Syarat Terbaru Masuk Bali : Pelaku Perjalanan Wajib Tunjukkan Surat Pernyataan dari Pemberi Jaminan | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 29 May 2020 21:02
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune / Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra
balitribune.co.id | Denpasar - Gubernur Bali selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 11525 tahun 2020 tentang Persyaratan Administrasi Tambahan Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Pada Pintu Masuk Wilayah Bali.
 
Dengan surat edaran ini maka semua pelaku perjalanan yang masuk Bali harus melampirkan  3 persyaratan administrasi tambahan. Pertama, pelaku perjalanan wajib menunjukkan  Surat Keterangan hasil negatif uji Swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi yang lewat Bandara atau Surat Keterangan hasil negatif Covid 19 dari uji Rapid Test bagi yang lewat pelabuhan penyeberangan/laut.  Kedua,  wajib menunjukkan Surat Pernyataan mengenai tujuan keberadaan selama di Bali. Sementara syarat ketiga, yakni pelaku perjalanan wajib menunjukkan Surat Pernyataan dari Pemberi Jaminan yang bertanggung jawab terhadap orang tersebut selama di Bali. Format Surat Pernyataan dapat diunduh di website https://cekdiri.baliprov.go.id
 
Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam siaran pers yang diterima Bali Tribune menyatakan berkaitan dengan kebijakan tersebut,  melalui Gugus Tugas dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, TNI, POLRI dan pemerintah pusat di daerah bersama-sama menegakkan peraturan tersebut dengan melakukan upaya penebalan penjagaan di pintu-pintu masuk Pulau Bali yaitu di Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk,  Pelabuhan Benoa dan Pelabuhan Padang Bai. "Jika masyarakat akan melintasi jalur-jalur ini maka pada pintu masuk akan dijaga petugas," sebut Dewa Indra.   
 
Pihaknya memohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. Masyarakat Bali yang akan bepergian lebih baik mempertimbangkannya. Pengetatan ini tidak hanya dilakukan Pemprov Bali tetapi juga pemerintah daerah lain juga melakukan hal yang sama. Untuk itu sebaiknya tidak bepergian dan tetap di tempat. Begitu pula krama Bali yang ada di luar daerah khususnya di daerah yang melakukan PSBB atau daerah zona merah dimohon agar tetap di tempat jangan dulu pulang ke Bali. "Kepulangan krama Bali bisa dapat berdampak negatif pada Anda, keluarga dan masyarakat Bali, karena kita tidak tahu jika kita terinfeksi atau tidak sampai dilakukan tes. Untuk itu masyarakat Bali tetap tinggal di tempat kecuali ada hal yang sangat penting atau mendesak," kata Dewa Indra.