Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Suteja Kumara: Revisi NPAT Untuk Meningkatkan PAD Kota Denpasar

Bali Tribune/I Ketut Suteja Kumara.

balitribune.co.id | Denpasar – Sebetulnya banyak potensi dari Kota Denpasar yang bisa digali sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya pengenaan retribusi Air Bawah Tanah (ABT) yang disinyalir banyak digunakan kalangan industri pariwisata , bahkan rumah tangga sekalipun. Begitu diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara yang ditemui di Denpasar, Sabtu (18/1/2020). 

Suteja Kumara menjelaskan, keterbatasan anggaran kerap menjadi persoalan dalam pembangunan yang bersumber pada APBN/APBD, meski demikian ia melihat masih ada celah untuk meningkatkan PAD dari berbagai sektor ekonomi yang ada di Kota Denpasar yaitu dengan kembali merevisi Penetapan Nila Perolehan Air Tanah (NPAT) dalam pengenaan pajak air tanah. 

“Rencananya kita akan naikkan 20  persen harganya dari yang sekarang bagi kalangan industri. Dan ini kita anggap cukup efektif dalam mendongkrak PAD Kota Denpasar, tanpa harus membebani yang lain,” katanya sembari berasumsi, dinaikkannya harga 20 persen pengguna ABT sangatlah wajar, lantaran harga air baku yang selama ini disuplai PDAM Kota Denpasar, harganya di atas ABT. 

Jadi sangat tidak logis menurutnya ketika bicara harga pengguna ABT jadi lebih rendah dari PDAM, padahal penggunaan dikalangan industri sangatlah besar, bahkan dampaknya secara lingkungan pun besar sekali,” tukasnya, sembari mengatakan, semangat dari dinaikkannya harga yaitu, penyelamatan lingkungan juga untuk mendongkrak PAD Kota Denpasar. 

Berbagai skema secara teknis telah disiapkan alias digodok Suteja Kumara untuk penetapan harga baru baik ABT/Air Baku untuk merevisi aturan yang lama.

“Kita akan buat usulan kepada pemerintah kota, bahkan rencananya kita akan awali dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai unsur dalam menampung aspirasi baik dari kalangan akademisi, praktisi, pemerintah, peneliti dan masyarakat tentunya,” sebut Suteja Kumar dengan nada serius. 

Dari sisi lain ia juga mengingatkan pihak PDAM Kota Denpasar untuk lebih meningkatkan kinerjanya, caranya dengan menyiapkan infrastrukturnya. Apalagi Suteja Kumara menegaskan, PDAM sebagai hulunya dari kegiatan ini tentunya diperlukan kesiapan yang cukup matang. Dibutuhkan investasi yang besar untuk mengolah air permukaan sebagai sumber air bersih.

“PDAM Kota Denpasar, siap ndak siap, harus siap menghadapi hal ini,” tegasnya. 

Ia berharap kalangan industri pariwisata hendaknya beralih menggunakan air baku PDAM. Dan ia menyadari kekurangan PDAM kerap dijadikan alasan untuk menggunakan ABT. 

“ABT yang diambil melalui Sumur Bor/Sumur Gali  semestinya menjadi cadangan, saat ini malah menjadi sumber utama. Perkiraan pengambilan dan pemanfaatan air tanah di Kota Denpasar, besar sekali. Akibatnya, kerusakan alam, secara perlahan pasti akan terjadi jika ABT terus dieksplorasi, intrusi air laut akan terjadi, itu tidak bisa dipungkiri, dan itu sudah terjadi,” katanya mengingatkan. 

wartawan
Arief Wibisono
Category

Ulah Konyol Bule Italia Berujung Deportasi

balitribune.co.d I Mangupura - Seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial GI (24) resmi dideportasi oleh Kantor Imigrasi Ngurah Rai setelah videonya viral di media sosial karena melawan petugas kepolisian di Denpasar.

GI dipulangkan ke negara asalnya pada Selasa (28/4/2026) melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute menuju Doha.

Baca Selengkapnya icon click

Tolak Gelar Ulang, Punglik: Perkara Sudah di Kejaksaan!

balitribune.co.id I Denpasar - Polemik dugaan penyerobotan tanah di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, kian memanas. Di saat perkara sudah memasuki pelimpahan tahap I ke Kejaksaan, muncul rencana dari Wassidik Bareskrim Polri untuk menggelar perkara ulang di Jakarta. Langkah ini langsung menuai kritik keras dari kuasa hukum pelapor, Nyoman Gde “Punglik” Sudiantara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kementerian Ekraf Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional

balitribune.co.id I Badung - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) melalui Direktorat Kuliner memfasilitasi jenama lokal dalam ajang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026. Langkah ini merupakan strategi kunci untuk mendorong produk kreatif Indonesia menembus rantai pasok global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.