Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Terbentur Regulasi, Peternak Babi Keluhkan Pengiriman ke Luar Bali

Bali Tribune / ASPIRASI - Peternak babi di Bali saat menyampaikan kondisi pasca-wabah yang menyerang babi dihadapan Ketua Komisi II DPRD Bali, I Gede Komang Kresna Budi
balitribune.co.id | DenpasarPeternak babi di Bali yang tergabung di Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali melaporkan kondisi saat ini pasca-wabah sejak akhir 2019 lalu ke Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Kamis (16/12). Pasalnya, wabah yang menyerang babi di Bali mengakibatkan kondisi perekonomian para peternak babi di pulau ini kian menurun. 
 
Pengurus GUPBI Bali diterima langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Bali, I Gede Komang Kresna Budi di kantor DPRD Provinsi Bali. Ketua GUPBI Bali, I Ketut Hary Suyasa memaparkan sejumlah persoalan yang saat ini dihadapi para peternak babi pasca-wabah tersebut. "Pasca-wabah yang menyerang babi, terjadi kekosongan produksi babi di Bali. Saat ini hanya produksi 40% dari populasi awal 1 juta ekor. Daya serap daging babi di Bali juga sangat rendah," ucapnya. 
 
Menurut dia, konsumsi daging babi di Bali tidak sebanyak di Jakarta dan Surabaya. Konsumsi daging babi di Bali sangat rendah, kebutuhan daging babi di pulau ini biasanya terjadi menjelang Hari Suci Galungan dan Kuningan serta kegiatan budaya. Permintaan daging babi di Bali berhubungan dengan pariwisata dan kegiatan budaya. Saat ini pariwisata belum bangkit begitupun kegiatan budaya yang memerlukan daging babi dibatasi oleh pemerintah dengan alasan pemberlakuan social distancing atau jaga jarak fisik mencegah penularan pandemi Covid-19. Hal itu yang membuat kebutuhan daging babi di Bali semakin menurun. 
 
"Daya serap daging babi di luar Bali sangat terbuka. Di Jakarta harga daging babi hidup per hari ini Rp 65 ribu per kilogram. Sehingga banyak babi kita kirim ke luar. Masalahnya adalah peternak babi di Bali dari kalangan rakyat, bukan pengusaha besar," katanya. 
 
Sehingga peternak babi rakyat susah untuk melakukan pengiriman babi ke luar Bali karena terbentur oleh regulasi. Adapun regulasi tersebut adalah pengambilan sampel darah babi untuk mengetahui kondisi kesehatan hewan guna memastikan tidak terjangkit wabah. 
 
"Maka kita melapor ke Komisi II agar aturan ini lebih dibijaksanai.
Penyerapan daging babi di Bali lebih banyak di pariwisata dan budaya sedangkan sekarang pariwisata belum bergerak normal. Bali bukan konsumen daging babi. Solusi yang saya minta ke DPRD Bali misalnya komunikasi dengan Pemerintah di Jakarta agar persyaratannya dipermudah," ucap Hary. 
 
Disampaikannya hingga saat ini kualitas daging babi Bali masih dianggap baik karena tidak menggunakan produk-produk terlarang. Menanggapi permasalah tersebut, Ketua Komisi II DPRD Bali, I Gede Komang Kresna Budi akan memperjuangkan harapan para peternak babi di Bali. Mengingat keberadaan para peternak babi ini merupakan penggerak perekonomian Bali. 
 
"Harus ada gerakan-gerakan masiv untuk memperjuangkan persoalan peternak babi kita. Di sinilah tempatnya mengadu karena DPRD rumahnya rakyat. Anggaran untuk rakyat harus diperbanyak. Kita akan negosiasi ke daerah-daerah penerima babi dari peternak di Bali. Pertemuan ini akan menjadi awal bangkitnya peternak babi di Bali," katanya.
wartawan
YUE
Category

Amankan Kawasan Pariwisata, Badung Siapkan Honorarium bagi Bakamda dan Satlinmas

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tengah menyiapkan skema regulasi pembiayaan bagi tenaga Badan Keamanan Desa Adat (Bakamda) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang akan dilibatkan dalam pengamanan kawasan pariwisata.

Baca Selengkapnya icon click

GOR Tembuku Bangli Butuh Sentuhan Pemeliharaan

balitribune.co.id | Bangli - Sempat tidak bisa difungsikan karena terbentur masalah lahan GOR Tembuku, Bangli, sejak dua tahun terakhir baru bisa digunakan. Namun karena saking lama terbengkalai beberapa bagian bangunan GOR rusak. Oleh karena itu perhatian pemerintah daerah guna perbaikan fasilitas umum tersebut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bangun Bioskop di Pasar Rakyat Gianyar, Pemkab Siapkan Anggaran Rp15,3 Miliar

balitribune.co.id | Gianyar - Fasilitas hiburan baru bakal hadir di pusat Kota Gianyar. Pemkab Gianyar menyiapkan pembangunan bioskop di lantai IV Pasar Rakyat Gianyar dengan pagu anggaran mencapai Rp15,3 miliar.

Rencana tersebut dibenarkan Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat ditemui di sela-sela memantau pelaksanaan Pilkel serentak, Minggu (20/9/2026). Mahayastra memastikan Gianyar akan memiliki fasilitas bioskop.

Baca Selengkapnya icon click

Tim Jalak Nusa Ungkap Dugaan Pencurian di 5 TKP, Pelaku Ternyata Masih Anak Dibawah Umur

balitribune.co.id | Semarapura - Tim Jalak Nusa Polsek Nusa Penida Polres Klungkung melakukan pengungkapan dan pengembangan terhadap dugaan tindak pidana pencurian di warung-warung di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Minggu (20/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kerta Gosa dan Museum Semarajaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional

balitribune.co.id | Semarapura - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung guna mendorong peningkatan status penetapan cagar budaya di wilayah Klungkung. Pertemuan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, di Kantor Bupati Klungkung, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Satria Terbitkan SE Larangan Pungli pada Layanan Kesehatan

balitribune.co.id | Semarapura - Pemerintah Kabupaten Klungkung menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Klungkung Nomor B.400.7 / 1506 / DINKES / 2026 tentang Larangan Gratifikasi, Penyuapan, dan Pungutan Liar (Pungli) pada Pelayanan Kesehatan. Edaran ini berlaku di lingkungan Dinas Kesehatan, UPTD Puskesmas, hingga RSUD Gema Santi Nusa Penida.   

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.