Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sweeping Tempat Hiburan Malam Jelang Tabun Baru

4 Gadis diduga Bawah Umur, Jadi Pelayan Kafe Remang-remang

 BALI TRIBUNE - Sweeping tengah malam yang digelar petugas gabungan Polres Gianyar dan BNN Kabupaten Gianyar dengan menyasar tempat hiburan malam, mendapati sejumlah gadis belia jadi pelayan, Minggu (30/12) dinihari. Diduga masih dibawah umur, pengelola kafe remang-remang pun diwajibkan untuk melaporkan identitas valid sang gadis. Sementara dari belasan tempat hiburan malan yang diobok-obok petugas, temuan pelayan maupun pengunjung yang tidak beridentitas lengkap masih mendominasi. Operasi tengah malam itu, bergerak mulai pukul 23.00 wita. Petugas yang dibagi dua tim bergerak dari dua arah. Tim satu menyasar tempat hiburan malam dari Pantai Siyut, ujung timur wilayah Gianyar. Sedangkan Tim dua dari wilayah Ubud lanjut menyisir tempat hiburan malam di Jalan Ida Bagus Mantra dari arah barat. Kali ini, target prioritas petugas adalah identitas, narkoba, miras, sajam dan barang bawaan terlarang lainnya. Operasi dipimpin oleh Kabag Ops Polres Gianyar, kompol Dewa GedeMahaputra didampingi Kasat Narkoba Polres Gianyar, AKP Nyoman Pawana Jaya Negara. Ironisnya, temuan mencengangkan didapati petugas saat memasuki kafe remang-remang di jalan Pantai Siyut Gianyar. Pengunjung kafe yang belum rame didominasi tamu-tamu yang sudah berusia. Mereka ditemanu pelayan yang justru sangat muda-muda dan beberapa diantaranya diduga masih dibawah umur.Salah seorang pengunjung yang usianya sudah berkepala enam mengaku, sudah sering ke kafe itu karena pelayannnya muda-muda. Namun dirinya memastikan tidak ada tujuan mesum, kecuali untuk mencari hiburan. "Saya kesini hanya untuk minum dan nyanyi-nyanyi karaokean. Terlebih pelayannya muda-muda, bagus untuk cuci mata, " terangnya malu-malu. Setelah dilakukan pemeriksaan barang bawaan, seluruh pelayan kafe dikumpulkan untuk pendataan identitas. Dari belasan wanita muda itu, terdapat empat orang yang terlihat sangat muda dan diduga masih dibawah umur. Menyembunyikan umurnya, mereka pun ragu-ragu menyebutkan tahun kelahiran. Petugas yang kesulitan memastikan validitas usia, akhirnya meminta pengelola kafe untuk memberikan laporan lengkap ke Polres Gianyar. "Kami tak ingin kecolongan, ini sangat penting bagi perlindungaan anak di bawah umur. Karena itu, kami akan periksa administrasi kependudukan. Kalau perlu kami akan panggil orang tuanya, " ungkap Kabag Ops Polres Gianyar, kompol Dewa Gede Mahaputra. Pada kesempatan itu, pengelola kafe diminta untuk bersama–sama menjaga ketertiban dan keamana di Gianyar. Termasuk dalam merekrut pelayan. Keberadaan pelayan kafe yang hingga kini terkesan miring, pintanya mendapat sikapan. Sebab, tak menutup kemungkinan permasalahan  akan terpicu lantaran  ulah cewek kafe yang berlebihan di masyarakat. “Untuk identitas pelayan kafe ini, sudah sejak dulu kami wanti-wanti agar disikapi,” ujarnya. Beranjak ke lokasi lainnya, suasana berbeda. Di sebuah kafe di perbatasan Desa Lebih dan Tulikup, kedatangan petugas disambut kegaduhan. Sejumlah pengunjung terlihat panik dan beberapa diantaranya terlihat membuang benda ke kolongan kursi. Petugas yang melihat aksi itu, langsung melakukan pengeladahn dn ditemukan sejumlah lipatan kertas. Awalnya petugas menduga pengunjung membuang barang haram sejenis narkoba. Namun setelah diperiksa, ternyata rekapan togel yang dipasang oleh pengunjung. "Sekecil apapun, sesuatu yang mencurigakan, wajib kami periksa. Kami ingin mengnatispasi kantibmas dari hal-hal kecil," terang kasat narkoba Akp Pawana.  Lanjutnya, jalur Ida Bagus Mantra, diakuinya menjadi fokus pengawasan karena rentan terjadi penyelahgunaan markoba. Terlebih, dari puluhan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba, kawasan ini paling sering dijadikan tempat transaksi. Selain itu ditenggarai sebagai lintasan distribusi miras lokal dari Karangasem ke kabupaten/kota lainbya. Belum lagi potensi kerawanan lainnya, seperti prostitusi terselubung hingga tindak kriminal pencurian dengan kekerasan. 

wartawan
Redaksi
Category

Puluhan Pohon di Denpasar Dipasangi Barcode

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus mendorong edukasi lingkungan melalui inovasi digital. Salah satunya dengan memasang barcode atau QR Code pada pohon-pohon yang berada di ruang terbuka hijau (RTH), sehingga masyarakat dapat mengakses informasi lengkap mengenai setiap pohon hanya dengan memindainya menggunakan telepon pintar.

Baca Selengkapnya icon click

Sambut HUT RI ke-81, Pemkab Buleleng Bagikan 15 Ribu Bendera

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menggencarkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gerakan tersebut ditandai dengan pembagian ribuan bendera kepada masyarakat oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Sekretaris Daerah Gede Suyasa di kawasan Titik Nol Singaraja, Selasa (28/7/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ribuan Botol Miras Berpita Cukai Palsu Disita di Bali, Negara Selamatkan Potensi Kerugian Rp2,14 Miliar

balitribune.co.id I Badung - Sinergi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI berhasil menggagalkan peredaran minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras (miras) ilegal yang diduga menggunakan pita cukai palsu di Bali. Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menyita sebanyak 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter MMEA dengan nilai barang mencapai Rp12,55 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

Ribuan Pamedek Iringi Pacepukan Patapakan di Catus Pata Gianyar, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

balitribune.co.id I Gianyar - Ribuan pamedek menyemut di areal Catus Pata Kota Gianyar, mengiringi prosesi sakral 'pamendak agung' dan 'pacepukan patapakan barong' dalam rangkaian piodalan di Pura Dalem Serongga, Gianyar. Banyaknya warga yang mengikuti prosesi ini sempat membuat arus lalu lintas di Kota Gianyar lumpuh, Selasa (28/7/2026) pagi. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemilihan Bendesa Adat Pejarakan Gunakan Sistem Voting, Wayan Sudana Raih Suara Terbanyak

balitribune.co.id I Singaraja - Proses pemilihan Bendesa Adat (Kelian Desa Adat) Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, masa ayahan 2026–2031 berlangsung lancar dan kondusif meski menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung (pasuaran krama). Mekanisme tersebut dipilih berdasarkan aspirasi mayoritas krama desa, meski sebelumnya terdapat pedoman dari Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali yang lebih mengedepankan musyawarah mufakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.