Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sudah Mulai dari Abad ke-18 Masehi, Omed-omedan bukan Tradisi Ciuman Massal

omed-omedan
TRADISI - Pelaksanaan tradisi omed-omedan oleh Sekaa Teruna Satya Dharma Kerti, di depan Balai Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar, Minggu (18/3) selalu dipadati pengunjung.

BALI TRIBUNE - Warga Banjar Kaja Sesetan Denpasar kembali menggelar tradisi omed-omedan di banjar setempat, Minggu (18/3).  Meski  saat tradisi ini para pemuda dan pemudi setempat  nampak berpelukan  kemudian disiram air, namun tidak serta-merta tradisi ini disebut sebagai tradisi ciuman massal.

Hal ini ditegaskan Penglingsir  Puri Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan yang juga maestro tradisi omed-omedan, I Gusti Ngurah Oka Putra. Menurutnya,   tradisi di desanya itu bagi masyarakat awam memang seperti ciuman dan pelukan massal. Namun ia meluruskan persepsi itu semua, karena dalam kenyataannya tidak seperti yang dilihat pada sosial media.

“Namanya juga omed-omedan berarti saling tarik-menarik. Di sana memang ada sebuah pertemuan antara pipi pelaku dan tidak ada sama sekali yang bibir ketemu bibir karena semua itu sudah ada pakemnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, pakem yang ada yaitu peserta omed-omedan dilakukan oleh anggota pemuda dan pemudi. Sedangakan tangan pemuda yang harus berada di lengan dan pinggul pemudi, sehingga pipi sama pipi dikatakan akan bertemu sedangkan bertemunya bibir tidak akan terjadi. Pada saat itu ia juga menjelaskan anggota STT dibagi menjadi beberapa kelompok tanpa ada batasan untuk mengangkat salah satu pemuda dan pemudinya yang akan melakukan tarik-menarik sambil disiram air.

Tradisi itu memang dilaksanakan untuk memperingati pergantian tahun baru caka yang diperkirakan sudah mulai dari abad ke-18 masehi. “Ini sama kayak kita bersilahturahmi, namun dilakukan dengan bersenang-senang dan penuh kegembiraan. Sejarahnya juga sangat panjang, sehingga sampai saat ini masih tetap dilakukan setiap tahun. Kami  juga tidak menyangka akan menjadi tradisi yang unik bahkan dikenal sampai ke luar negeri,” terangnya.

Dalam kesempatan itupun ia menjelaskan sejarah singkat adanya tradisi omed-omedan tersebut yang sempat ditiadakan. Ia menerangkan penglingsirnya sendiri yang ada di puri setempat, tepat purinya yang berada di depan balai banjar mengalami sakit keras  dan tidak diketahui apa penyebabnya. Karena tidak ingin ada keramaian saat itu, maka disarankan jangan melakukan tradisi tersebut dalam memperingati tahun baru caka. Meski demikian karena datangnya masyarakat dan penonton yang membludak maka tetaplah dilakukan oleh warga dan menentang perintah dari penglingsir puri saat itu.

“Karena raja tetap mendengar keramaian mintalah ia keluar dari puri dengan digotong oleh pendampingnya, yang akan memarahi masyarakat karena tetap membuat keramaian di bencingah (depan puri). Sampai di depan puri, seketika penglingsir saya menjadi sembuh kembali secara misterius, maka ia tidak jadi marah malah menyuruh melanjutkan kembali tradisi itu,” terang pria 74 tahun tersebut.

Diwawancarai pada tempat yang sama, ketua Sekaa Teruna Dharma Kerti, I Made Widya Sura Putra mengatakan memang turun-temurun tradisi Omed-omedan dilakukan oleh kalangan muda. Bahkan ia mejelaskan sebelum tradisi berlangsung diadakan persembahyang bersama terlebih dahulu dan ada arahan dari tokoh masyarakat setempat.

“Tradisi ini tidak semata sebagai ajang pelukan atau ciuman massal seperti informasi yang ada. Karena omed-omedan itu kan berarti saling tarik-menarik bahkan itu ada pakemnya yang jelas. Mereka yang melakukan juga anggota STT yang  diangkat oleh temannya secara spontanitas tanpa mengurangi tradisi, adat, budaya, dan pakem yang ada,” jelas pemuda 23 tahun tersebut.

Dalam pelaksanaannya juga, Putra mengungkapkan tradisi itu hanya boleh dilakukan oleh anggotanya yang baru masuk STT sampai yang belum kawin. Sedangkan bagi yang mengalami kecuntakan (kotor/datang bulan) tidak diperkenankan ikut melakukan tradisi tersebut, karena prosesi awalnya dilakukan pada pura banjar setempat. “Kita mulai dari pukul 16.00  sampai selesai, sedangkan yang melakukan omed-omedan maksimal itu dilakukan oleh dua pasang saja dari 350 anggota STT, dengan durasi tidak menentu,” tandasnya.

wartawan
I Wayan Sudarsana

Polda Bali Ungkap Dugaan Tindak Pidana Kesusilaan Berkedok Usaha Spa

balitribune.co.id I Denpasar - Polda Bali melalui Tim Tindak UKL 2 Satgas Preventif Operasi Pekat Agung 2026 mengungkap dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan perbuatan melanggar kesusilaan di sebuah tempat usaha spa di Jalan Drupadi, Seminyak, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Komentari Kasus Baturiti, Gubernur Bali : Jangan Main Hakim Sendiri

balitribune.co.id I Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster memberikan perhatian serius terhadap kasus tindakan main hakim sendiri yang menimpa seorang terduga pelaku pencurian di Desa Baturiti, Tabanan, hingga kemudian meninggal dunia. Koster menilai kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh masyarakat Bali.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Tumpek Krulut, Gubernur Koster Arahkan Pelayanan Kesehatan Gratis Serentak di Seluruh Bali

balitribune.co.id I Denpasar - Dalam rangka Rahina Tumpek Krulut, Gubernur Bali Wayan Koster mengarahkan pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi masyarakat secara serentak di seluruh Bali pada Sabtu (1/8/2026). Pelayanan dilaksanakan di seluruh unit pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah maupun swasta di kabupaten/kota se-Bali sebagai wujud memaknai Tumpek Krulut dengan memuliakan manusia melalui cinta dan kasih sayang.

Baca Selengkapnya icon click

Petani Bunga Pacah Akui Permodalan Menjaga Keberlanjutan Usaha Pertanian

balitribune.co.id I Mangupura - Bunga pacah menjadi salah satu bahan yang digunakan umat Hindu di Bali dalam membuat sesajen atau Banten. Bunga ini kerap diburu umat Hindu di Pulau Dewata saat hari raya keagamaan yang membuat harga bunga pacah naik signifikan dari hari-hari biasa. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Satria Minta RSUD Klungkung Berikan Pelayanan Paripurna

balitribune.co.id I Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menghadiri acara Survei Re-Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung, Kamis (30/7/2026).

Acara yang berlangsung di RSUD Klungkung ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Anom, beserta jajaran manajemen dan civitas hospitalia RSUD Klungkung. 

Baca Selengkapnya icon click

Pangdam IX Udayana Resmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Saba

balitribune.co.id I Gianyar - Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto resmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Rabu (29/7/2026). Peresmian tersebut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster dan Bupati Gianyar I Made Mahayastra.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.