Simpan Sabu dalam Koper, Divonis 18 Tahun Penjara | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 27 Oktober 2020
Diposting : 15 May 2020 00:00
Valdi S Ginta - Bali Tribune
Bali Tribune/ Terdakwa Man Chun Kwok (kanan)
Balitribune.co.id | Denpasar - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar memutuskan vonis 18 tahun penjara terhadap pria berkebangsaan Hong Kong, Man Chun Kwok (19), karena nekat menyelundupkan 4 kilogram Narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam kopernya pada saat datang ke Bali. 
 
Dalam putusannya, majelis hakim diketuai Angeliky Handajani Dai menilai perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.
 
"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun, dan denda Rp 2 miliar dengan ketentuan apabila tidak membayar maka diganti dengan 6 bulan penjara," tegas Hakim Angeliky dalam sidang yang digelar secara telekonferensi pada Kamis (14/5). 
 
Menanggapi putusan ini, pemilik nomor paspor H20219215 yang bekerja sebagai buruh di negara asalnya itu hanya bisa pasrah. Melalui penasehat hukumnya terdakwa tidak berniat melakukan upaya hukum banding. "Kami menerima, Yang mulia," kata penasehat hukum mewakili terdakwa.
 
Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumya menuntut terdakwa dengan 20 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsidair 1 tahun penjara, memilih mengunakan waktu selama 7 hari untuk menyikapi putusan tersebut. "Pikir-pikir yang mulia," kata Jaksa Chandra Andhika Nugraha dari Kejati Bali. 
 
Aksi penyelundupan terdakwa berhasil digagalkan oleh petugas Bea dan Cukai pada Kamis, 12 Desember 2019 sekitar pukul 22.30 Wita bertempat di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai Bali. 
 
"Sesaat setelah terdakwa turun dari pesawat Malindo Air OD  177 rute Kuala Lumpur-Denpasar dan mendarat di Bandaran Ngurah Rai, selanjutnya terdakwa melakukan pemeriksaan X-ray di terminal kedatangan Internasional," beber JPU.
 
Saat itulah petugas Bea dan Cukai menemukan 1 buah koper warna ungu bertuliskan Dunlop yang di dalam terdapat 4 paket sabu yang dibungkus dengan kertas kado dengan berat masing-masing 1000 gram netto. Jumlah berat keseluruhannya yakni 4000 gram netto.
 
Dari hasil introgasi, terdakwa mendapat barang terlarang itu dari seseorang di Kamboja atas suruhan orang yang tak dikenalnya di Hongkong. Terdakwa diberikan koper ungu berisi 4 paket sabu tersebut pada 6 Desember 2019 di Kamboja. 
 
"Terdakwa menerima paket berisi  Narkotika jenis sabu ke Bali karena membutuhkan uang untuk melunasi utang terdakwa. Terdakwa sempat menanyakan isi dari barang tersebut kepada orang yang memberi dan memberi perintah. Namun tidak mereka tidak memberi tahu tentang barang dan isinya apa," kata JPU.
 
Atas jasanya itu, terdakwa dijanjikan mendapat upah sebesar 10000 Dollar Hongkong. Namun terdakwa baru menerima 3000 Dollar Hongkong untuk biaya perjalanan ke Bali dan sisanya 7000 Dollar Hongkong akan diberikan setelah tugas terdakwa berhasil.