balitribune.co.id | Jakarta - Festival Mahabharata secara resmi dibuka di Bhopal, Madhya Pradesh, India pada Jumat (16/1/2026). Perhelatan agung ini dihadiri langsung oleh Ketua Menteri Madhya Pradesh, Dr. Mohan Yadav, serta Ida Rsi Putra Manuaba (Padmashri Agus Indra Udayana) sebagai Tamu Kehormatan Khusus. Kehadiran tokoh spiritual asal Bali tersebut menegaskan kuatnya dialog peradaban yang dibangun melalui Ashram Gandhi Puri.
Festival ini bukan sekadar perayaan seni, melainkan ruang hidup bagi Dialog Peradaban. Epos Mahabharata dipandang sebagai warisan klasik yang tetap relevan dalam menjawab tantangan kemanusiaan global saat ini melalui nilai-nilai dharma, keadilan, dan kepemimpinan beretika.
Dalam sambutannya, Ida Rsi Putra Manuaba menekankan bahwa Mahabharata telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Nusantara.
"Mahabharata bukan hanya milik India, tetapi juga hidup dalam jiwa Nusantara. Ia adalah teks peradaban yang mengajarkan dharma sebagai jalan kemanusiaan. Melalui festival ini, kita membangun dialog Indonesia–India melalui hubungan antar-manusia dan antar-jiwa," ujar Ida Rsi.
Ida Rsi juga menyoroti peran TitiBanda Ashram Gandhi Puri dalam merawat ikatan historis kedua negara. Melalui pendidikan dan pengabdian sosial, kebudayaan dijadikan bahasa universal yang melampaui batas-batas negara.
Sejalan dengan visi tersebut, di bawah kepemimpinan Dr. Mohan Yadav, Pemerintah Madhya Pradesh memposisikan kebudayaan sebagai soft diplomacy untuk memperkuat koneksi antar-masyarakat (people-to-people connection).
Festival ini membuka peluang kolaborasi budaya yang konkret, di antaranya, Pertukaran Akademik dan Seni Kolaborasi antar seniman dan akademisi kedua negara. Kajian Tekstual, Studi perbandingan epos Mahabharata versi India dan Nusantara. Diplomasi Regional, Mempererat hubungan India dengan Asia Tenggara melalui akar tradisi yang sama. Dialog Lintas Bangsa, Pertunjukan seni yang membawa pesan perdamaian dunia.
Dengan menempatkan Mahabharata sebagai teks peradaban global, festival ini mengukuhkan posisi Bhopal sebagai simpul kebudayaan dunia sekaligus memperbaharui komitmen persaudaraan Indonesia–India yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan perdamaian.