Sinergitas dalam Sosialisasi dan Edukasi HIV/AIDS | Bali Tribune
Diposting : 25 February 2020 18:18
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune / Pertemuan KPA Provinsi Bali dengan para penggiat HIV/AIDS.
balitribune.co.id | Denpasar - Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali, A A Ngurah Patria Nugraha dalam forum pertemuan bersama para penggiat HIV/AIDS menyampaikan, perlu langkah nyata, rencana aksi di seluruh wilayah Bali yang melibatkan seluruh stakeholder dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat terkait HIV/AIDS, termasuk didalamnya menjalankan rencana strategis KPA  ditengah tantangan yang ada juga lebih mengintensifkan gerakan  meski diakui adanya keterbatasan dana. 
 
“Melalui forum ini bagaimana menguatkan kembali peran forum serta implementasi mulai dari hulu hingga hilir,” sebut Patria, Selasa (25/2/2020) dari Sekretariat KPA di Denpasar, Selasa (25/2/2020).
 
Ia berharap dengan adanya struktur baru di KPA Bali bisa memberikan suatu perubahan. Begitu juga apa yang disampaikan Pengelola Program Pencegahan HIV-AIDS Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Drs Yahya Anshori,M.Si., ia beranggapan adanya struktur baru di tubuh KPA Bali hanyalah bersifat official, jadi jalankan saja. Namun bagaimana komponen yang ada dibawahnya seperti, pencegahan, pengawasan dan kelembagaan berjalan beriringan.
 
“Dari pertemuan tadi kita lihat peran KPA di daerah berjalan. Hal ini dibuktikan, Bali lebih sigap dalam penanganan HIV/AIDS dibandingkan dengan daerah lain, kita lebih fokus,” tukasnya. 
 
Lantas ia mencontohkan, dari berbagai persoalan di lapangan yang muncul, penanganannya lebih intens, seperti halnya “waria” di sepanjang jalan Gatot Subroto, Denpasar, penanganannya dilakukan oleh GAYA Dewata. Lain halnya di Jakarta, lantaran daerahnya yang luas juga mobilitasnya tinggi, tidak begitu tertangani. 
 
Belum lagi para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dulu masing malu-malu untuk memeriksakan dirinya, bahkan petugas mesti jemput bola, tapi sejak beberapa tahun belakangan ini mulai memiliki kesadaran untuk memeriksakan dirinya. 
 
“Lebih kurang seribu dua ratus PSK yang ada saat ini mulai sadar memeriksakan dirinya. Mereka mendatangi pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada untuk memeriksakan dirinya,” imbuhnya. 
 
Baik Patria ataupun Yahya berharap dengan adanya sinergitas semua pihak, edukasi dan sosialisasi bisa berlanjut dan berjalan terus, apalagi dengan masuknya Kelompok Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) tentu sosialisasi dan edukasi diharapkan bisa lebih intens lagi.