Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sinergi OJK, BPS, dan LPS Siapkan SNLIK 2026, Petakan Literasi Keuangan Hingga Pelosok

BPS Bali
Bali Tribune / RAKORDA - Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kantor BPS Provinsi Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya memetakan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi mematangkan persiapan pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 dengan cakupan wilayah yang diperluas hingga seluruh kabupaten/kota di Bali.

Sebagai langkah awal, OJK Provinsi Bali dan BPS Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Kantor BPS Provinsi Bali, Senin (19/1). Kegiatan ini dihadiri seluruh Kepala BPS kabupaten/kota se-Bali serta para petugas survei lapangan yang akan terjun langsung ke masyarakat.

Rakorda menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi antarlembaga, sekaligus memantapkan kesiapan teknis pelaksanaan SNLIK 2026 agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan berkualitas.

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menegaskan bahwa SNLIK memiliki peran strategis dalam mengukur tingkat pemahaman dan akses masyarakat terhadap produk serta layanan jasa keuangan.

“SNLIK tidak hanya mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga menjadi alat evaluasi efektivitas program edukasi keuangan yang selama ini dijalankan. Hasilnya akan menjadi rujukan bagi OJK, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran,” ujar Puji.

Menurutnya, keberhasilan survei sangat ditentukan oleh kesiapan petugas dan keseragaman pemahaman di lapangan. Karena itu, Rakorda dinilai krusial dalam memastikan SNLIK 2026 mampu menggambarkan kondisi literasi dan inklusi keuangan masyarakat Bali secara objektif.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyambut positif kolaborasi antara OJK, BPS, dan LPS. Ia menekankan bahwa literasi dan inklusi keuangan memiliki keterkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi daerah.

“BPS siap melaksanakan SNLIK 2026. Data yang dihasilkan diharapkan tidak hanya kredibel di tingkat nasional, tetapi juga mampu memperkaya basis data daerah sebagai landasan perumusan kebijakan pembangunan ekonomi Bali,” kata Agus.

SNLIK 2026 di Bali mengalami perluasan signifikan. Jika sebelumnya survei hanya mencakup tiga kabupaten, kali ini seluruh kabupaten/kota di Bali akan disertakan. Perluasan ini diharapkan meningkatkan ketepatan pemetaan indeks literasi dan inklusi keuangan hingga level provinsi dan daerah.

Untuk mendukung kualitas pelaksanaan survei, OJK dan BPS akan menggelar pelatihan gelombang kedua bagi Petugas Pendataan Lapangan (PPL) dan Petugas Pemeriksaan Lapangan (PML) pada 21–23 Januari 2026. Sebanyak 122 petugas akan terlibat, terdiri dari 86 PPL dan 36 PML, dengan fokus penguatan kompetensi teknis, standardisasi prosedur, serta kepatuhan terhadap kode etik survei.

Selain itu, OJK Provinsi Bali juga akan melakukan pendampingan langsung melalui kegiatan "witnessing" di sejumlah wilayah sampel selama survei berlangsung. Langkah ini ditujukan untuk memastikan kelancaran koordinasi dan mengantisipasi kendala di lapangan. Adapun survei lapangan dijadwalkan berlangsung pada 4–18 Februari 2026.

OJK pun mengajak masyarakat Bali yang terpilih sebagai responden untuk berpartisipasi aktif demi menghasilkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai catatan, secara nasional pada 2025 indeks literasi keuangan tercatat sebesar 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Sejalan dengan RPJPN 2025–2045 dan RPJMN 2025–2029, pemerintah menargetkan inklusi keuangan mencapai 93 persen pada 2029 dan 98 persen pada 2045.

Untuk mengejar target ambisius tersebut, diperlukan program literasi dan inklusi keuangan yang terukur hingga tingkat daerah. Hasil SNLIK 2026 diharapkan menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan dan program peningkatan literasi keuangan yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

wartawan
ARW
Category

Bareskrim Bongkar Pencucian Uang  Bisnis Baju Bekas di Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Polda Bali kembali kecolongan. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan besar tindak pidana perdagangan dan pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari bisnis impor pakaian bekas ilegal atau thrift di Bali.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan  Pastikan Ketegasan Raperda Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif

balitribune.co.id | Denpasar - Menurut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali akar permasalahan alih fungsi lahan di Bali adalah terjadinya ketimpangan pendapatan antara sektor pariwisata dengan sektor pertanian, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk diselesaikan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Pulau Serangan, Ipung Segera Ajukan Permohonan Eksekusi

balitribune.co.id | Denpasar - Sengkata tanah di Pulau Serangan Denpasar Selatan (Densel), seorang warga asli Pulau Serangan Sarah alias Hajjah Maisarah yang menggugat PT Bali Turtle Island Development (PT BTID), Walikota Denpasar, Lurah Serangan dan Desa Adat Serangan kembali menang di tingkat kasasi. 

Baca Selengkapnya icon click

Bumerang Kebijakan Baru, Pemasukan Daerah dari Sektor Pajak Reklame Turun

balitribune.co.id | Amlapura - Pendapatan atau penerimaan pajak daerah dari sektor pajak reklame belum mencapai target, dimana hingga Tahun 2025 berjalan, realisasi pajak reklame baru mencapai 58,93 persen dari target yang ditetapkan. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Nyoman Siki Ngurah, kepada awak media Senin (15/125) pun tidak menampik terkait hal tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dari DPRD ke Gerakan Koperasi, Suwirta Siap Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bali

balitribune.co.id | Denpasar - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Bali masa bakti 2025–2030. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Dekopinwil Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/12).

Baca Selengkapnya icon click

Kemenpar: Seluruh Akomodasi Dipasarkan OTA Wajib Miliki Izin Usaha

balitribune.co.id | Denpasar - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia menegaskan seluruh akomodasi yang dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA) wajib memiliki izin usaha paling lambat pada 31 Maret 2026. Merchant yang tidak memenuhi ketentuan akan dihentikan penjualannya di OТА. Demikian dikutip dari akun resmi Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (kemenpar.ri).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.