengkapnya icon click

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.