Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Soto Ayam Surabaya Buka Cabang di Kuta

Pemilik Soto Surabaya, Haji Yusuf bersama Harry T Putra, bersama Bendesa Kuta, Wayan Wasista, dan tokoh Kuta, IGN Tiksena. (ist)

BALI TRIBUNE - Soto Ayam Surabaya (SAS) kini hadir di Kuta mulai Senin (24/12/2018). Pemilik rumah makan ini, Haji Yusuf bersama partnernya, Harry Tri Putra yang sekaligus menjadi chef, menyebutkan, ini adalah cabang dari SAS yang ada di Jalan Teuku Umar, Denpasar.

Didirikannya SAS di Kuta ini, kata Harry adalah untuk lebih mendekatkan diri dengan khalayak wisatawan yang berkunjung ke kampung turis tersebut. Selain itu, dengan dibukanya gerai baru tersebut, juga memberi kesempatan kerja bagi warga setempat.

“SAS hadir di Kuta untuk memenuhi selera penggemar soto di kawasan Kuta,” kata Haji Yusuf kepada awak media jelang pembukaan gerai terbaru SAS yang beralamat di Jalan Patih Jelantik (depan Sasana Mirah Silver) tersebut pada Minggu (23/12/2018).

Sementara Harry mengatakan selain menawarkan soto khas Surabaya sebagai menu andalan, pihaknya juga menyajikan menu lain seperti ayam bakar dan ayam goreng. Yang istimewa, kata dia, pihaknya hanya menggunakan ayam kampung dari Banyuwangi, Jawa Timur.

“Ini benar-benar ayam kampung yang tumbuh tanpa ada pengaruh obat-obatan seperti ayam broiler. Dengan bahan baku ayam kampung ini, sajian kami akan lebih sehat. Karena itu kami mengistilahkan dengan organic chicken. Ide itu muncul dari Haji Yusuf,” ungkap Harry.

Di samping bahan baku ayam kampung yang khusus didatangkan dari Banyuwangi, Harry mengungkapkan, fasilitas dapur yang tersedia di resto tersebut sangat lengkap. “Ini dapur dengan fasilitas bintang lima. Kami bisa memasak dengan nyaman,” kata dia.

Sementara, untuk daya tampung, kata dia, bisa mencapai 250 pengunjung. Kelebihan lainnya adalah ketersediaan tempat parkir yang memadai. “Keberadaan lahan parkir sangat penting agar kenyamanan para pengunjung tidak terganggu,” ungkap Harry.

Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, menyambut positif pembukaan SAS di kawasan Kuta ini. Dia berharap nantinya ada sinergi dengan desa adat setempat, termasuk dalam hal menyerap tenaga kerja dari kalangan warga sekitar. “Saya berharap kita bisa bersinergi,” pungkasnya.

wartawan
Arief Wibisono
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Plastik Mahal, Pedagang Denpasar Tak Lagi Sediakan Kresek

balitribune.co.id I Denpasar - Kenaikan harga plastik kemasan yang signifikan belakangan ini mulai berdampak pada pola transaksi di pasar tradisional. Sejumlah pedagang kini mulai memperketat imbauan pemerintah untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai guna menekan biaya operasional.

Baca Selengkapnya icon click

Insentif Pemuka Adat dan Agama di Denpasar Telan Rp2,8 Miliar per Bulan

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan menganggarkan dana sebesar Rp33,8 miliar pada tahun 2026 untuk insentif pemuka adat, tokoh agama, dan pengurus subak. 

Alokasi bulanan yang disiapkan mencapai Rp2,82 miliar sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam menjaga tatanan budaya.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.