Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sepi Pembeli, Omzet Pedagang Bendera Musiman Turun Drastis

Bali Tribune / PEDAGANG BENDERA - Tampak pedagang bendera musiman di Ruas Jalan Diponegoro Amlapura, Depan Tugu Pahlawan Amlapura.

balitribune.co.id | AmlapuraMenjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan RI, pedagang bendera merah putih dan pernak-pernik perayaan HUT RI, mulai banyak bermunculan di sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Karangasem.

Para pedagang bendera dan pernak-perniknya ini berasal dari sejumllah daerah di Indonesia, yang memanfaatkan moment perayaan HUT RI untuk mendulang rupiah sembari ikut membangkitkan rasa Nasionalisme masyarakat setempat. Salah satunya, Alex salah seorang pedagang bendera musiman asal  Kota Bandung, Jawa Barat.

Ditemui wartawan di lapak pinggir jalan tempatnya menjajakan bendera, di Jalan Diponegoro, Depan Tugu Pahlawan, Amlapura, Karangasem, Alex mengatakan moment perayaan HUT RI yang berlangsung setiap tahunnya, memang menjadi moment yang paling ditunggu. Karena saat itulah dirinya bisa merantau untuk mengais rizki dari berjualan bendera dan pernak perniknya. “Kalau pekerjaan setiap harinya, saya ini bekerja sebagai pembuat tas. Nah kalau pas moment peringatan HUT RI, saya memilih untuk berangkat ke Bali untuk berjualan bendera. Biasanya sih pas awal-awal Agustus itu sudah mulai jualan, karena kan banyak yang mulai cari bendera,” ungkapnya.

Dirinya mengaku tidak habis pikir, semakin tahun penjualan serta minat warga untuk membeli bendera dan pernak-perniknya terus menurun. Ada kemungkinan warga atau instansi pemerintah masih menggunakan bendera dan pernak-pernik peringatan HUT RI yang dibeli mereka pada tahun lalu. Atau mungkin sepinya pembeli ini karena warga membeli bendera secara online.

Kendati demikian, dirinya dan pemdagang bendera lainnya, tetap semangat untuk mengadu nasib sekaligus membangkitkan rasa Nasionalisme warga. “Sepi mah sekarang pak! gak seperti tiga empat tahun lalu. Tahun lalu juga sama sepi pembeli, yah mungkin saja warga masih punya bendera sehingga tidak beli lagi,” kesahnya.

Dalam beberapa hari berjualan dirinya mengaku hanya beberapa bendera saja yang laku.  Beberapa tahun lalu dalam sehari dirinya bisa meraup omzet hingga Rp. 600.000 perhari, namun saat ini omzetnya menurun drastis yakni berkisar antara 200.000 hingga 300.000 rupiah perhari.

Untuk harga bendera yang di jual cukup bervaratif tergantung model jenis dan ukuran, yakni mulai dari yang termurah sebesar Rp. 5.000 rupiah untuk jenis bendera sepeda motor hingga yang termahal sebesar Rp. 200.000 untuk bendera gelombang isi 10 gelombang. Hasil penjulan seluruhnya dia setorkan kepada pengepul, sementara dirinya akan mendapatkan persentase dari bendera yang terjual. Biasanya dirinya berjualan dari Tanggal 1 Agustus hingga Tanggal 17 Agustus, dan setelah itu dirinya akkan kembali ke Kota Bandung. Dan selama 17 hari itu, biasanya dirinya akan membawa pulang uang persentase penjualan sebesar Rp. 900.000 hinga Rp. 1 Juta.

wartawan
AGS
Category

Warga Sudaji Kecam Kajari Buleleng Edi Irsan

balitribune.co.id | Singaraja - Sejumlah orang terlihat mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Selasa (16/12). Mereka bermaksud bertemu dengan Kepala Kejari Buleleng Edi Irsan Kurniawan untuk menanyakan tindak lanjut kasus laporan mereka terkait dugaan penyimpangan keuangan oleh Kepala Desa/ Perbekel Desa Sudaji, Kecamatan Sawan I Made Ngurah Fajar Kurniawan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kadispar Bali Berharap 7 Juta Kunjungan Wisman Sepanjang Tahun 2025

balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya berharap kunjungan wisatawan asing ke Bali hingga akhir tahun 2025 sebanyak 7 juta kunjungan. Ia menyebutkan, jumlah wisatawan mancanegara atau wisman ke Pulau Dewata pada Januari hingga November 2025 tercatat sudah mencapai 6,4 juta wisman. Jumlah ini mengalami kenaikan jika dibandingkan sepanjang tahun 2024 lalu tercatat 6,3 juta wisman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Diduga Mau Bundir, Siswi SMP Dievakuasi dari Bawah Jembatan Tukad Ngongkong

balitribune.co.id | Mangupura - Seorang siswi SMP berinisial NKS (14) ditemukan bengong di bawah Jembatan Tukad Ngongkong, Kecamatan Petang, Badung, pada Selasa (15/12). Siswi asal Desa Belok Sidan itu diduga tengah melakukan upaya percobaan bunuh diri (Bundir) setelah hilang sejak Senin (14/12). Namun, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dari bawah jembatan keesokan harinya.

Baca Selengkapnya icon click

Sarasehan PRABU Catur Muka Dibuka Wali Kota Denpasar, Dihadiri Bupati Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja - Paiketan Rantauan Buleleng (PRABU) Catur Muka di bawah kepengurusan baru, terus mematangkan agenda kegiatan organisasi ke depan. Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah menggelar audiensi dengan Bupati Buleleng,  Selasa (16/12) di ruang kerjanya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.