Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Soal Calon Pekerja Migran Tertipu, Pihak LPK Mengaku Siap Selesaikan

Bali Tribune / MISKOMUNIKASI - Tiga calon pekerja migran yang sebelumnya mengaku ditipu ternyata hanya miskomunikasi dengan pihak LPK. Mereka sepakat menyelesaikan laporan di Polres Buleleng dengan kekeluargaan.

balitribune.co.id | Singaraja - Dugaan penipuan dengan modus iming-iming bekerja diluar negeri yang menimpa tiga calon pekerja migran asal Buleleng berakhir damai. Pihak Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bali Bina Raya mengaku selama ini terjadi miskomunisai dan siap menyelesaikan dengan pihak yang mengaku dirugikan.Mereka diantaranya I Putu Okik Surya Arbawa, Murdani dan I kadek arya wirawan di mediasi Gede Arka Wijaya,seorang aktivis Hukum dan Kemanusian bertemu dengan pihak LPK sehingga masalah diantara mereka dianggap clear.

Sebelumnya 3 orang calon pekerja migran yang mengadukan dugaan penipuan tenaga kerja ke Polres Buleleng itu berasal dari Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sawan. Dalam laporannya mereka mengaku sudah mengeluarkan uang rata-rata Rp 10 juta agar bisa bekerja di Inggris.Bahkan pemberangkatannya pun dijanjikan bisa dipercepat dalam rentang waktu empat bulan setelah pembayaran Rp 10 juta untuk biaya pembuatan dokumen-dokumen dan sisanya akan ditalangi oleh pihak LPK.

“Sebetulnya ini hanya soal komunikasi saja sehingga seolah-olah ada masalah dengan pihak kami dari LPK.Beruntung hari ini bisa bertemu dimediasi Putu Arka dan persoalan sudah kita anggap clear,” ujar pihak LPK, Senin (17/4).

Salah satu korban yang melaporkan dugaan penipuan tersebut I Putu Okik Surya Arbawa mengaku lega masalahnya bisa diselesaikan dengan baik.Hal itu memudahkan langkahnya untuk meneruskan keinginannya bekerja diluar negeri.”Dengan pertemuan bersama pihak LPK saya anggap permasalahan sudah selesai.Dan setelah mendapat penjelasan ternyata ini memang soal miskomunikasi dan kita menyelesaikannya secara keleluargaan,”kata Okik.

Sementara itu,pendamping calon pekerja migran Gede Arka Wijaya mengatakan,pihaknya cukup memberikan apresiasi atas kesigapan pihak LPK menyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi oleh 3 orang calon pekerja migran tersebut.Dengan demikian menurutnya, persoalan diantara mereka dianggap telah selesai.“Setelah mendengar penjelasan pihak LPK memang 3 calon pekerja migran yang sebelumnya mengadu kepada kami menemukan titik temu,hanya masalah komunikasi yang tidak nyambung.Kita sepakat menyelesaikan masalah ini termasuk laporan di Polres Buleleng akan diselesaikan dengan cara kekeluargaan,”tandas Arka.

wartawan
CHA
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Puluhan Anggota Paskibraka Tabanan Digembleng Nilai-Nilai Demokrasi

balitribune.co.id I Tabanan – Puluhan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tabanan mendapatkan gemblengan khusus mengenai nilai-nilai demokrasi menjelang peringatan HUT Ke-81 RI.

Gemblengan ini diberikan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tabanan yang ikut berpartisipasi dalam pembekalan terhadap puluhan Paskibraka yang akan bertugas pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Pererenan Dipacu Jadi Destinasi Wisata Berkualitas, Bupati Minta Keamanan dan Kebersihan Dijaga

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung terus mendorong Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, berkembang sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang tetap berpijak pada pelestarian adat dan budaya Bali. Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan wisata tersebut, masyarakat diminta menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan agar daya tarik Pererenan tetap terjaga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polda Bali Ungkap Dugaan Tindak Pidana Kesusilaan Berkedok Usaha Spa

balitribune.co.id I Denpasar - Polda Bali melalui Tim Tindak UKL 2 Satgas Preventif Operasi Pekat Agung 2026 mengungkap dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan perbuatan melanggar kesusilaan di sebuah tempat usaha spa di Jalan Drupadi, Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Komentari Kasus Baturiti, Gubernur Bali : Jangan Main Hakim Sendiri

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster memberikan perhatian serius terhadap kasus tindakan main hakim sendiri yang menimpa seorang terduga pelaku pencurian di Desa Baturiti, Tabanan, hingga kemudian meninggal dunia. Koster menilai kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh masyarakat Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.