Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tanah Longsor Rusak Bangunan Warga

LONGSOR - Tanah longsor kembali melanda Jembrana saat hujan deras, Kamis malam (15/11), menyebabkan kerusakan bangunan.

BALI TRIBUNE - Musim penghujan yang terjadi sejak beberapa pekan belakangan ini kembali menyebabkan musibah. Kamis (15/11) malam, tanah longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur selama beberapa jam dan menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana Kamis malam selama lebih dari empat jam menyebabkan tanah longsor melanda wilayah dataran tinggi. Seperti musibah tanah longsor yang terjadi di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Wilayah ini sempat mengalami kekeringan  sejak musim kemarau berkepanjangan melanda Jembrana. Tebing setinggi 5 meter amblas menimpa rumah salah seorang warga, I Gede Wintara (47) di Banjar Kemoning.  Berdasarkan  informasi yang diperoleh, Jumat (19/11), tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Saat hujan deras mengguyur tiba-tiba tebing di belakang rumah tersebut amblas dan menggerus pondasi senderan pekarangan rumah dan juga pagar alas sepanjang 40 meter. Selain itu, akibat gerusan material longsoran itu juga menghancurkan bangunan jineng tempat peristirahatan yang berdiri di halaman rumah.  Korban I Gede Wintara mengaku bangunan jineng tersebut baru dibangun sekitar enam bulan lalu. Dikatakannya, longsor juga nyaris menggerus rumah tempat tinggal keluarganya. "Saat hujan deras tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari belakang rumah, setelah istri saya lihat keluar tebing itu sudah amblas. Karena airnya besar, pondasi senderannya tidak kuat. Jineng di halaman ikut longsor," ungkapnya.  Karena lokasi medannya cukup curam, ia bersama warga juga kesulitan untuk mengevakuasi bangunan jineng dan barang-barang di dalamnya yang ikut amblas itu. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah di malam hari ini. "Saat itu saya tidak ada di rumah karena ke Denpasar mencari bibit pohon. Saya langsung dikabari istri di rumah" tuturnya. Kapolsek Melaya AKP Ketut Wijaya Kesuma dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat kemarin, mengatakan ia  bersama anggota juga sempat turun langsung meninjau ke lokasi musibah tanah longsor ini. "Berdasarkan perhitungan pemilik rumah, kerugian ditaksir mencapai Rp 70 juta" ujarnya.  Pihaknya beharap keluarga korban lebih berhati-hati dan waspada terlebih saat musim hujan,  rumahnya yang ada di atas tebing rawan longsor. "Lokasinya rawan longsor karena tebing, keluarga ini harus waspada apalagi musim penghujan,” tuturnya.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Takbiran 2026 Bertepatan dengan Nyepi, FKUB Buleleng Ikuti Seruan FKUB Bali

balitribune.co.id I Singaraja - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi untuk menyusun seruan bersama terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang diperkirakan bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah. Pertemuan berlangsung di Sekretariat FKUB Buleleng, Kota Singaraja, Senin (2/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Validasi DTSEN Resmi Dimulai, Pemkab Buleleng Kerahkan 2.700 Relawan

balitribune.co.id I Singaraja -  Verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Buleleng resmi dimulai. Pemerintah Kabupaten Buleleng menandai pelaksanaannya melalui penandaan rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial serta peluncuran mobil layanan DTSEN, Senin (2/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

PAD Anjlok, Dewan Minta BRIDA Bangli Lakukan Riset

balitribune.co.id I Bangli - Anjloknya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli tahun 2025, menjadi perhatian serius kalangan DPRD Bangli. Dalam rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Saat itu, sejumlah OPD yang hadir diantaranya, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud), BKPAD dan OPD terkait lainnya.

Baca Selengkapnya icon click

Dewan Warning TPP OPD Tak Cair Bila Target PAD Tak Terealisasi

balitribune.co.id I Bangli - Sejauh ini potensi-potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli nyatanya belum dipetakan dengan jelas. Potret Bangli secara keseluruhan, belum sepenuhnya dikuasai dan diketahui oleh pimpinan OPD. Realita menyesatkan ini berdampak pada  tidak tercapainya target PAD dan kondisi ini kerap terjadi saling menyalahkan dan saling lempar tanggungjawab.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Bali Minta Penegakan Hukum Terkait Temuan Hidrokarbon di Ekosistem Mangrove Selatan

balitribune.co.id | Denpasar - Hasil uji laboratorium terhadap 60 are lahan mangrove di kawasan selatan Bali yang dinyatakan positif tercemar hidrokarbon jenis diesel (solar) hingga kini belum mendapat respons resmi dari pihak terkait.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.