Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Suatu Pagi di Pantai Penimbangan Buleleng

Bali Tribune / Wayan Windia - Guru Besar pada Fak. Pertanian Unud, dan Ketua Stispol Wira Bhakti di Kota Denpasar.

balitribune.co.id | Bulan lalu, saya dan rombongan asesor Tri Hita Karana (THK) Bali, mengunjungi Pantai Penimbangan di Buleleng. Tujuannya, untuk menilai karya Corporate Social Resposibility (CSR) PT Indonesia Power (IP) di Denpasar, Bali. PT-IP mengimplementasikan CSR-nya untuk pelestarian penyu di pantai itu. Pantainya tampak menawan, pemandangannya melankolik, dan penduduknya kini sedang menikmati hasil karya pelestarian pantai dan penyu.

Saya kira, analisis Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono tepat. Bahwa kegiatan ekonomi akan berkelanjutan, bila penduduk menjaga kesehatan ekologi. Kalau ekologi sehat, maka ekonomi akan menanjak secara berkelanjutan. Kesehatan ekologi adalah panglima pembangunan ekonomi, khususnya di laut dan pantai.

Ketua Kelompok Nelayan Sari Segara, Gede Karang Sadnyana bercerita tentang munculnya kesadaran masyarakat di pantai itu. Bahwa ketika eksport ikan hias sedang berkembang, pantai itu menjadi incaran para stakeholders. Mereka tidak segan-segan menggunakan zat kimiawi. Akibatnya, terumbu karang menjadi rusak parah.

Kerusakan ekologi menyebabkan potensi sumberdaya laut menurun drastis. Penduduk di sana juga semakin kerasukan. Penyu yang muncul ditangkap untuk dijadikan sate dan rawon. Kalau ada telur penyu di pantai, penduduk segera menggali dan kemudian di tambus untuk makanan. Ekologi menjadi semakin tidak sehat. Akibatnya kemiskinan semakin menjadi-jadi, karena potensi sumberdaya alami laut dan pantai, menjadi lenyap.

Pada saat titik nadir kehidupan seperti itulah, baru muncul kesadaran ekologis masyarakat di Pantai Penimbangan. Mungkin memang demikian watak manusiawi di alam dunia. Kalau sudah merasakan sakit parah, barulah muncul kesadaran untuk sehat. Persis juga seperti sekarang ini. Ketika serangan corona menghantam parwisata Bali, barulah muncul kesadaran tentang pertanian.

Hal yang analogis, mungkin akan terjadi pula di kawasan Subak Jatiluwih. Di kawasan subak itu, kini sedang dimulai proses hancur-hancuran. UNESCO sudah memberi peringatan “lampu kuning”. Pada suatu saat nanti, kawasan warisan dunia itu mungkin akan betul-betul hancur. Kalau hal itu terjadi, maka akan tidak ada lagi turis ke sana. Pada saat itu, barulah mereka akan sadar tentang pentingnya konservasi. Kemiskinan akan menjadi hantu kehidupannya.

Sekarang, marilah kita kembali ke Pantai Penimbangan. Rakyat di pantai itu, kini sedang  mengalami gairah kehidupan. Masyarakat sudah mulai banyak berkunjung ke sana. Mereka menikmati suasana pantai alami, dengan kondisi lingkungan yang asri. Terumbu karang semakin semarak. Penyu semakin banyak yang lari ke pantai untuk bertelur. Banyak wisatawan yang datang ke sana pada saat penyu sedang musim bertelur. Mereka menonton penyu yang sedang bertelur. Kelompok nelayan di pantai itu, menjaga dengan tekun penyu-penyu tersebut.    

Pada bulan Juni-Agustus, kalau kita berenang di pantai itu, maka banyak penyu-penyu yang berenang gentayangan. Penyu itu sedang birahi. Kalau ada cowok yang berenang, maka penyu yang cewek akan datang dan melakukan gerakan ingin di gendong. Demikian pula sebaliknya. Para ahli dari Undiksha terus berada di sana untuk memantau lingkungan, dan membina masyarakat pantai itu.

Ketua Yayasan THK Bali, Wisnu Wardana terkekeh-kekeh mendengar cerita tentang penyu yang sedang birahi itu. Ia bertekad akan datang berkunjung ke Pantai Penimbangan pada bulan Juni-Juli. Dengan tujuan ingin menyaksikan penyu yang sedang birahi. Kemudian akan diamati, apakah ada dampaknya bagi birahi manusia.

