Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tempa Plat Aluminium 3 Inci, Ajus ‘Kustom’ Super Meteor 650 Jadi Phoenix

Bali Tribune / Royal Enfield Super Meteor 650 terpilih mewakili Indonesia di ajang World Tour berlangsung di 8 titik dan 7 Negara

balitribune.co.id | Denpasar - Terkecuali sektor mesin bawaan pabrikan, Paralel Twin 4-Stroke 648cc (Royal Enfield Super Meteor 650) semuanya bagian di motor ini sudah dipapas habis (kustom). Begitulah yang diungkap Ajus Mulyawarman, builder sekaligus Owner AMS Garage saat ditemui Bali Tribune beberapa waktu lalu.

Dimensi Royal Enfield Super Meteor 650 sebagai motor cruiser dengan panjang 2300 mm, lebar 890 mm serta jok panjang dua seater, sama sekali tak terlihat. Begitupun di jarak terendah kepermukaan tanah (groundclearance) 135 mm dibabat habis dan dijadikan serendah mungkin (low ride), gaya kustom sepeda motor ala Amerika yang dimulai diperkenalkan pada tahun 1960-an dengan tujuan motor melaju rendah dan lambat.

Lalu, apa yang menjadikan motor ini terpilih mewakili Indonesia di ajang World Tour berlangsung di 8 titik dan 7 Negara mulai dari Desember 2024 hingga November 2025?

Adapun 8 titik event itu meliputi, Yokohama Hot Rod Custom Show 2024 (Japan - Tokyo), One Moto Show 2025 (USA - Portland), Bike Shed 2025 (UK - London), Wheels and Waves 2025 (EU - France), Malle Mile 2025 (UK - London), Art of Speed 2025 (Malaysia - Kuala Lumpur), Kustom Fest 2025 (Indonesia - Jogja), dan Eicma 2025 (EU - Milan).

Kunci sukses kustom milik AGS Sanur ini terletak pada karya handmade bodywork. Tanpa menggunakan mesin, Ajus dan kawan-kawan menempa aluminium plat Type ER1100 setebal 3 mm untuk dijadikan new body bork dengan desain tribal khas AMs Garage. Kemudian new bodywork itu dipercantik dengan teknik hand-brushed dan hand-polished sebagai finishing.

Kesuksesan lain kustom motor ini juga terlihat di sektor rangka (frame). Inovasi tinggi terlihat di sini, meskipun bergaya low ride, motor ini bisa dipakai melewati jalanan bergunduk atapun polisi tidur. Kok bisa?

Ya, Ajus memadukan (teknologi modern) Sistem Girder pada lengan ayun depan dengan airsuspension fork (motor bisa ditinggi-rendahkan).

Roh motor bagger (roda depan besar body belakang samping kiri-kakan besar) dipertahankan. Untuk memperkuat kesan klasik, garpu depan tipe Hardtail, yang biasa digunakan pada motor chopper.

wartawan
HEN
Category

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.