Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sopir Angkutan Umum Menjerit, Dishub Upayakan BLT

Bali Tribune/ ANGKUTAN UMUM - Awak angkutan umum harapkan bantuan pemerintah.
Balitribune.co.id | Gianyar - Jeritan ekonomi dalam situasi pandemi Covid-19 ini terus menjalar, tak terkecuali awak angkutan umum di Bumi Seni Gianyar. Meski sebagian besar awak angkutan ini sudah tercover angkutan siswa yang dibiayai pemerintah, nyatanya selama pandemi ini sekolah libur dan mereka nihil pendapatan.
 
I Nyoman Sujana (50), salah seorang sopir dengan Armada berstiker angkutan siswa gratis, bahwa saat ini pendapatannya hanya bergantung pada angukatan penumpang umum yang non siswa dan itupun tidak bisa berharap banyak. "Sebelumnya, setelah ngangkut siswa saya juga cari penumpang umum. Namun kini susah cari penumpang, karena sedikit yang ke pasar," ujar Sujana, Senian (11/3).
 
Senada itu, Wayan Cagluk yang hanya melayani angkutan umum,  menyebutkan dalam situasi normal dirinya bisa mendapatkan penghasilan dari narik sebesar Rp 50 ribu sampai dengan Rp 70 ribu perharinya, akan tetapi sekarang cuma mendapatkan Rp 20 ribu sampai dengan Rp 30 ribu perhari. Akan tetapi, dirinya tetap berpasrah karena menurutnya mewabahnya Covid-19 berdampak bagi semua orang. "Gimana lagi, semua kondisinya seperti ini. Kami berharap ada bantuan pemerintah," harapnya.
 
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba, Senin (11/5), mengatkan kondisi ini sudah disikapi dengan mengupayakan sebagian sopir mendapat BLT. Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dirlantas Polri, dari 184 sopir yang mendapat bantuan sebanyak 66 sopir. “Kami akan upayakan agar sebagian sopir bisa tercover bantuan BLT. Karena, tentunya ada beberapa sopir yang sudah tercover bantuan baik dari desa atau kabupaten atau bantuan lainnya,” yakinnya.
 
Wayan Suamba menyebutkan, pihaknya kini masih mendata sopir-sopir tersebut agar tidak mendapat bantuan dobel. Jika sudah masuk BLT atau PKH, maka dipastikan otomatis tidak didaftarkan. Dikatakannya, pendapatan sopir sangat menurun drastis dan hanya bisa mengangkut barang dagangan ke pasar, itupun tidak setiap hari. Sehingga dengan bantuan BLT dari pusat, yang nilainya Rp 600 ribu perbulan bisa meringankan beban sopir yang kehilangan pekerjaan. "Bila siswa sudah belajar normal, maka sopir angkot akan kembali melayani angkutan siswa, semoga situasi ini segera kembali normal," tutupnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.