Saat ini, keluarga nelayan di pantai itu memiliki pekerjaan tambahan. Mereka membuka warung makanan-minuman, untuk melayani tamu-tamu yang berdatangan. Mereka tidak lagi ngerumpi kiri-kanan, tatkala suaminya sedang melaut. Gede Karang Sadnyana, yang dikenal pula sebagai Jro Mangku mengatakan bahwa, nilai tambah yang dihasilkan setelah kedatangan PT-IP adalah 100 persen. “Dulu tidak ada, sekarang menjadi ada. Itu kan bertambah 100 persen” katanya. Untuk itu, ia masih terus berharap agar PT-IP masih bisa mendampingi komunitasnya, hingga bisa mandiri.

Selama ini, PT-IP telah mengirim tokoh masyarakat untuk belajar tentang penyu ke Pulau Serangan. Juga belajar tentang pengelolaan terumbu karang ke Gerokgak. Para ahli penyu dan terumbu karang juga didatangkan ke Pantai Penimbangan. Agar bisa membina langsung masyarakat di sana. Termasuk mendatangkan ahli dari Undiksha. Semua usaha yang dilakukan oleh PT-IP sudah mendatangkan hasil yang nyata. Khususnya bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat setempat.

Konsep pengelolaan kawasan, memang sebuah pilihan. Apakah diarahkan untuk kepentingan ekonomi yang bersifat jangka pendek (kasus Subak Jatiluwih), atau untuk kepentingan lingkungan yang bersifat jangka panjang (kasus Pantai Penimbangan). Keduanya tidak bisa berjalan seiring. Pasti akan terjadi proses trade-off.

Negara Armenia di Timur Jauh, telah memilih pengelolaan kawasan dengan pendekatan ekonomi yang bersifat jangka pendek. Setelah sumber-dayanya terkuras habis, maka tentu saja kaum investor-kapitalis itu akan lari meninggalkan kawasan. Tinggallah masyarakat Armenia yang harus tetap tinggal di sana. Hidup dengan kondisi lingkungan yang sudah rusak parah, dan dengan kemiskinan yang masih tetap melekat. Pembangunan yang teknologis dan ekonimistis, cirinya adalah sangat eksploratif dan eksploitatif. Untunglah kini ada kesadaran baru dari Presiden Jokowi untuk kembali ke alam dan lingkungan. Kita tinggal menunggu saja, apakah janji-jani itu akan menjadi kenyataan. Atau hanya sekedar janji saja.   

wartawan
Wayan Windia
Category

Tim Gabungan Gelar Penertiban Identitas, Sasar 141 Duktang di Bajera

balitribune.co.id - Tabanan - Tim gabungan di Kecamatan Selemadeg melakukan penertiban identitas terhadap 141 penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di lingkungan Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Penertiban yang berlangsung pada Senin (20/4/2026) malam itu menyasar belasan rumah kos, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran administrasi kependudukan.

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Korsleting Listrik, Laundry Terbakar

balitribune.co.id I Bangli - Sebuah tempat usaha laundry yang berlokasi di Jalan Nusantara, Kelurahan Cempaga, Kecamatan/Kabupaten Bangli, dilalap si jago merah pada Selasa (22/4/2026) sekira pukul 08.30 Wita. Kuat dugaan kebakaran  dipicu oleh korsleting listrik pada instalasi kabel yang kemudian menyambar pakaian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Buleleng Tetapkan Perda Baru Pajak dan Retribusi

balitribune.co.id I Singaraja - DPRD Kabupaten Buleleng secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2023 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam rapat paripurna, Rabu (22/4/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, serta dihadiri jajaran legislatif dan eksekutif, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Sekda, serta pimpinan OPD.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ketua DPRD Buleleng Desak Pencabutan UU Pemda 23 Tahun 2014

balitribune.co.id I Singaraja - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng Ketut Ngurah Arya mendesak adanya pencabutan atau revisi Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Langkah ini dinilai mendesak lantaran regulasi tersebut dianggap membatasi ruang gerak DPRD, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap eksekutif.

Baca Selengkapnya icon click

Alat Berat Mogok Gara-Gara Pertadex Langka, Truk Sampah Antre Panjang Depan TPA Mandung

balitribune.co.id I Tabanan - Operasional alat berat di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, berhenti total hingga mengakibatkan puluhan truk pengangkut sampah mengantre panjang sejak Selasa (21/4/2026) siang. Berhentinya dua unit alat berat tersebut dipicu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamina Dex (Pertadex) yang membuat proses perataan sampah di lokasi tidak bisa terlaksana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.