Diposting : 24 December 2019 01:15
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune/ Nyoman Swarjoni Astawa.
balitribune.co.id | Denpasar -  Untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik menghadapi peringatan hari besar Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali menyiagakan ratusan personilnya dan 27 Unit Gardu Bergerak (UGB).
 
Ditemui disela Media Gathering di Puri Santrian, Sanur, Senin (23/12/2019) GM PLN UID Bali, Nyoman Swarjoni Astawa mengatakan,  menghadapi siaga Nataru, pihaknya memiliki kewajiban untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik yang tujuannya untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, terutama bagi umat yang merayakan Natal dan  juga wisatawan yang akan merayakan Tahun Baru 2020 di Bali dengan mengerahkan potensi yang dimiliki.
 
Kesiapan petugas siaga ditunjukkan dengan dikerahkanya ratusan petugas yang disebar di 51 titik di seantero Bali termasuk pula kesiapan  peralatan untuk memastikan ketika kemungkinan terdapat gangguan pasokan listrik maka dipastikan peralatan ini ada, layak dan aman.
 
 “Sebelum digunakan, seluruh peralatan harus diperiksa, mengingat berhubungan dengan tegangan menengah maka apabila ada alat pengaman yang tidak safety jangan digunakan karena bisa membahayakan diri sendiri,” terangnya.
 
Menurutnya, sebagai salah satu bentuk komitmennya terhadap kewajiban untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik kepada para pelanggan, siaga PLN dimulai dari 18/12 2019 s.d 7 Januari 2020.
 
“Mereka harus siaga dalam menjaga kehandalan pasokan listrik. Dengan demikian, selain bisa memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan, dapat memberikan rasa nyaman kepada masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru juga ketika listrik  padam maka akan cepat diambil tindakkan,” sebut Swarjoni.
 
Pengamanan pelayanan PLN akan menitikberatkan pada gereja ataupun tempat ibadah perayaan Natal disamping juga berkonsentrasi pelayanan di tempat-tempat keramaian seperti , pantai, taman kota, tempat tujuan wisata, hotel serta tempat pertunjukkan lainnya. 
 
“Banyak titik yang kita awasi, prioritas tempat ibadah seperti Gereja disamping lokasi lainnya,” tutup Swarjoni selaku penanggung jawab kegiatan yang di back up para manajer di lingkungan PT PLN UID Bali.