Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Suspek Rabies, Bocah 7 Tahun Takut Terhadap Air dan Terus Keluarkan Air Liur

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Dr. Sucipto.
Bali Tribune / Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Dr. Sucipto.

balitribune.co.id I Singaraja - Kasus suspek rabies kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun asal Banjar Kajanan, Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, dilaporkan mengalami gejala khas rabies setelah sebelumnya digigit anjing pada awal Juni 2026.

Bocah berinisial GEW tersebut kini mendapat penanganan di RSUD Tangguwisia. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, pasien memiliki riwayat gigitan anjing milik bos ayahnya sebelum libur semester sekolah.

Berdasarkan laporan kronologis sementara Dinas Kesehatan Buleleng, korban memiliki riwayat gigitan anjing pada awal Juni 2026. Gigitan terjadi pada betis kaki kiri dengan luka berbentuk sayatan. Namun, setelah kejadian, luka hanya dicuci sendiri di rumah dan korban tidak dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin anti rabies.

Yang memprihatinkan, anjing yang menggigit korban merupakan anjing milik keluarganya sendiri. Anjing tersebut juga sempat menggigit adik korban, meski luka yang dialami lebih kecil dan tidak sampai mengeluarkan darah.

Anjing tersebut kemudian dibunuh oleh ayah korban karena dikhawatirkan kembali menggigit orang lain. Hewan penular rabies (HPR) itu merupakan anjing lokal yang telah dipelihara sekitar satu tahun dan selama ini dilepasliarkan. Setelah dibunuh, anjing dikubur tanpa dilaporkan ke Puskeswan.

Gejala mulai muncul pada Kamis, 6 Agustus 2026. Korban mengalami nyeri pada kaki kiri, demam, serta penurunan nafsu makan. Korban sempat dibawa berobat ke bidan dan diberikan vitamin serta obat demam.

Namun, kondisi korban tidak kunjung membaik. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, keluarga membawa korban ke RSUD Tangguwisia. Saat tiba sekitar pukul 11.45 Wita, korban menunjukkan sejumlah gejala yang mengarah pada rabies, di antaranya menolak dan takut terhadap air, gelisah, takut terhadap angin atau AC, serta terus mengeluarkan air liur atau hipersalivasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Dr. Sucipto, mengatakan kasus tersebut menjadi perhatian serius mengingat pasien baru mengalami gejala beberapa pekan setelah kejadian gigitan. Gejala awal mulai muncul pada 6 Agustus 2026. Pasien mengalami demam, tidak nafsu makan, berkeringat berlebih, serta nyeri pada bagian betis kaki kiri.

Kondisi pasien kemudian menunjukkan sejumlah gejala yang mengarah pada suspek rabies. Pada 7 Agustus 2026, pasien dilaporkan mengalami takut air atau hidrofobia, takut angin, hipersaliva, sensitif terhadap cahaya, serta gelisah.

“Kasus ini menunjukkan pentingnya masyarakat segera melaporkan setiap kejadian gigitan hewan penular rabies dan mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan,” ujar Dr. Sucipto Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, keterlambatan mendapatkan penanganan setelah gigitan hewan penular rabies dapat meningkatkan risiko, terlebih apabila hewan yang menggigit tidak dapat dipantau atau diperiksa lebih lanjut.

“Hingga 9 Agustus 2026 terdapat 4.927 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Dari jumlah tersebut, kasus rabies pada manusia atau Lyssa pada 2026 tercatat sebanyak tiga kasus,” imbuhnya.

Tiga kasus tersebut masing-masing terjadi pada Maret, Juni, dan Agustus 2026. Kasus pada Maret melibatkan anak berusia 9 tahun asal Kecamatan Sawan dengan riwayat gigitan anjing liar. Sementara kasus Juni menimpa anak berusia 13 tahun asal Kecamatan Busungbiu yang memiliki riwayat gigitan anjing sendiri. Kedua kasus tersebut sama-sama tidak melaporkan diri ke fasilitas kesehatan.

Dinkes Buleleng kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan luka akibat gigitan hewan penular rabies. Pertolongan pertama yang dianjurkan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 10–15 menit, kemudian segera melapor dan mendapatkan pemeriksaan di puskesmas atau rumah sakit pemerintah.

Saat ini layanan vaksin antirabies (VAR) tersedia di rabies center di Buleleng. Dinkes juga mencatat seluruh kasus gigitan HPR mendapatkan VAR sesuai kebijakan penanganan rabies di Bali.

“Yang paling penting adalah jangan menunggu munculnya gejala. Begitu terjadi gigitan, segera cuci luka dan datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan,” tandasnya. 

wartawan
CHA
Category

Polsek Dawan Ungkap Pencurian Aki Truk Lintas Kabupaten

balitribune.co.id | Semarapura - Unit Reskrim Polsek Dawan, Polres Klungkung, mengungkap kasus pencurian aki kendaraan truk yang terjadi di sejumlah lokasi di Bali. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang terduga pelaku berinisial DMFA (17) serta 30 buah aki sebagai barang bukti. 

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Gus Par Monitoring Revitalisasi Sekolah, Pastikan Pembangunan Berjalan Sesuai Harapan

balitribune.co.id | Amlapura - Pembangunan sarana pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam memastikan anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan layak. 

Hal tersebut turut menjadi perhatian Bupati Karangasem Gus Par saat melakukan monitoring dan pengendalian pembangunan di sejumlah sekolah di Kecamatan Rendang, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sensasi Berkendara Malam, Astra Motor Bali Gelar Vario EVO Night Ride

balitribune.co.id | Denpasar – Astra Motor Bali kembali memperkuat kedekatan dengan komunitas Honda melalui kegiatan Vario EVO Night Ride, yang mengajak sebanyak 75 anggota komunitas Viber Bali dan Vario Matic House Bali merasakan langsung pengalaman berkendara bersama New Honda Vario EVO 160 di malam hari.

Baca Selengkapnya icon click

Kuasa Hukum Prajuru Pura Tangkas Koriagung Tunggu Itikad Baik Bendesa Adat Tangkas

balitribune.co.i | Semarapura - Polemik sanksi yang dijatuhkan Desa Adat Tangkas pada prajuru Pura Tangkas Koriagung, Diduga Penuhi Unsur Tindak Pemaksaan dengan menjatuhkan sanksi kesepekang. Di hadapan media, Kuasa Hukum Wayan Sumardika CS menyatakan siap tempuh jalur hukum terkait  pemberian sanksi adat terhadap lima prajuru Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung memasuki babak baru. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Zurich Entrepreneurship Program Bekali Keterampilan Wirausaha Masa Depan bagi 6 Ribuan Pelajar

balitribune.co.id | Jakarta - Di tengah meningkatnya kebutuhan akan keterampilan kewirausahaan hingga pemanfaatan teknologi digital, Zurich Indonesia, Z Zurich Foundation, dan Prestasi Junior Indonesia memperkuat dampak Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) dengan membekali 6.125 siswa SMA dan SMK di sepuluh kota pada tahun ajaran 2026–2027.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.