Sopir Truk Tewas Tergencet Besi Untuk Proyek Bendungan | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 21 September 2021
Diposting : 28 May 2021 07:40
SAM - Bali Tribune
Bali Tribune/ EVAKUASI - Proses evakuasi kecelakaan di Jalan Raya Kintamani - Desa Manikliu, Bangli, Kamis (27/5/2021).
balitribune.co.id | Bangli  - Nasib apes dialami Alvian Ali (37 tahun). Pria yang berprofesi sebagi sopir truk tersebut tewas mengenaskan akibat tergencet muatan besi seberat 20 ton yang diangkutnya. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalan Raya Kintamani - Desa Manikliu, tepatnya di Utara Pasar Tenten, Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 05.00 Wita. 
 
Besi seberat 20 ton rencana akan dibawa ke proyek Bendungan Sidan di Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar. Dari informasi yang diterima Bali Tribune Kamis kemarin, kronologis kejadian berawal truk nomor polisi DK 8511 WQ dikemudikan oleh Alvian Ali asal Desa Ketutug, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, datang dari arah timur hendak ke barat (Kintamani - Manikliu). Tiba-tiba bak bagian depan truk roboh. Besi seberat 20 ton tidak tertahan dan menjepit sang sopir. Alvian meninggal di lokasi kejadian. 
 
Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Ketut Sukadana saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut membenarkan kejadian naas tersebut. Menurut AKP Sukadana, sopir truk meninggal di lokasi kejadian dengan kondisi kaki patah dan kepala pecah. Untuk proses evakuasi dilakukan dengan mendatangkan derek. Setidaknya diperlukan waktu satu jam untuk proses evakuasi. "Proses evakuasi berjalan selama satu jam.” ungkapnya 
 
Lebih lanjut, terkait kejadian tersebut petugas telah turun untuk melakukan olah TKP. Kemudian dari pemeriksaan kondisi truk yang sudah mengalami keropos. "Penyangga besi yang dilas kropos. Muatan di atasnya langsung menjepit bagian depan truk," ungkap APK Sukadana. 
 
Disinggung terkait truk yang muatan melebihi kapasitas, AKP Sukadana menyebutkan jika truk tersebut biasa mampu membawa muatan 25 ton. Sedangkan muatan yang dibawa sopir saat ini sebanyak 20 ton. “Truk yang kecelakaan biasanya muat 25 ton, tadi besi yang dibawa 20 ton. Kejadian ini karena ada bagian yang keropos," ujarnya.